BerandaKulinary
Minggu, 28 Apr 2018 07:40

Sarapan Sehat di Pecel Bu Sumo yang Legendaris

Sajian Warung Pecel Bu Sumo yang khas. (inibaru.id/Hayyina Hilal)

Millens, bingung mau cari sarapan di mana? Coba deh ke warung Pecel Bu Sumo di Semarang. Nggak sekadar enak, kuliner legendaris Kota Lunpia ini juga menyehatkan.

Inibaru.id – Berawal dari lapak pecel dalam gendongan Sumodimejo, warung pecel legendaris di Kota Semarang ini berdiri. Kini, warung yang berlokasi di Jalan Kyai Saleh, Semarang, Jawa Tengah tersebut dikenal sebagai tempat kuliner legendaris Kota Lunpia. Siapapun di Semarang pasti nggak asing dengan rasa pecel beraneka lauk yang menjadi menu utama mereka itu. 

Nggak hanya diminati warga lokal, warung pecel yang berdiri pada 1965 itu juga "diburu" orang-orang dari luar kota. Nggak sedikit yang menyengaja mencari warung makan ini saat berkunjung ke Semarang. Hampir tiap hari Warung Pecel Bu Sumo ramai pembeli. Pelanggannya pun beragam. Bahkan, sejumlah artis ibukota dikabarkan pernah mampir ke sini. 

Baca juga:
Kelembutan Getuk Semar dari Karanganyar
Butuh Ketemu Klien di Luar Kantor? Ke My Kopi-O! Saja!

Sumodimejo, empunya Warung Pecel Bu Sumo, memang menekankan untuk menjaga mutu dan kualitas sajiannya tersebut. Bahkan, setelah jatuh ke generasi selanjutnya pun, pedoman itu tetap dipertahankan, hingga kini. Wah, pantas saja tetap eksis sampai sekarang!Sejatinya, nggak ada menu istimewa yang dijual di warung ini. Mereka menyajikan pecel dengan penyajian konvensional, persis laiknya pecel-pecel kebanyakan, yakni beragam sayuran yang disiram bumbu kacang. Satu hal yang istimewa dari warung tersebut adalah konsistensi yang benar-benar mereka  jaga. 

Tugiyah beserta suami, berpose di depan warung pecel Bu Sumo miliknya. (inibaru.id/Hayyina Hilal)

Satu porsi pecel Bu Sumo biasanya terdiri atas nasi yang disajikan bersama pecel dalam satu piring. Seperti pecel pada umumnya, pecel di tempat tersebut berisikan rebusan sayur bayam, kacang panjang, dan tauge. Sayuran tersebut kemudian disiram dengan "si pemeran utama", yakni saus kacang atau biasa disebut bumbu pecel. Hm, maknyus! 

Tugiyah, generasi penerus sekaligus pemilik warung pecel Bu Sumo, mengatakan, nggak ada resep khusus dalam warung pecel yang kini dikelolanya tersebut.

“Betul, nggak ada resap khusus, hanya mengandalkan resep biasa dan kekuatan tangan dalam meracik bumbu pecel,” kata dia.

Camilan untuk teman makan pecel di warung Pecel Bu Sumo. (inibaru.id/Hayyina Hilal)

Buah Tangan

Dibutuhkan waktu sekurangnya 2-3 jam untuk membuat bumbu pecel di warung Bu Sumo. Begitu melegendanya Warung Pecel Bu Sumo, nggak sedikit orang yang membawa bumbu pecel tersebut sebagai buah tangan. Bahkan, banyak yang membawanya untuk bekal ke luar negeri seperti Belanda, Australia, hingga Arab Saudi. Wah, go international! He-he.

Nah, buat kamu yang pengin ke warung pecel tersebut tapi terlalu jauh dari Jalan Kyai Saleh, Warung Pecel Bu Sumo juga membuka cabang di beberapa tempat, di antaranya daerah Gombel, Jatisari, Fatmawati, hingga Puri Anjasmoro. Rasa pecel di tempat-tempat tersebut sama kok karena dikelola langsung kelima anak Bu Sumo. 

Warung Pecel Bu Sumo buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB, jadi kalau pengin sarapan di sini, bisa banget, Millens! Namun, jangan datang kesorean ya. Meski biasa tutup pukul 16.00, terkadang warung tersebut bisa tutup lebih awal kalau bahan-bahan yang dijual sudah habis sebelum waktunya.

Para pelanggan yang menyantap sarapan di warung Pecel Bu Sumo. (inibaru.id/Hayyina Hilal)

Seporsi pecel plus nasi hangat dibanderol dengan harga Rp 7.000. Yang menarik dari warung pecel tersebut adalah pilihan lauknya yang banyak. Beberapa lauk yang lazim dipesan pembeli di antaranya telur, mangut, daging, dan babat.

Baca juga:
Kriuk Lanting Cilacap untuk Camilan Santai
Si Imut Cenil untuk "Senam Mulut"

Pecel plus telur dihargai Rp 10 ribu, sedangkan kalau dengan mangut menjadi Rp 14 ribu. Sementara, kalau pesan pecel plus daging, termasuk babat, kamu cukup membayar sejumlah Rp 17 ribu. Murah, bukan? 

Jadi, Millens, kalau kamu bingung mau sarapan di mana, datang saja ke sini. Ajak pacar, teman, sahabat, atau keluargamu ya. Sarapan bersama pasti lebih nikmat, sehat lagi! (Hayyina Hilal/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: