BerandaTradisinesia
Selasa, 8 Agu 2022 13:27

Jelang Panen Tembakau, Petani Temanggung Gelar Ruwat Rigen

Tradisi ruwat rigen diikuti oleh 13 desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kledung. (Suaramerdeka/Riki Diswantoro)

Menjelang musim panen tembakau di Temanggung, Jawa Tengah, para petani di Kecamatan Kledung menggelar tradisi Ruwat Rigen. Tradisi ini adalah perwujudan doa agar panen musim ini membawa berkah dan rezeki.

Inibaru.id – Musim kemarau sering dianggap sebagai masa-masa pembawa berkah bagi petani tembakau yang ada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pada masa itu, mereka siap melakukan panen dan meraup keuntungan dari tembakau yang selama ini mereka tanam.

Nah, agar panen membawa keuntungan, petani tembakau di Temanggung melakukan tradisi unik bernama Ruwat Rigen.

Tahun ini, petani tembakau yang ada di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing menggelar Ruwat Rigen pada Minggu (7/8/2022) kemarin. Acara puncak ritual ini digelar di rest area Kledung. Tradisi ini dimulai dengan kirab yang diikuti oleh 13 desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kledung.

Kirab dimulai dari lapangan Desa Kledung menuju rest area Kledung. Setiap kelompok dipimpin oleh kepala desanya masing-masing. Setiap kelompok juga membawa rigen, nasi tumpeng, dan ayam ingkung.

Pernah mendengar apa itu rigen? Rigen merupakan anyaman bambu dengan bentuk segi empat yang cukup besar dan kokoh. Pada rigen inilah tembakau yang sudah dipanen dan dipotong-potong dijemur di bawah sinar matahari sampai kering.

Puncak acara ini ditandai dengan pencipratan air yang dilakukan oleh Bupati Temanggung M. Al Khadziq ke rigen-rigen yang dibawa setiap kelompok. Air yang dipakai berasal dari 13 sumber mata air yang berbeda. Sebelum dicipratkan, airnya juga sudah didoakan oleh tokoh agama setempat.

Setelah itu, warga akan membersihkan rigen-rigen tersebut di Sendang Kamulyan. Tindakan ini dipercaya bisa membuat para petani tembakau mendapatkan berkah dan rezeki dari panen tembakau tahun ini.

Makna Ruwat Rigen

Ruwat rigen merupakan wujud pengharapan petani tembakau agar panen tahun ini berjalan lancar, berhasil, dan harganya bagus. (KRJogja/Zaini A)

Bupati Temanggung Al Khadziq menjelaskan bahwa ruwat rigen adalah wujud doa dari para petani tembakau di Temanggung jelang musim panen kepada Tuhan.

“Ini wujud pengharapan petani agar tahun ini panen dapat berjalan dengan lancar, berhasil, dan harganya bagus serta menjadi rezeki banyak bagi masyarakat,” jelas sang bupati, Minggu (7/8).

Sementara itu, Camat Kledung Bambang Rachmat menjelaskan bahwa biaya acara ruwat rigen ini berasal dari swadaya petani. Mengingat tradisi ini unik dan sudah berlangsung turun-temurun, Rachmat pun berharap kalau Ruwat Rigen bisa jadi agenda wisata di Temanggung.

“Harapan saya ruwat rigen juga mampu menjadi event wisata di Kledung,” ungkapnya.

Meski tembakau dan produk turunannya, yaitu rokok masih jadi hal kontroversial di Indonesia, nggak bisa dimungkiri bahwa ruwat rigen adalah tradisi asli Indonesia yang menarik untuk kita simak ya, Millens. (Krj,Sol/IB09/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: