BerandaHits
Senin, 8 Mar 2026 13:01

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

Pertemuan pihak korban dan pelaku pengeroyokan mahasiswa Undip terkait dugaan kasus pelecehan seksual. (Inibaru.id/ Sundara)

Kasus pengeroyokan mahasiswa Undip yang dituduh melakukan pelecehan seksual berakhir damai setelah kampus memfasilitasi pertemuan korban dan pelaku; dengan jalur restorative justice sebagai pilihan penyelesaian kekeluargaan.

Inibaru.id - Kasus pengeroyokan mahasiswa Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berinisial A yang viral di medsos baru-baru ini berakhir damai. Keputusan diambil setelah pihak kampus memfasilitasi pertemuan korban-pelaku yang diwakili kuasa hukum keduanya.

Berlangsung di Ruang Sidang Besar FIB Undip pada Jumat (6/3/), pertemuan kedua belah pihak berlangsung dengan baik. Komunikasi yang dimoderatori para pimpinan fakultas berjalan cukup kondusif.

Meski kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan oleh Polrestabes Semarang, kedua belah pihak yang diwakili kuasa hukum korban dan pelaku pada akhirnya menyepakati untuk membuka jalur restorative justice, yang diumumkan nggak lama setelah pertemuan berakhir.

"Pertemuan kami intinya agar permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Jad,i tidak ada lagi nanti kekerasan yang berlanjut," ucap kuasa hukum korban Zaenal Petir. "Kami sepakat melakukan perdamaian dan nanti akan Undip fasilitasi. Kalau perlu, bersama-sama untuk duduk bersama di Polrestabes."

Tetap Menuntut Keadilan

Zaenal menegaskan, meski memutuskan untuk berdamai dengan para pelaku, korban tetap menuntut keadilan. Perlu diketahui, akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami trauma, luka serius di beberapa titik, serta patah batang hidung dan gegar otak.

"Korban ingin ada rasa keadilan. Dia trauma dan mengalami cedera cukup berat," lontarnya.

Bentuk keadilan itu nantinya akan dirumuskan bersama oleh para kuasa hukum. Zaenal juga membuka kemungkinan pencabutan laporan jika restorative justice dijalankan sesuai aturan hukum.

"Nanti tim akan merumuskan rasa keadilan yang harus dilakukan. Jika restorasi justice terjadi, penyelesaian bisa mengikuti aturan kepolisian," tegasnya.

Sementara itu, dari segi pelaku, salah seorang kuasa hukum mereka, Wahyu Rudi Indarto, mengatakan bahwa tujuan semua pihak adalah sama, yakni menyelesaikan kasus secara damai.

"Kami punya visi yang sama. Langkah berikutnya tentu harus dikonsultasikan dengan klien masing-masing," paparnya.

Undip Bentuk Dua Tim Khusus

Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi menyebutkan, selain memfasilitasi upaya mediasi, pihak kampus akan tetap menjalankan proses internal.Terkait hal ini, Undip telah membentuk dua tim khusus untuk menangani aspek berbeda dalam kasus ini.

"Yang pertama Tim Etik; untuk menyelidiki dugaan penganiayaan. Yang kedua adalah Satgas Kekerasan Seksual yang nanti terutama untuk menampung laporan yang kemarin sudah keluar di media terkait dugaan kasus pelecehan seksual," jelas Nurul.

Kedua tim tersebut kini sedang bekerja keras mendalami laporan peristiwa yang berbeda. Pihak kampus meminta masyarakat untuk memberi waktu sedikit lebih lama bagi tim internal untuk menyelesaikan investigasi ini.

"Hasil resminya nanti akan diumumkan. Sejauh ini di kami sudah ada di media, ada tiga (korban pelecehan seksual). Kita hormati saja, beri waktu untuk mereka (tim) bekerja dan tunggu hasilnya," tandasnya.

Apakah jalur damai ini pilihan yang tepat, Gez? Saatnya restorative justice dicoba ya. Semoga korban mendapatkan keadilan! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Congklak, Permainan Tradisional Tertua yang Kini Mulai Dilupakan

29 Mei 2026

Mengenal Thudong, Perjalanan Spiritual Para Biksu yang Selalu Mencuri Perhatian Saat Waisak

31 Mei 2026

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: