BerandaTradisinesia
Sabtu, 12 Feb 2021 21:09

Pandemi dan Imlek 2572 di Tay Kak Sie yang Sunyi

Berdoa dengan khusyuk. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ibadah Sin Cia untuk imlek 2572 hanya bisa dilaksanakan secara terbatas di Klenteng Tay Kak Sie. Nggak ada lagi keramaian seperti ibadah tahun lalu. Pandemi benar-benar menjadikan Imlek tahun ini sunyi.<br>

Inibaru.id - Sambil menggunakan tongkat penyangga, Ivan tertatih-tatih meraih hio swa yang terletak di altar Dewa. Tanpa ditemani keluarga, dia melakukan sembahyang Imlek di Klenteng Tay Kak Sie.

“Anak-anak nggak bisa pulang. Lagi pandemi. Jadi untuk tahun ini mungkin Imlek yang sepi,” ujar laki-laki berusia 60 tahun ini, Jumat (12/2/2021). Dia berusaha menutupi kesedihannya, begitulah kesan yang saya tangkap di balik senyumnya.

Tahun ini perayaan Imlek dilaksanakan dalam suasana pandemi. Sepi, nggak bisa seramai tahun lalu. Ingar bingar itu kini senyap. Mungkin kamu salah seorang pengunjung Pasar Semawis yang Imlek tahun lalu sedemikian meriah.

Beberapa bulan pasca-keriuhan Imlek 2571, pandemi melanda. Apa boleh buat, pandemi masih saja tinggal ketika Imlek kembali. Umat Tri Dharma di Tak Kak Sie merayakan Imlek dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pengurus kelenteng memang menggelar berbagai tradisi yang sudah terjadwal untuk menyambut Imlek. Namun kali ini jelas berbeda. Meski perayaan tetap digelar, umat yang hadir dibatasi.

Melewati kotak desinfektan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Pada ibadah Sin Cia dalam perayaan Imlek yang ke 2572 ini misalnya, Tay Kak Sie mengemas dengan cara yang berbeda. Protokol kesehatan begitu ketat diterapkan. Selain mencuci tangan dan mengenakan masker, umat juga harus masuk ke bilik desinfektan.

“Kami nggak henti mengingatkan untuk menjaga protokol kesehatan,” ujar Ivan, salah seorang pengurus Tay Kak Sie.

Ivan juga membeberkan jika kapasitas ruangan dibatasi. Pihaknya sudah menginformasikan kepada umat yang memiliki patung di Tay Kak Sie. Ketika hendak datang pun, nggak boleh berbondong-bondong. Masing-masing memiliki jadwal sendiri.

Meskipun sudah memberi imbauan untuk pembatasan dan jam ibadah, Ivan juga mengungkapkan jika pihak Tay Kak Sie lebih dulu menyarankan jika ibadah di rumah saja. Dewa-dewi pasti tahu kondisi umatnya seperti apa.

“Tapi kami nggak menolak untuk ibadah. Hanya menyarankan yang sebaiknya saja,” ujarnya.

Menyalakan hio swa. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Kirab Menunggu Kondisi Memungkinkan

Ivan juga menjelaskan jika mungkin kirab Imlek tahun ini akan diselengarakan, pada bulan ke-6. Namun ini sebatas rencana. Pihaknya masih menunggu apakah hal itu mungkin. Tahun lalu pun kirab harus ditiadakan karena pandemi. Acara itu berganti doa bersama.

“Mungkin jika tahun ini nggak bisa, ya kami doa bersama lagi,” tuturnya.

Menyembah dewa-dewi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Walikota Semarang Hendrar Prihadi juga turut hadir di Klenteng Tay Kak Sie pada Jumat sore. Dia mengucapkan selamat Imlek dan mengapresiasi protokol kesehatan yang diterapkan oleh Klenteng Tay Kak Sie, dalam ibadah Sin Cia.

"Terima kasih kepada masyarakat karena aktivitasnya memang terkendali seperti di kelenteng ini. Semuanya sudah memahami tidak ada kegiatan peringatan yang berlebihan. Tapi kalau sebatas doa kami persilakan," ujarnya.

Hendi pun juga sempat menyinggung jika pada tahun ini perayaan Imlek diadakan secara sunyi terlebih dahulu. Namun yang terpenting semua masyarakatnya di Kota Semarang bisa sehat dan terhindar dari Covid-19.

Semoga tahun baru Imlek ini membawa banyak kebaikan ya, Millens. (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: