BerandaPasar Kreatif
Senin, 8 Mar 2026 15:01

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

Suasana Bazar Prevoled Sintas di kantor LRCKJHAM Kota Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Bazar Preloved Sintas LRCKJHAM menjadi aksi sosial untuk membantu pemulihan perempuan korban kekerasan melalui penjualan baju bekas dengan harga terjangkau.

Inibaru - Maimunah bersama suami dengan sukarela menembus kemacetan jalur protokol Kota Semarang untuk menuju Kantor Legal Resources Center untuk Keadilan Gender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) di bilangan Kauman, Kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, pada Jumat (6/3/2026).

Tujuan keduanya satu, yakni untuk membeli beberapa pakaian bekas di Bazar Prevoled Sintas yang digelar LRC-KJHAM hari itu. Selain item-item koleksinya yang menarik, mereka tergerak menyambangi bazar ini lantaran mengetahui bahwa tujuan utama dari event tersebut adalah untuk membantu korban kekerasan.

Bagi sebagian orang, pakaian bekas mungkin sekadar barang lama yang sudah jarang dipakai, tapi di bazar ini, ia berubah menjadi secercah cahaya yang akan membantu para perempuan korban kekerasan bangkit kembali.

Yap, Bazar Preloved Sintas memang digagas untuk mendukung pemulihan perempuan korban kekerasan. Dana yang terkumpul dari penjualan pakaian bekas tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan akomodasi para perempuan yang sedang menjalani proses pemulihan.

Berempati pada Korban

Setiba di lokasi, Maimunah nggak butuh waktu lama untuk menentukan pilihannya. Dari deretan pakaian yang digantung di teras, dia mengambil dua busana muslim untuk suaminya dan satu gamis untuk dirinya, yang seluruhnya ditebus dengan mahar Rp75 ribu.

"Sesekali saya membeli pakaian untuk lebaran di Preloved Sintas. Saya ikut berempati dengan para korban (kekerasan)," ucap Maimunah. "Saya juga merupakan penyintas yang pernah didampingi LRC-KJHAM sejak tahun 2000."

Harga pakaian di Bazar Prevoled Sintas juga cukup terjangkau. (Sundara/Inibaru.id)

Perempuan berusia 68 tahun ini mengatakan bahwa tujuan membeli pakaian bekas di bazar tersebut bukanlah untuk sekadar berbelanja, tapi ada rasa solidaritas yang ingin ia wujudkan untuk membantu para perempuan yang sedang berjuang bangkit dari pengalaman kekerasan.

"Kami berharap bisa saling membantu sesama teman, terutama para perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Semoga mereka bisa segera pulih dan mendapatkan perlindungan. Intinya, kami ingin saling membantu," terangnya seraya tersenyum.

Kampanye Hari Perempuan

Quality Development LRC-KJHAM Nur Laila Hafidhoh menyampaikan, Bazar Preloved Sintas ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan menjelang kampanye Hari Perempuan Internasional. Digelar pada 3-6 Maret, pembelian pakaian preloved tetap bisa dilakukan masyarakat meski bazar telah berakhir.

"Bazar ini berawal dari situasi kasus kekerasan terhadap perempuan yang dari tahun ke tahun menunjukkan kenaikan," paparnya. "Data LRC-KJHAM menunjukkan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan juga masih cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir."

Berdasarkan data dari LRC-KJHAM, angka kekerasan terhadap perempuan pada 2023 tercatat sebanyak 93 kasus, lalu meningkat menjadi 102 kasus pada tahun berikutnya. Alih-alih berkurang, angka kasus kekerasan kembali meningkat pada 2025, menjadi 117 kasus.

Laila menuturkan bahwa korban kekerasan yang menempuh jalur hukum kerap menghadapi berbagai tantangan. Nggak hanya tekanan psikologis, mereka juga harus menanggung sejumlah biaya yang nggak sedikit selama proses pemulihan.

Nggak Semua Layanan Gratis

Menurut penuturan Laila, aksi sosial yang dimulai pada 2021 ini dibuat lantaran masih ada layanan untuk korban kekerasan yang nggak dibiayai pemerintah. Berdasarkan pengalaman LRC-KJHAM, pemeriksaan kehamilan korban nggak dicover.

"Bahkan, masih ada korban yang harus membayar biaya visum," jelasnya.

Perlu kamu tahu, kasus kekerasan yang ditangani LRC-KJHAM cukup beragam, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, hingga kekerasan seksual berbasis elektronik. Korbannya nggak hanya perempuan dewasa, tapi juga anak-anak.

Maimunah membeli beberapa pakaian untuk mendukung pemulihan korban kekerasan. (Sundara/Inibaru.id)

Laila mengungkapkan, sebagian besar kasus itu memiliki relasi dengan pasangan intim, seperti suami atau pacar, sebagai pelakunya. Maka, selain penyelesaian kasus, tantangan lain yang dihadapi adalah terkait pemenuhan hak, baik untuk korban itu sendiri maupun para pendampingnya

"Jadi, bazar ini tidak hanya tentang jual beli. Ada tiga manfaat utama, yakni dari sisi sosial, lingkungan, dan ekonomi. Dari sisi sosial, seperti disebutkan sebelumnya, hasil penjualan digunakan untuk mendukung kerja pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan," bebernya.

Dijual dengan Harga Terjangkau

Dari sisi lingkungan, penggunaan pakaian preloved membantu mengurangi limbah tekstil. Sementara, dari sisi ekonomi, pakaian dijual dengan harga terjangkau, dengan harga maksimal nggak lebih dari Rp75 ribu. Laila mengatakan, beberapa item bahkan dijual dengan diskon 100 persen alias gratis.

Sejauh ini, bazar tersebut cukup menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari aktivis hingga masyarakat sekitar. Banyak yang datang untuk berburu pakaian murah, tapi jauh lebih banyak yang memiliki maksud lain, yakni untuk menunjukkan solidaritas terhadap para penyintas kekerasan.

"Kami sebagai organisasi masyarakat sipil mengajak masyarakat untuk saling membantu dan mendukung. Masyarakat yang mungkin tidak bisa mendampingi korban secara langsung tetap bisa berkontribusi dengan berdonasi atau membeli pakaian preloved," tandasnya.

Melalui bazar sederhana ini, siapa pun jadi bisa ikut berpartisipasi dalam mendukung pemulihan perempuan korban kekerasan. Gerakan yang menarik ya, Gez? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: