BerandaTradisinesia
Minggu, 4 Mei 2019 10:12

Karnaval Dugderan Wujud Pluralisme Kota Semarang

Replika warak ngendog sebagai ikon Kota Semarang dipanggul peserta saat Karnaval Budaya Dugderan, Jumat pagi (3/5). (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dugderan merupakan acara tahunan di Kota Semarang yang diselenggarakan untuk menyambut bulan Ramadan. Sebelum sampai pada acara utama berupa prosesi dugderan, panitia menggelar Karnaval Budaya Dugderan yang diikuti oleh pelajar se-Kota Semarang.

Inibaru.id - Jumat pagi (3/5) kawasan Simpang Lima hingga jalan Pemuda dipadati oleh ribuan warga umum yang bersiap untuk menyaksikan Karnaval Budaya Dugderan. Diawali dengan apel di lapangan Simpang Lima pada pukul 06.00 WIB, para peserta berkumpul dan bersiap menyapa warga yang bersiap menyaksikan.

Ribuan peserta dengan kostum adat memadati lapangan Simpang Lima semarang sebelum berpawai mengitari Kawasan Simpang Lima dilanjutkan ke jalan Pahlawan dan berakhir di Taman Indonesia Kaya. Multazam Ahmad, ketua takmir Masjid Raya Baiturrohman sekaligus panitia acara ini memperkirakan 14 ribu peserta meramaikan karnaval ini. “Anak PAUD sampai SMA ikut memeriahkan acara ini, sekitar 800an sekolah mengirimkan delegasi untuk ikut pawai,” Kata Multazam.

Peserta karnaval berjalan berarakan dengan rute Lapangan Simpang Lima hingga Taman Indonesia Kaya. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Meskipun bertujuan untuk menyambut bulan Ramadan, namun peserta yang terlibat bukan hanya berasal dari sekolah Islam, Millens. Karnaval ini juga dimeriahkan siswa siswi beragama lain. Dengan berbalut pakaian adat dan membawa pernak pernik meriah, para peserta ini berjalan berarakan hingga titik finish. Selain meriah, acara ini juga menyuguhkan pemandangan menarik karena peserta berasal dari banyak suku yang mencerminkan persatuan dan pluralisme Kota Semarang. Yap, acara ini menjadi contoh toleransi yang menyejukkan.

Penampilan liong di tengah karnaval dugderan. (Inibaru.id / Annisa Dewi)

“Saya senang ikut acara ini, bisa bertemu banyak orang,” kata Erwin yang saat itu mengenakan pakaian adat Padang. Siswa SD Wesley yang mengaku menjadi peserta karnaval untuk kedua kalinya ini nampak gembira berkumpul dengan teman-temannya yang mengenakan baju adat dari berbagai suku di Indonesia.

Potret seorang anak dengan baju daerah yang mengikuti karnaval dugderan. (Inibaru.id / Annisa Dewi)

Warga yang menyaksikan dari bahu jalan pun nampak antusias untuk mengikuti acara hingga akhir. “Sayang sekali karnaval kali ini semrawut karena jalanan tidak ditutup, tidak seperti tahun lalu,” kata Cici, warga yang turut menyaksikan karnaval.

Replika warak ngendog yang dibawa peserta mewarnai karnaval dugder. (Inibaru.id / Zulfa Anisah)

Multazam mengatakan bahwa acara yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Semarang dengan Takmir Masjid Raya Baiturrahman ini bertujuan untuk membangun keberadaban, budaya, dan karakter. “Semoga di hari mendatang, manajemen acara serupa bisa ditingkatkan,” tutup Multazam seusai acara yang berakhir pukul 10.00 WIB itu.

Buat kamu yang sudah melewatkan karnaval ini, jangan sampai ketinggalan prosesi utama Dugderan yang akan digelar hari ini, Millens! (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: