BerandaTradisinesia
Kamis, 11 Jul 2018 15:23

Menelusuri Makna di Balik Eksotisnya Tato Dayak

Tato yang ada di sekujur tubuh salah satu ketua suku Dayak (Muhlissuhaeri.blogspot.com)

Seni nedak atau membuat tato pada suku Dayak sudah menjadi tradisi turun-temurun. Bukan asal gambar. Semua motif ada maknanya, lo.

Inibaru.id - Suku Dayak merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia tepatnya di Pulau Kalimantan. Ciri khas suku Dayak yang nggak dimiliki oleh suku lain yaitu tradisi membuat tato atau dalam suku Dayak disebut nedak. Seni tato Dayak ini sudah dikenal hingga mancanegara, lo. Yuk, lihat keunikan seni tato Dayak.

Makna Tato

Melansir 1001indonesia.net (22/02/2017), bagi orang Dayak, menato tubuh merupakan hal sakral. Tato bagi orang Dayak merupakan simbol bahwa pemiliknya telah melakukan sesuatu yang berani, sebagai identitas diri, menunjukkan status sosial, juga sebagai penolak bala.

Pada mulanya tato digunakan sebagai identitas suku saat terjadi perang suku (mengayau). Namun, setelah masa mengayau berakhir, makna tato mulai bergeser. Bagi laki-laki Dayak, kini tato menjadi tanda seseorang yang merantau.

Motif matahari di tato Dayak yang menggambarkan dunia atas. (yukepo.com)

Kaum perempuan dayak juga bertato lo. Mereka boleh merajah tangan dan kaki setelah haid pertamanya. Kalau kaum lelakinya, boleh menato seluruh bagian tubuh. 

Ada 3 motif tato yang biasa digunakan, Millens. Pertama, motif tato yang digunakan buat mewakili dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Dunia atas memiliki motif burung enggang, bulan, dan dan matahari. Dunia tengah disimbolkan dengan pohon kehidupan. Sedangkan ular naga menjadi simbol dunia bawah.

Eits, motif-motif ini nggak boleh asal dipakai ya. Fungsi motif ini untuk membedakan status sosial. Motif dunia atas hanya dapat dipakai oleh kaum bangsawan, keturunan raja, kepala adat, kepala kampung, dan pahlawan perang. Sedangkan masyarakat biasa hanya dapat memiliki tato dengan motif dunia tengah dan bawah.

Proses Pembuatan Tato

Proses pembuatan tato Dayak (Getborneo.com)

Tentu saja orang Dayak nggak mengenal ala-alat modern untuk membuat tato. Semuanya masih tradisional. Bahan-bahan yang biasa digunakan yaitu arang kayu damar dan kayu ulin. Warna hitam didapat dari jelaga periuk yang dibakar.

Sebelum mengenal jarum, mereka menggunakan pemukul dari kayu yang disebut Lutedak. Di bagian ujung diberi duri dari pohon jeruk. Mereka tinggal mengikuti pola yang ditinggalkan Klinge (cetakan kayu).

Nah, itu dia tradisi tato atau nedak dari suku Dayak. Siapa sangka tradisi ini juga menjadi tren di dunia. (IB13/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: