BerandaAdventurial
Rabu, 13 Feb 2018 05:31

Ayo ke Pulau Kelor sebelum Tenggelam

Pulau Kelor dengan Benteng Martello di tengahnya. (qubicle.id)

Berwisata ke Pulau Kelor, kamu nggak hanya menikmati keindahan pemandangan tapi juga merasakan jejak bersejarah tempat indah itu. Benteng Martello, monumen sejarah penting di pulau itu. Konon pulau itu terancam tenggelam. Lo kok?

Inibaru.id – Jakarta menjadi kota yang terkenal akan kesibukan aktivitasnya, atau diidentikkan dengan macet. Tapi tempat yang satu ini bisa lo dijadikan tempat berlibur untuk kabur sejenak dari rutinitas yang mengimpit. Nggak mahal, nggak perlu keluar jauh-jauh bagi yang tinggal di ibu kota RI dan sekitarnya. Pulau Kelor contohnya, bisa dijadikan alternatif liburan singkat.

Seperti yang ditulis dalam kumparan.com (8/1/2018), Pulau Kelor berada di gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Paling mudah dicapai dari Dermaga Muara Kamal yang jaraknya 20,9 km dari Stasiun Jakarta Kota atau sekitar 35 menit berkendara. Dari dermaga, Pulau Kelor bisa dicapai dengan naik perahu motor selama 30-45 menit.

Sesuai dengan namanya, Pulau Kelor ini luasnya hanya “sebesar daun kelor” alias nggak luas. Eits, meski begitu, pulau ini menyimpan sejarah saksi pertahanan maritim Hindia Belanda yang melindungi Batavia. Gimana ceritanya?

Ya, Benteng Martello namanya. Benteng Martello dibangun VOC pada abad ke-17. Berbentuk melingkar, benteng ini difungsikan sebagai benteng pertahanan melawan Inggris, Spanyol, dan Portugal. Batu bata merah mendominasi struktur bangunan Benteng Martello.

Baca juga:
Museum Jenang Kudus dan Kisah Pemasarannya pada Zaman Old
Di Bawah Kerindangan Jajaran Cemara Pantai Karangjahe

Dulu di tengahnya, terdapat meriam besar yang digunakan sebagai pertahanan kawasan maritim Hindia Belanda, terutama Batavia. Benteng yang melingkar disertai pintu-pintu besar di sekelilingnya, mendukung kerja meriam yang dapat diputar 360 derajat. Sayang, Benteng Martello sudah rusak akibat berbagai peristiwa. Banyak bagian yang rusak dan tidak utuh. Penyebabnya banyak, dari mulai abrasi air laut, gempa Jakarta pada 1966, sampai akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883.

Tahu nggak Sobat Millens, wisata Benteng Martello atau Pulau Kelor ini sering disebut sebagai wisata di atas kuburan, lo. Hiii kok serem?

Nama asli pulau ini adalah Pulau Kerkhof yang berarti makam atau kuburan. Dikutip dari qubicle.id, Pulau Kelor memang dulunya merupakan tempat eksekusi para tahanan Belanda yang  kemudian dikubur di pulau tersebut, namun nggak ada satu pun batu nisan atau tempat yang menyerupai kuburan di atas pulau.

Sobat Millens nggak perlu takut untuk wisata ke pulau inii. Biar saja sisa kelam masa lalu menjadi sejarah, cukup dengan menghormati pulau ini, kamu bisa ikut menikmati sekaligus menjaga tempat indah ini.

Sobat Millens, ada kabar yang beredar bahwa pulau indah nan punya sejarah ini mau tenggelam, lo. Seperti dilansir dari laman alamendah.org (14/5/2011) National Geografic Indonesia memprediksi Pulau Kelor akan tenggelam dalam waktu 45 tahun ke depan. Didasarkan atas data UPT Taman Arkeologi Onrust yang mengungkapkan bahwa pada 1980 Pulau Kelor memiliki luas sekitar 1,5 hektare namun kini luasnya tidak mencapai 1 hektare. Hal ini diakibatkan oleh abrasi dan pemanasan global.

Baca juga:
Jejak Sunan Bonang dari Batu Andesit
Berenang Bersama Ikan-Ikan di Umbul Ponggok

Bisa jadi 45 tahun mendatang mungkin kita tidak lagi menjumpai keeksotisan Pulau Kelor. Nggak hanya Pulau Kelor saja, ternyata banyak juga pulau-pulau kecil Indonesia yang terancam hilang lantaran abrasi, penambangan pasir, naiknya permukaan air laut serta kerusakan alam lainnya. Wah, sayang sekali ya, Sobat Millens.

Ayo tunggu apalagi? Sebelum termakan kerusakan alam, berwisata sambil mengenal sejarah di Pulau Kelor, yuk! (SR/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: