BerandaTradisinesia
Kamis, 7 Jan 2026 11:01

Warga Temanggung Menjaga Alam dengan Melestarikan Tradisi Nyadran Lepen

Tradisi Nyadran Lepen di Kabupaten Temanggung. (Dinbudpar Temanggung)

Lewat tradisi Nyadran Lepen, pesan-pesan untuk terus menjaga kondisi alam disampaikan ke berbagai generasi. Alasannya, demi menjaga sumber air dan mencegah bencana.

Inibaru.id - Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ada satu tradisi yang menunjukkan keharmonisan relasi manusia dan alam. Namanya Nyadran Lepen. Tradisi ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan cara warga merawat sumber air demi mencegah bencana datang.

Kali terakhir Nyadran Lepen digelar pada Senin, 5 Januari 2025, di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, di lereng Gunung Sumbing.

Pagi itu, ratusan petani berjalan beriringan menyusuri jalan berbatu menuju sumber mata air di ujung permukiman. Mereka membawa gunungan palawija dan tenong berisi aneka makanan, diiringi tabuhan gamelan serta pertunjukan kuda lumping yang menambah suasana magis. Tradisi ini terasa meriah sekaligus khidmat, memadukan rasa syukur, doa, dan peringatan akan pentingnya menjaga alam.

Iring-iringan tersebut diikuti Bupati Temanggung, Agus Setyawan. Ia datang bukan dalam kapasitas formal sebagai pejabat, melainkan sebagai bagian dari warga. Kehadirannya menegaskan bahwa Nyadran Lepen bukan sekadar agenda budaya, tetapi ikrar bersama untuk menjaga air, pepohonan, dan lingkungan.

Setibanya di sumber mata air, prosesi adat dipimpin oleh tokoh masyarakat dan sesepuh dusun. Doa-doa dipanjatkan agar mata air tetap mengalir dan lingkungan sekitar tetap lestari. Dalam suasana itulah pesan ekologis Nyadran Lepen terasa kuat dan relevan dengan kondisi hari ini.

Warga melestarikan tradisi Nyadran Lepen sebagai cara untuk menjaga alam, khususnya mata air. (Dinbudpar.temanggung)

Menurut Agus Setyawan, tradisi ini memiliki makna yang jauh melampaui ritual.

“Sumber air harus selalu dijaga bersama. Ini bukan hanya soal manfaat air semata, tetapi menjaga lingkungan untuk menghindari bencana, seperti yang terjadi di Pulau Sumatra beberapa saat lalu,” ujarnya di sela prosesi sebagaimana dinukil dari KRJogja, Senin (5/1/2026).

Ia menekankan bahwa kelestarian alam, termasuk pepohonan di sekitar mata air, merupakan benteng ekologis yang tak boleh diabaikan. Makanya, dia juga menyoroti pentingnya partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.

"Niat baik masyarakat ini sesuatu yang luar biasa. Upaya melestarikan budaya ini adalah langkah penting dalam merawat identitas daerah sekaligus sebagai wujud ikhtiar merawat alam,” katanya.

Pesan serupa disampaikan Sesepuh Desa, Bandel Sukoyo. Ia menuturkan bahwa Nyadran Lepen akan terus dilestarikan sebagai pengingat bahwa air dan alam adalah titipan dari Yang Maha Kuasa. Tradisi ini menjadi refleksi bersama bahwa jika ingin air tetap mengalir, maka ekosistem di sekitarnya harus dijaga, terutama dengan aksi penghijauan di kawasan resapan.

Keren banget tradisi Nyadran Lepen di Kabupaten Temanggung ini, ya, Gez? Semoga saja, dengan masih lestarinya tradisi ini, alam di sana juga tetap terjaga. Setuju? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Mulai 1 Oktober, Semua Merchant Bisa Nikmati Transaksi QRIS Bebas Biaya

24 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: