BerandaPendidikan
Senin, 29 Okt 2017 02:52

Hibah 1 Juta Dolar AS untuk 4 Penelitian

(Reuters)

Di lingkungan akademik, hibah sangat penting untuk operasional penelitian yang hasilnya bisa bermanfaat untuk kepentingan umat manusia.

Inibaru.id - Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mengumumkan empat kerja sama penelitian Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER) antara ilmuwan Indonesia dan Amerika Serikat.

Dengan pelaksana US National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, empat hibah penelitian ini akan mengumpulkan data yang dapat dijadikan masukan untuk menyusun kebijakan dan mengambil keputusan pengelolaan dalam bidang restorasi gambut, pendidikan Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) perubahan lingkungan dan bencana alam di daerah metropolitan dan pengelolaan stok ikan tuna.

“Amerika Serikat merasa bangga dapat mendorong penelitian paling mutakhir antara ilmuwan Indonesia dan Amerika,” begitu kata Pelaksana Tugas Direktur USAID Ryan Washburn dari siaran pers Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia seperti dilansir Liputan6 (27/10/2017).

“USAID percaya bahwa dengan kekuatan sains, teknologi, inovasi, dan kemitraan, kita dapat mengembangkan solusi terobosan untuk mengatasi berbagai permasalahan global yang paling menantang,” tambahnya.

Baca juga:
Para Pendidik Kita di Negeri Orang
Bahasa Kita Diminati di Finlandia

Apakah keempat empat hibah penelitian yang menjadi tantangan masyarakat Indonesia saat ini? Tema pertama yaitu penelitian tersebut bertajuk, “Mengembangkan Keragaman Agroforestri di Lahan Gambut yang Telah Dibasahi Kembali di Indonesia” lewat peneliti utama Dr Sonya Dewi.

Acara tersebut dihadiri oleh pihak Center for International Forestry Research (CIFOR), Forest Research and Development Centre (FRDC), Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya (UPR).

Sementara itu, dari pihak Amerika Serikat adalah Randall Kolka dan USDA Forest Service Northern Research Station dari institusi yang akan mewakili lembaga AS.

Tema kedua bertajuk, "Integrated Science-Literacy Enactments (ISLE) dalam Pengajaran Sains Terpadu untuk Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Memberikan Pendidikan STEM". Lewat peneliti utama, Dr Irwandi. Mitra Indonesia Universitas Syiah Kuala, mitra dari AS Eugenia Etkina, dan lembaga AS berasal dari Graduate School of Education, Rutgers, The State University of New Jersey.

Tema penelitian ketiga bertajuk, "Meneliti Struktur Stok Ikan Tuna di Wilayah Sulu Sulawesi." Lewat peneliti utama Dr Ida Ayu Astarini, mitra Indonesia berasal dari Universitas Udaya dan Bionesia, mitra AS bernama Allen Collins dan lembaga AS adalah National Systematics Lab of NOAA’s Fisheries Service, and Smithsonian Institution.

Baca juga:
Bullying Ternyata Juga Bisa Memberikan Dampak Buruk Bagi Pelakunya
Cetak Technopreneur via The Hub

Untuk tema terakhir berupa "Mengintegrasikan Strategi Adaptasi Perubahan Iklim dan Strategi Pengurangan Risiko Bencana ke dalam Aglomerasi Kebijakan untuk Perencanaan Kota Metropolitan di Daerah Pesisir". Lewat peneliti utama Dr Harkunti Pertiwi Rahayu, mitra Indonesia berasal dari Institut Teknologi Bandung, mitra AS bernama Louise K Comfort dan lembaga AS adalah University of Pittsburgh.

Program hibah PEER kali ini merupakan siklus yang keenam. Empat hibah penelitian dari Indonesia diseleksi dari 450 proposal yang diajukan dari seluruh dunia pada tahun ini.

Siklus pendanaan USAID PEER tahun 2017 juga telah dibuka dan saat ini menerima proposal. Peminat diharapkan mengajukan proposal penelitian yang dapat mengatasi kesenjangan pengetauan ilmiah dan berbagai bidang utama pembangunan di Indonesia.

Untuk siklus ketujuh, hibah PEER akan diberikan kepada pemenang terpilih dengan jangka waktu penelitian hingga dua tahun dan dana hingga US$ 200.000. Batas waktu penyerahan proposal adalah 12 Januari 2018. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: