BerandaTradisinesia
Rabu, 2 Jan 2018 19:11

Tarling (Tetap) Legenda Pantura

Majelis Seni dan Tradisi Cirebon (MeSTI) menggelar pentas bertajuk "Pesona Indonesia-Simfoni Tarling" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, April 2017 (Istimewa/Republika.co.id)

Ada masa ketika tarling sangat populer di wilayah pantura barat seperti Tegal, Brebes, Cirebon, dan Indramayu. Musik legendaris itu diciptakan dari ketidaksengajaan.

Inibaru.id – Pernah dengar lagu “Jaran Goyang”? Sebagian besar dari kamu kemungkinan langsung mengacungkan telunjuk sambil berucap, “Nella Kharisma.”

Tapi pernah dengar Ajian Kemat Jaran Guyang? Lo kok diam? Ya, nggak apa-apa kalau belum pernah wong itu sempat populer saat sebagian besar dari kamu kemungkinan belum “dikonsep”. Orang tua kamu juga kemungkinan masih jadi ababil kalau pakai istilah sekarang.

Ya, sebenarnya antara jaran goyang ala Nella dan ajian kemat jaran guyang hampir serupa, sama-sama ajian pelet. Yang pertama berasal dari Banyuwangi, yang kedua dari Cirebon, khususnya dalam kisah percintaan tragis antara Baridin dan Suratminah dalam drama tarling Cirebon. Konon kisah yang agak mirip dengan Romeo dan Juliet itu berasal dari kisah nyata pada masa kolonialisme Belanda.

Tapi biar nggak kebingungan lantaran banyak informasi yang mungkin baru buat kamu, tulisan ini hanya akan membahas soal tarling Cirebon, suatu tradisi musik yang legendaris.

Baca juga:
Tarling, Nggak Ada Matinya
Dari Lembaran Daun Lemba Terciptalah Rompi Suku Dayak Ngaju

Dari namanya, tarling adalah akronim dari gitar dan suling. Kedua instrumen itulah yang mendominasi sajian musik tarling, baik drama musikal tarling maupun selanjutnya muncul genre baru seperti tarling dangdut.

Blog ndayeng.wordpress.come menulis, tarling lahir sekitar 1931. Jenis musik itu sering disebut melodi jiwa karena menggambarkan kehidupan masyarakat Cirebon sehari-hari lewat alunan musik dan lirik lagu yang dinyanyikan oleh seniman tarling klasik.

Dino Syahrudin, salah satu seniman Cirebon bercerita, tarling tercipta tanpa sengaja. Saat itu tentara Belanda meminta kepada salah seorang ahli gamelan , Sugro, untuk memperbaiki salah satu gitar yang rusak. Sugro bersedia.

Kepandaian Sugro dalam memperbaiki gitar yang rusak tadi dibarengi dengan kemampuannya berinovasi untuk memasukan nada-nada pada alat musik gamelan ke dalam gitar. Dari keahliannya itulah secara tidak sengaja tercipta sebuah seni musik baru yaitu musik tarling klasik.

“Paduan suara gamelan dengan laras yang bisa masuk ke dalam gitar ditambah dengan penambahan alunan tiupan suling maka tercipta harmoni musik yang baru yaitu tarling khas Cirebon,” ujar Dino.

Baca juga:
Simbol Kekerabatan Itu Ada di Halaman Panjang Rumah Adat Madura
Jaranan, Nggak Sekadar Naik Kuda Tiruan

Namun seperti dikutip dari Wikipedia, nama tarling saat itu belum digunakan sebagai jenis aliran musik. Saat itu nama yang digunakan untuk menyebut jenis musik ini adalah Melodi Kota Ayu untuk wilayah Indramayu dan Melodi Kota Udang untuk wilayah Cirebon. Dan nama tarling baru diresmikan saat RRI sering menyiarkan jenis musik ini. Badan Pemerintah Harian (saat ini DPRD) pada tanggal 17 Agustus 1962 meresmikan nama Tarling sebagai nama resmi jenis musiknya.

Tapi Millens, meski hampir punah, seni tarling nggak akan bisa dipisahkan dari sejarah masyarakat pesisir pantura. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: