BerandaTradisinesia
Rabu, 10 Jul 2018 12:00

Barong Ider Bumi, Tradisi Tolak Bala Desa Kemiren Banyuwangi

Ritual Barong Ider Bumi (Kompas.com)

Namanya Barong Ider Bumi. Tradisi ini diadakan untuk mengusir mara bahaya dari Desa Kemiren.

Inibaru.id - Ritual bersih kampung yang sudah ada sejak 1840 ini selalu dilaksanakan tiap 2 Syawal. Masyarakat Kemiren menyebutnya Barong Ider Bumi. Barong, menurut masyarakat merupakan makhluk penjaga Desa Kemiren seperti yang dilansir dari Kompas.com (29/06/2017).
 
Barong yang divisualisasikan bermuka seram dan bersayap itu kemudian diarak keliling desa. Itu sebabnya tradisi ini disebut Barong Ider Bumi (barong mengelilingi bumi Desa Kemiren), Millens.
 
 
Visualisasi bentuk barong, makhluk penjaga Desa Kemiren . (Indonesiakaya.com)
 
Tepat pada 2 Syawal pukul 2 siang, warga Desa Kemiren akan mulai mengarak barong sejauh 2 kilometer. Mereka menggunakan baju adat Osing (Using). Sembari berjalan, tokoh adat setempat akan menyebar uang koin yang telah dicampur dengan bunga dan beras kuning. Prosesi penyebaran koin itu disebut dengan sembur utik-utik. Wah, seru banget ya!
 
Keistimewaan Angka Dua
 
Ternyata pemilihan angka dua pada ritual Barong Ider Bumi ini bukan tanpa alasan lo, Millens. Dua merupakan simbol ciptaan Tuhan yang berpasang-pasangan seperti siang dan malam, laki-laki dan perempuan, dll. Selain itu, simbol lain yang digunakan yaitu jumlah bunga ada 9 dan jumlah uang koin yang disebar ada Rp 99.900. Angka 99 yang digunakan menjadi simbol Asmaul Husna yang berjumlah 99.
 
Acara arak-arakan Barong ini nggak pernah sepi peminat, lo. Bahkan Barong Ider Bumi ini sudah masuk ke dalam agenda Banyuwangi Festival yang siap menyedot pengunjung.
 
Tradisi ini menjadi tradisi yang penting untuk terus dilangsungkan karena nilai sejarah yang begitu dalam. Lebih dari 1,5 abad yang lalu Desa Kemiren diserang wabah yang menyebabkan kematian banyak warga. Saat itu, hasil pertanian juga diserang hama hingga menyebabkan gagal panen dan kerugian yang sangat besar.
 
Sejak saat itulah warga melaksanakan ritual Barong Ider Bumi untuk mengusir bala bencana yang menyerang Desa Kemiren. Hmm, ternyata begitu ya asal usul tradisi meriah ini. (IB13/E05)
 
 
 
 
​

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: