BerandaAdventurial
Senin, 14 Jun 2020 15:30

Jalan Panjang Secangkir Kopi, Paket Wisata Baru di Kudus Sambut New Normal

Kopi Robusta di Lereng Muria. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Komunitas Kopi Muria menyambut new normal dengan sukacita. Lama direncanakan, wisata baru di Kudus berupa 'jalan panjang secangkir kopi' langsung mereka eksekusi untuk sambut new normal.

Inibaru.id – Mayoritas pembeli kopi Muria adalah wisatawan dan peziarah. Otomatis, lokawisata yang terpaksa tutup selama pandemi membuat penjualan kopi menurun drastis. Imbasnya, perekonomian produsen kopi yang mayoritas dari Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, ikut karut-marut.

Sebagai orang Kudus, saya turut merasakan kesedihan itu. Maka, saya juga turut girang saat rencana new normal diembuskan pemerintah. Para produsen kopi yang tergabung dalam Komunitas Kopi Muria (KKM) ini bercerita, paket wisata kopi yang lama mereka rencanakan sudah mulai bisa dieksekusi.

New normal memang ibarat angin segar bagi KKM. Paket wisata bertajuk "Belajar Kopi dari Hilir ke Hulu" yang tentu bisa jadi alternatif wisata edukasi di Kudus itu sudah pasti akan mengangkat ekonomi para produsen kopi juga.

Akhir pekan lalu, Sabtu (6/6/2020), KKM mengajak saya menjajal paket wisata rencana akan dibuka pada Agustus mendatang itu. Hm, sebagai penikmat kopi, kesempatan tersebut pantang saya lewatkan!

Dalam paket wisata kopi ini, nantinya pengunjung bakal disuguhi perjalanan ke kebun kopi yang luasnya ratusan hektare tersebut. Peserta juga akan diajari gimana cara memetik biji kopi yang tepat serta menikmati kopi manual brewing di kebun kopi.

Perjalanan singkat mengelilingi kebun yang ada di tengah hutan lindung ini betul-betul menyegarkan pikiran yang penat di tengah pandemi. Nggak sekadar jalan-jalan, saya juga bisa lebih dekat mengenal kopi, mulai dari pohon, biji, hingga menjadi secangkir kopi nan nikmat.

Menghargai Proses Panjang Secangkir Kopi 

Kebun kopi Komunitas Kopi Muria. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Secangkir kopi yang mungkin tengah kamu nikmati nggak bakal ada di situ tanpa jasa para petani kopi. Inilah alasan KKM menggarap wisata kopi tersebut. Ketua KKM Ato Pujiharto mengatakan, dia pengin gimana susah payahnya para petani memproduksi kopi lebih dihargai.

"Biji kopi melalui proses panjang untuk menghasilkan kopi specialty, dari tanam hingga panen,” ungkap Ato, sapaan karibnya. "Panen pun nggak bisa langsung dinikmati, kan?"

Proses panjang kopi ini memang saling berkelindan dan nggak bisa dipisahkan. Kendati barista mungkin menjadi pemegang takdir dari nikmatnya secangkir kopi, nggak bisa dimungkiri bahwa biji kopi telah melalui perjalanan panjang.

Di lereng-lereng pegunungan, kopi dipetik satu per satu, masuk ke roaster, dan rotor penggiling yang tentunya berperan cukup besar akan kenikmatan si hitam tersebut. Naj, perjalanan panjang secangkir kopi inilah yang pengin disajikan Ato dan kawan-kawan.

“Biar tahu rekosone (sulitnya) para petani dalam menghasilkan kopi,” kata dia.

Menyasar Pencinta Kopi

Ato Pujiharto, Ketua Komunitas Kopi Muria, tengah menjelaskan cara menyajikan kopi. (Inibaru.id/Rafida Azzundhani)

Kopi, siapa yang nggak menyukainya? Selain air putih dan teh, agaknya kopi menjadi minuman ketiga yang digemari orang Indonesia. Nah, para pencinta kopi inilah yang mereka sasar, tentu saja tanpa mengesampingkan calon pengunjung lain.

"Bisa juga kelompok akademisi, pelajar, instansi, dan lain-lain, dan tentu saja pencinta kopi," jawab Ato, menanggapi pertanyaan yang saya lontarkan di tengah perjalanan, terkait siapa sasaran mereka.

Untuk memberikan edukasi paripurna tentang kopi dalam paket wisata, KKM menggandeng Java Legend Coffee Producer, Roastery, Lab, and Education. Jadi, nantinya kamu bisa belajar tentang kopi langsung dari ahlinya, lo!

“Selain konsultasi dengan Java Legend Lab yang selalu support, kami juga koordinasi dengan Dinas Pariwisata (Kabupaten Kudus),” terangnya.

Untuk menikmati paket wisata lengkap dengan semua fasilitas "Belajar Kopi dari Hilir ke Hulu" itu, kamu cukup merogoh kocek antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Tengan, KKM cukup ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, kok.

Nantinya, agar lebih mudah dalam pengawasan, peserta wisata akan dibatasi. Masker juga menjadi peranti wajib yang harus dikenakan selama menikmati perjalanan panjang untuk secangkir kopi tersebut.

Ah, saat dibuka nanti, sudah pasti saya akan menjajal paket wisata ini lagi! Saya menyukai kopi, sudah pasti saya juga menghargai para petaninya. Yuk, ngopi! (Rafida Azzundhani/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: