BerandaHits
Jumat, 23 Sep 2021 13:59

Beda Pendapat Luhut dan Pakar, Benarkah Pandemi di Indonesia Sudah Terkendali?

Pandemi sudah terkendali di Indonesia? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pemerintah menyebut R-rate alias penularan Covid-19 di Indonesia sudah berada di angka kurang dari 1. Apakah hal ini berarti pandemi sudah terkendali di Indonesia?

Inibaru.id – Dalam satu bulan belakangan, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin menurun. Jumlah kematian juga nggak lagi semengerikan saat Juli 2021 lalu. Lantas, apakah pandemi sudah terkendali di Indonesia?

R-rate alias kecepatan penularan Covid-19 sudah berada di bawah angka satu, tepatnya di angka 0,98. Hal ini membuat pemerintah menganggap pandemi sudah terkendali sehingga banyak daerah, khususnya Jawa-Bali yang menurunkan level PPKM. Pelonggaran juga sudah dilakukan di berbagai sektor.

Meskipun begitu, berbagai persyaratan juga diberlakukan oleh pemerintah seperti memastikan protokol kesehatan harus tetap dijalankan dengan ketat, vaksinasi, hingga penggunaan aplikasi bagi orang-orang yang ingin masuk ke suatu tempat atau menggunakan fasilitas umum tertentu.

Omong-omong, soal angka R-Rate, yang mengungkap adalah Menteri Koordinator Bidang Kementerian dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menyebut angka ini berdasarkan estimasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia. Angka inilah yang dijadikan dasar pemerintah menyebut pandemi sudah terkendali di Tanah Air.

“Untuk Jawa dan Bali, kasus harian turun hingga 98% dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu. Dengan berbagai perbaikan tersebut, saya sampaikan tidak ada lagi kabupaten kota yang breada di level 4 di Jawa dan Bali,” ujar Luhut.

Meski begitu, epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko justru berkata lain, angka R-rate ini nggak bisa dijadikan acuan apakah pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali atau belum. Menurutnya, semua pihak justru harus melihat kurva harian kasus covid-19 serta positivity rate. Soal R-rate yang sudah kurang dari 1, tetap saja ada kemungkinan satu orang yang positif masih mampu menulari satu orang lainnya.

Kapan pandemi benar -benar terkendali dan kita bisa melepas masker, ya? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Menariknya, walaupun membantah pandemi sudah terkendali, Tri juga nggak membantah kalau R-rate ini menandakan kalau penularan virus mengalami perlambatan.

Hal yang sama juga diungkap epidemiolog Universitas Airlangga Surabaya Windhu Purnomo. Dia memberi contoh banyak negara yang sudah mampu menurunkan angka R-rate, tapi tetap saja bisa mengalami kenaikan angka positif Covid-19 di kemudian hari.

Jika memang angka R-rate ini memang bisa ditekan kurang dari satu dalam waktu 28 hari berturut-turut, barulah kasus positif Covid-19 bisa dianggap sudah bisa dikendalikan. Masalahnya, sejak awal pandemi masuk ke Indonesia, angka R-rate ini naik turun.

Walaupun sama-sama dari pemerintah, ternyata Kementerian Kesehatan juga nggak mengamini pernyataan Luhut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga bersikukuh pandemi belum terkendali.

“Saat ini adalah laju penularan yang turun tapi ancaman peningkatan kasus dan gelombang ketiga masih ada. Karena vaksinasi belum pada semua sasaran,” ujar Siti Nadia.

Tri Yunis juga mengungkap kapan kita bisa bebas masker kalau keluar rumah. Dia menyebut hal ini bisa jadi baru bisa dilakukan dua sampai tiga tahun lagi. Menurut dia, Indonesia masih di fase pandemi, belum masuk ke fase eliminasi dan eradikasi.

Hm, semoga saja pandemi benar-benar bisa segera terkendali, ya Millens? (Bbc/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: