BerandaPasar Kreatif
Kamis, 22 Sep 2021 14:10

Kreativitas Warga Jangli, Sulap Selokan untuk Ternak Ikan

Saluran irigasi air yang sekarang berisi ratusan ekor ikan berbagai macam jenis. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Selokan merupakan tempat pembuangan yang identik air kotor. Namun, berkat kreativias warga Jangli, Kota Semarang, saluran air dibuat tetap bersih dan bahkan menyulap selokan untuk ternak ikan.

Inibaru.id – Muncul lagi satu gebrakan masyarakat untuk melakukan berdikari ekonomi pada kawasan lingkungan rumahnya. Berkat kreativitas warga Jangli, beternak ikan yang biasa dilakukan di tempat-tempat seperti bak penampung, kolam terpal, atau di tambak, kini bisa diaplikasikan di selokan samping rumah.

Berlokasi di Jalan Sapta Marga III RT 2 RW 1, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, warga tampak asyik beternak ikan nila di selokan. Eits, jangan membayangkan tempat pembuangan air ini seperti comberan yang kotor dan bau, karena sejatinya selokan tersebut adalah drainase atau saluran irigasi untuk limpahan sumur artesis masyarakat.

Belum lama ini, kebetulan saya melihat selokan selebar sekitar satu meter itu secara nggak sengaja. Selokan agak dalam yang membentang di sepanjang Jalan Sapta Marga tersebut disekat-sekat pada sejumlah bagian. Tiap "kolam" berisikan ikan-ikan ternak yang berbeda-beda, ada nila, lele, bawal, hingga koi.

Oya, perlu kamu tahu, Jangli adalah salah satu kelurahan di Kota Semarang yang berada di dataran rendah. Wilayah ini terkenal dengan cuacanya yang terik, tapi entah kenapa hal tersebut nggak begitu terasa saat saya tiba di Jalan Sapta Marga. Suasananya bahkan cenderung sejuk dipenuhi naungan.

Pak Surya salah seorang warga yang bertanggung jawab atas kolam-kolam ikan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Penasaran dengan ternak ikan di selokan itu, saya pun kemudian dipertemukan dengan Surya, warga setempat sekaligus salah seorang inisiator yang bertanggung jawab mengelola saluran irigasi berisi berbagai macam ikan tersebut.

“Banyak jenis ikan yang kami rawat dan ternakan di sini, mulai dari lele, koi, bawal, dan nila,” ujarnya sembari tangannya sibuk memberi makan ikan di selokan tersebut.

Surya mengatakan, ide membuat saluran irigasi menjadi tempat beternak ikan muncul kurang lebih sekitar 10 bulan lalu. Kala itu, air tandon dari sumur artesis di daerah itu kadang meluap. Ketimbang terbuang percuma, Surya kemudian berinisiatif menampungnya agar bermanfaat.

Dia pun kemudian memanfaatkan selokan kering yang kebetulan ada di bawah tandon air. Selokan ini biasanya hanya dipakai untuk saluran air hujan, sehingga nggak ada limbah rumah tangga yang mengalir ke selokan tersebut.

“Sebagian warga mempunyai ide untuk memanfaatkan air dan saluran air tersebut," terang lelaki yang sangat menggemari masakan dari berbagai ikan ini. "Lalu, muncullah ide untuk beternak ikan.”

Disekat Menjadi Kolam-Kolam

Tandon air tetis milik warga yang sebelumnya ketika malam akan luber dan terbuang sia-sia. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana Tawakal)

Surya dan warga setempat mengawali "usaha" pemeliharaan ikan dengan membuat sekat-sekat pada selokan agar berbentuk seperti kolam memanjang. Selanjutnya, mereka melakukan pembibitan dengan menyebar ribuan anak ikan dari jenis berbeda. Biar nggak bercampur dan hasilnya seragam, satu kolam berisikan satu jenis ikan saja.

"Pembibitan pertama, nggak semuanya hidup, mungkin karena belum terbiasa dengan tempat atau karena sekatnya masih bau semen," terang Surya.

Novi, istri Surya yang nggak lama kemudian turut bergabung bersama kami, mengatakan bahwa hingga kini warga sudah berhasil panen beberapa kali, khususnya untuk jenis ikan lele yang cenderung mudah diternakkan dan cukup cepat panen.

“Panen sampai ratusan kilogram," aku pengurus dasa-wisma (dawis) cum RT 2 RW 1 tersebut. "Untuk lele bisa panen tiap 2-3 bulan sekali. Kami sering panen. Tapi, kalau jenis bawal dan nila emang agak lama, sampai enam bulan. Nah, kalau koi pembelinya khusus, karena bukan ikan konsumsi."

Belum Menangguk Keuntungan

Pipa-pipa tertempel ditembok yang digunakan warga untuk mengalirkan sisa air tetis untuk mengisi kolam ikan. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakal)

Dari ratusan kilogram ikan yang telah dipanen Surya dkk, saya pun mulai menghitung berapa keuntungan yang mereka dapatkan hanya dengan beternak ikan di selokan. Wah, pasti besar sekali! Namun, Surya dan Novi rupanya justru menggelengkan kepala cepat-cepat.

“Ya sebenarnya belum begitu balik modal karena kami masih awal sekali membangun ini," terang Novi, menghela napas, lalu memandang suaminya. "Masih seputaran untuk membeli pelet (pakan ikan) saja; itu pun kadang masih ada iuran lagi untuk nomboki.”

Kendati belum menangguk keuntungan, Novi agaknya belum pengin menyerah. Oya, pemeliharaan ikan di wilayah tersebut saat ini memang lebih banyak dilakukan para ibu dawis di RT 2. Ada sekitar 30 orang yang bergiliran merawat kolam ikan itu.

“Kami memang bagi tugas setiap hari, siapa memberi makan ikan dan siapa membersihkan kolamnya,” pungkas Novi sembari mendampingi saya melihat-lihat peternakan ikan di selokan kampung tersebut.

Kegiatan yang menarik ya, Millens? Kamu bisa menirunya di sekitar rumahmu juga, kok. Cuman, sebelum memulai, sebaiknya ada komitmen warga yang bisa dipertanggungjawabkan dulu, ya! (Kharisma Ghana Tawakal/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: