BerandaAdventurial
Rabu, 20 Feb 2018 08:30

Melongok Kehidupan Manusia Purba di Museum Sangiran, Sragen

Museum Sangiran. (wikimedia.org)

Sobat Millens tahu nggak sih bahwa Kabupaten Sragen mendapat julukan Kota Fosil? Pasalnya di daerah tersebut banyak ditemukan fosil langka yang diduga menjadi awal peradaban di dunia. Nah, supaya lebih yakin lagi kamu bisa berwisata sejarah dan berwisata edukasi ke Museum Sangiran.

Inibaru.id - Sering kali dipaketkan dalam tur wisata di Solo dan sekitarnya, nggak sedikit yang mengira bahwa Museum Sangiran berada di Solo. Padahal, Museum Sangiran berada di daerah yang masuk Kabupaten Sragen. Tepatnya di Desa Krikilan Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 20 km dari Kota Solo, kamu bisa sampai ke sana dengan berkendara sekitar 40 menit.

Nah, berada di Museum Sangiran, kamu dapat melihat dari dekat koleksi fosil manusia purba, fosil binatang yang hidup pada masa itu mulai dari binatang bertulang belakang, binatang laut dan air tawar, bermacam batuan hingga peralatan yang digunakannya pada zaman purba.

Mengutip beritagar.id (30/4/2016), memiliki bangunan megah dengan arsitektur modern, Museum Sangiran memiliki sekitar 13.809 koleksi manusia purba, lo. Wah, banyak sekali, bukan? Dengan koleksi sebanyak itu, nggak mengherankan bahwa Museum Sangiran merupakan yang terlengkap di Asia.

Dengan bangunan bergaya joglo, Museum Sangiran memiliki beberapa ruang pameran benda koleksinya. Selain itu juga terdapat aula, laboratorium, perpustakaan, ruang audio visual (tempat pemutaran film tentang kehidupan manusia prasejarah), hingga gudang penyimpanan. Lalu ada juga musala, toilet, area parkir, dan kios suvenir (khususnya menjual kerajinan tangan “batu indah bertuah” yang bahan bakunya didapat dari Kali Cemoro).

Baca juga:
Dewa Langit Itu Bersemayam di Kelenteng Tertua di Nusantara
Menyaksikan Kemeriahan Imlek di Kota Seribu Kelenteng

Tapi kalau kamu ingin menikmati keindahan dan keasrian panorama di sekitar Sangiran, kamu bisa menaiki menara pandang yang ada di sana. Cukup lengkap bukan fasilitas museumnya?

Eh, tapi kamu tahu nggak nih, asal mula pembangunan museum tersebut?

Ternyata, semuanya bermula saat warga setempat yaitu Setu Wiryorejo pada 1920-an menemukan sebuah atap tengkorak di area tempatnya bekerja sebagai petani. Dianggap penemuan penting, GHR von Koenigswad, seorang ahli paleoantropologi dari Jerman yang bekerja pada pemerintah Belanda di Bandung pada tahun 1930-an melakukan penelitian di daerah tersebut.

Menemukan banyak sekali benda langka terkubur di tanah Sangiran, von Koenigswad akhirnya mengajak serta warga sekitar untuk turut melakukan pencarian dan mengumpulkannya sebagai bukti penelitian. Hasilnya kemudian dikumpulkan di rumah Kepala Desa Krikilan, Totomarsono. Proses pengumpulan ini berlangsung cukup lama sekitar 40-an tahun sampai dengan tahun 1975.

Nah, pada masa itu banyak orang yang datang berkunjung untuk melihat seperti apa benda-benda purbakala yang berhasil ditemukan di Jawa Tengah tersebut. Alhasil muncullah ide untuk membangun sebuah museum.

Awalnya, Museum Sangiran dibangun sederhana di atas tanah seluas 1.000 meter persegi yang berada di samping Balai Desa Krikilan. Namun, mengingat semakin banyaknya fosil yang ditemukan dan sekaligus untuk melayani kebutuhan wisatawan akan tempat wisata yang nyaman, museum tersebut akhirya diperluas pada 1980 menjadi 16.675 meter persegi dengan luas ruangan 750 meter persegi.

Dari tahun ke tahun fasilitas yang disediakan oleh pengelola juga semakin lengkap lantaran kebutuhan pengunjung yang semakin beragam.

Oh ya, asal kamu tahu juga nih, meski museum berada di Kecamatan Kalijambe,  namun lokasi penelitian yang lebih dikenal dengan situs Sangiran itu mencakup empat kecamatan. Memiliki luas 56 km persegi, situs Sangiran berada di Kecamatan Plupuh, Kecamatan Gemolong, dan Kecamatan Kalijambe, dan Kecamatan Gondangrejo yang masuk Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Baca juga:
Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Pohon Salam, Maskot Bumi Sukowati
Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Burung Branjangan, Maskot Sragen yang Kicauannya Digandrungi

Sst, Sangiran ini menjadi situs fosil manusia purba paling lengkap di Asia bahkan di dunia, lo. Wajar saja jika keberadaannya berperan penting dalam perkembangan di bidang ilmu pengetahuan terutama untuk penelitian di bidang antropologi, arkeologi, biologi, paleoantropologi, geologi, dan tentu saja untuk bidang kepariwisataan. Karena itu, situs Sangiran pada 1977 juga telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Bahkan pada 1996 Sangiran terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai World Heritage No. 593.

Nah, jika kamu tertarik berkunjung ke Museum Sangiran, tiket masuknya nggak mahal kok. Buka setiap Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-16.00 WIB, kamu cukup merogoh kocek Rp 5 ribu per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 11.500 per orang untuk wisatawan mancanegara. Terjangkau banget, kan? (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: