BerandaTradisinesia
Selasa, 29 Agu 2022 11:05

Kalang Obong, Sebuah Tradisi Membakar Barang Orang yang Meninggal

Tradisi Kalang Obong yang dilakukan warga Suku Kalang di Kendal, Jawa Tengah. (UIN Walisongo/Innarotudzakiyyah Darojah)

Warga Suku Kalang di Kendal, Jawa Tengah masih memegang teguh tradisinya, termasuk melakukan tradisi kalang obong alias membakar benda-benda orang yang sudah meninggal.

Inibaru.id – Sebagian orang memilih untuk menyimpan barang-barang orang yang sudah meninggal sebagai kenang-kenangan. Tapi, bagi warga Suku Kalang yang tinggal di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, barang-barang tersebut justru dibakar. Hal ini dilakukan dalam tradisi yang disebut sebagai "Kalang Obong".

Suku Kalang bisa kamu temui di sejumlah kecamatan yang ada di kabupaten tersebut seperti Kecamatan Rowosari, Weleri, dan Ringinarum. Mereka memang minoritas, namun, tetap teguh melestarikan tradisi-tradisi yang sudah diwariskan dari leluhurnya.

Hal ini dibuktikan dengan masih digelarnya tradisi kalang obong pada Minggu (21/8/2022) malam di Dusun Sono, Desa Tejorejo, Kecamatan Ringinarum.

Usai mengikuti salat Isya berjamaah, puluhan orang dari Suku Kalang berbondong-bondong mendatangi rumah Suhari, tokoh Suku Kalang yang cukup disegani. Suhari sedang memperingati kematian salah seorang kerabatnya, Rasim.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Suhari memulai tradisi sangonan alias memberi bekal kepada para leluhur. Setelah itu, dukun bernama Mbah Kobro mulai merapalkan mantra di depan dupa yang sedang dibakar. Di dekat dupa tersebut ada sejumlah sesajen berupa jajanan dan pakaian yang nantinya akan dipersembahkan kepada Rasim.

Puncak acaranya baru digelar pada Senin (22/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Sesajen tersebut diarak bersama dengan orang-orangan yang disebut dengan bonek. Benda-benda tersebut kemudian ditempatkan bersama dengan rumah-rumahan yang terbuat dari alang-alang.

Sebelum benda-benda tersebut dibakar, delapan orang dengan usia paruh baya mengelilingi sesaji tiga kali sembari berkata “obong-obong kalang, obong obong kalang". Setelah itu, proses pembakaran dimulai.

Saat api masih menyala, dilempar pula sejumlah koin yang dipersembahkan kepada arwah orang yang sudah meninggal. Ada juga koin-koin lain yang sengaja dilemparkan ke anak-anak untuk diperebutkan.

Media Komunikasi

Prosesi pembakaran sesajen, orang-orangan, dan rumah-rumahan kalang obong. (Solopos/Adhik Kurniawan)

Menurut keterangan Mbah Kobro, kalang obong adalah cara bagi suku Kalang untuk berkomunikasi dengan arwah orang yang sudah meninggal. Selain itu, ini adalah cara untuk menghapus dosa-dosa arwah tersebut yang dilakukan saat masih hidup.

“Kalang obong biasanya dilakukan saat mitoni (tujuh hari usai orang tersebut meninggal) dan mendak (setahun kematian),” jelas Mbah Kobro.

Jika kalang obong digelar saat mitoni, barang-barang yang dibakar adalah barang pribadi yang dimiliki orang yang meninggal seperti pakaian, tas, sepatu, bahkan tempat tidur. Selain itu, proses kalang obong saat mendak biasanya disertai dengan prosesi penyembelihan kerbau oleh pihak keluarga.

Ya, banyak cara menghargai kebaikan seseorang yang sudah meninggal. Dalam suku Kalang, membakar barang orang yang meninggal adalah bentuk menghargai dan komunikasi dengan mereka.

Mungkin tradisi tersebut berbeda dengan tradisi kebanyakan orang. Tapi, selama sebuah tradisi nggak merugikan orang lain, kita harus menghargainya ya, Millens! (Kom, Sol/IB09/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: