BerandaTradisinesia
Selasa, 7 Feb 2022 10:23

Wadah Sesaji dari Daun Pisang dalam Tradisi Jawa

Sesaji persembahan untuk leluhur, lengkap dengan wadahnya yang unik. (Jarakpandang.com)

Sadar nggak, Millens, ada banyak sekali jenis wadah sesaji dari daun pisang dalam tradisi Jawa. Nah, berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis wadah sesaji tersebut.

Inibaru.id - Sesajen atau sesaji adalah bagian dari tradisi Jawa yang memiliki makna unik dan sakral. Nah, keberadaan sesajen yang berbentuk makanan kecil, benda-benda kecil, atau bahkan bunga-bungaan ini merupakan salah satu wujud penghormatan yang diberikan kepada alam semesta atas nikmat yang diterima.

Kalau kamu cermat, wadah yang dijadikan tempat sesaji biasanya terbuat dari daun pisang. Daun yang dipakai juga harus yang berwarna hijau segar, bukannya yang mengering atau sudah mulai menguning. Biasanya sih, ya, wadah ini dibuat sehari sebelum upacara, Millens.

Kalau upacara ini dilakukan di keraton, wadah-wadah sesaji bakal dibuat oleh para Abdi Dalem di pawon alias dapur. Nah, berikut adalah sejumlah jenis wadah sesaji dari daun pisang yang sebaiknya kamu ketahui, Millens.

Sudi

Sudi yang memiliki tonjolan berbentuk kerucut ditengahnya (Diadona)

Sudi merupakan wadah berukuran kecil dengan bentuk bulat dan bagian tengahnya memiliki tonjolan berbentuk kerucut. Di acara selamatan, sudi digunakan sebagai wadah lauk kering, kue, atau jajanan jajanan pasar.

Sudi umumnya memiliki diameter 8,5 cm dan dipakai sebagaiwadah lauk sederhana seperti sambal tempe, tempe bacem, atau bakmi putih. Terkadang, sudi juga dibuat dengan ukuran yang lebih kecil sebagai wadah bumbu pelas, kethak kluwak, dan bubuk kedelai.

Takir

Takir yang dapat digunakan dengan kedua sisi simbang dan selaras (Youtube/Dapur HD)

Takir merupakan wadah sesaji berbentuk kotak terbuka. Takir dibuat dengan hati-hati agar sisi-sisinya bisa menampung makanan dengan baik dan nggak tumpah. Wadah ini juga jadi simbol bahwa dalam kehidupkan diperlukan keseimbangan, keharmonisan, dan keselarasan dalam segala hal agar nggak terjadi kejomplangan.

Takir yang biasa digunakan di dalam Keraton berukuran 12 x 9 cm. Untuk prosesi Sugeng Agung di keraton, wadah ini biasanya digunakan untuk tempat rujak-rujakan, jenang neton, nasi golong dan lauk, serta lauk nasi adem-ademan.

Cekentong

Cekentong mirip takir namun lebih besar. (Kratonjogja.id)

Cekentong memiliki bentuk yang mirip dengan takir. Hanya, ukuran cekentong lebih besar. Cekentong biasanya digunakan sebagai wadah sesaji berupa pisang raja, salak, lember, nagasari, nasi gurih berlauk ayam, dan rambak dhahar.

Ancak

Tempat tumpeng tradisional dari daun pisang (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Ancak merupakan wadah berbentuk pesegi yang dibuat dari tangkai daun pisang dan anyaman bambu. Di berbagai daerah, ancak digunakan sebagai wadah tumpeng beserta lauk-pauk untuk kemudian dimakan bersama-sama.

Ancak di keraton dengan ukuran besar biasanya digunakan untuk wadah sesajen berupa rangkaian tumpeng, roti kering, salak, berbagai macam pisang, dan kembang sundukan. Ancak dengan ukuran sedang biasanya digunakan sebagai wadah kupat luar, ketan golong lulut, dan kupat sido lungguh. Sementara itu, ancak dengan ukuran kecil biasanya diisi dengan ketan-ketan kecil dengan jumlah tujuh warna.

Menarik, ya. Omong-omong, kamu sudah pernah melihat wadah-wadah sesaji secara langsung, nggak nih, Millens? (Kra/IB32/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: