BerandaTradisinesia
Rabu, 12 Mei 2020 15:47

Bukan Cuma Islam, Agama Lain Juga Punya Ritual Puasa

Puasa bukan cuma milik muslim lo. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Puasa nggak hanya identik bagi umat Islam, agama dan kepercayaan lain pun juga melaksanakan puasa lo. Lalu kapan dan dengan tujuan apa mereka melakukan puasa? Ulik yuk!

Inibaru.id - Puasa nggak cuma dilaksanakan oleh umat Muslim, Millens! Umat agama dan kepercayaan lain juga menjalankan puasa sesuai dengan ajaran mereka masing-masing. Nah kali ini, Inibaru.id bakal mengulik beberapa hal tentang puasa dari berbagai tokoh agama dan kepercayaan.

Dalam Kristen, setiap umat dianjurkan untuk berpuasa selama 40 hari sebelum paskah yang sejak Rabu Abu sampai Minggu Paskah atau Kebangkitan Kristus yang disebut dengan Aksi Puasa paskah. Pendeta Sediyoko M Si juga mengatakan, puasa bisa dilakukan kapan saja selama tujuannya jelas.

“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi puasa juga berarti sopan dalam hal berbicara, bertindak dan bertingkah laku serta mampu menjadi contoh dan teladan,” tutur pendeta yang juga merupakan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Kristen Kota Semarang ini.

Nggak jauh berbeda dengan Kristen, umat Katholik juga menjalankan puasa dan pantang pada masa prapaskah atau selama 40 hari sebelum Hari Raya Paskah. Menurut Romo Eduardus Didik Chahyono SJ, Pastor Kepala Paroki Santa Theresia Bongsari Semarang, puasa dan pantang diharapkan dapat berdapak baik untuk lahir dan batin para pelakunya. Ritual ini disebut juga dengan aksi tobat.

“Puasa dan pantang merupakan sarana agar seseorang berefleksi atas hidupnya, mengolah dan menata diri ke arah yang lebih baik,” tutur laki-laki yang juga Ketua Komisi Hubungan Antargama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang ini.

Bagi masayarakat Buddha yang baru saja memperingati Waisak, mereka juga baru saja melaksanakan sebulan pengendalian diri yang disebut dengan Upawasa. Upawasa ini berisi delapan larangan seperti makan dan minum atau melakukan hal buruk lainnya.

“Upawasa dilaksanakan 30 hari sebelum Waisak yaitu tanggal 6 atau 5 April yang hanya bersifat imbauan saja," tutur Wahyudi, ketua PC Magabuhdi Kota Semarang.

Puasa bertujuan menahan hawa nafsu. (Zulfa Anisah)

Dalam Hindu, puasa juga menggunakan istilah Upawasa yang berarti mendekatkan diri kepada Tuhan. Upawasa nggak sekadar menahan haus dan lapar atau menjadi orang miskin dan serba kekurangan atau menghapus dosa, Millens. Lelaku ini juga bertujuan untuk mengendalikan nafsu lahiriah.

“Beberpaa puasa wajib dalam Hindu adalah saat Siwaratri, Hari Raya Nyepi, Purname Tilem dan puasa untuk menebus kesalahan,” tutur I Nengah Wirta Dharmayana, ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Semarang.

Sementara itu, dalam Konghucu disebutkan bahwa umatnya diwajibkan berpuasa sebelum bersembahyang besar kepada Tuhan. Menurut Ws Andi Gunawan ST C NNLP, Wakil Ketua Matakin Jawa Tengah, puasa disebut Zhai. Istilah ini bermaksud pantang melakukan sesuatu yang menjadi kesukaan atau kebiasaan.

“Puasa ini dilakukan saat akan melakukan sembahyang besar kepada Tuhan berdasarkan empat musim,” tutur Andi.

Sedangkan bagi penghayat Sapta Darma, puasa bermakna nggak berhubungan seksual dengan pasangan. Mereka dianjurkan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 3-40 hari sebelum "mencetak anak". Secara umum, puasa bermakna menahan hawa nafsu untuk nggak makan minum dan berhubungan isteri suami.

“Di dalam ajaran Sapta Darma proses menahan hawa nafsu dilaksanakan dengan sujud setiap hari minimal satu kali selama 30-90 menit,” tutur Dwi Setiyani Utami, Sekretaris Persatuan Warga Sapta Darma Jawa Tengah.

Jadi semakin mengenal puasa dari perspektif agama lain kan, Millens? (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: