BerandaHits
Senin, 8 Mar 2026 11:01

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

Ilustrasi: Minum air hangat. (Almaata.ac.id)

Katanya, dengan minum air hangat, pencernaan jadi lebih aktif dan lancar, lalu bikin berat badanmu turun deh. Beneran nggak, ya?

Inibaru.id - Belakangan ini, tren kesehatan di media sosial semakin banyak yang ada-ada saja. Bermunculan klaim sederhana tapi menggoda untuk dicoba. Contohnya, ada klaim bahwa dengan cukup minum segelas air hangat setiap hari, berat badan bisa turun.

Bonus dari aktivitas ini nggak main-main. Konon, kulit bakal jadi lebih bersih, sakit tenggorokan reda, sampai kram menstruasi berkurang. Kedengarannya praktis, murah, dan sehat banget. Tapi pertanyaannya: ini beneran fakta medis atau cuma mitos yang keburu viral?

Kalau ditarik ke penjelasan ilmiah, minum air hangat sebenarnya aman-aman saja dan memang bisa bikin tubuh terasa lebih nyaman. Tapi efek “ajaib” yang sering dikaitkan dengannya belum tentu berasal dari suhu airnya. Banyak ahli justru menekankan bahwa manfaat utama datang dari kebiasaan minum air adalah menghidrasi tubuh, dan nggak terkait dengan suhu air yang kita minum.

Beberapa laporan kesehatan, termasuk yang dibahas oleh Science Alert menyebutkan bahwa air dalam suhu apa pun sangat penting untuk fungsi tubuh. Hidrasi membantu pencernaan, kerja ginjal, sirkulasi darah, hingga pengaturan tekanan darah. Bahkan ada penelitian terbaru yang menunjukkan kurang minum air bisa membuat seseorang lebih sulit mengelola stres harian.

Nah, soal menurunkan berat badan. Sampai sekarang, belum ada penelitian berkualitas tinggi yang membuktikan minum air hangat saja bisa langsung membakar lemak atau menurunkan bobot tubuh secara signifikan. Memang benar, minum air sebelum makan bisa membantu rasa kenyang dan mengurangi konsumsi minuman manis tinggi kalori. Tapi efek ini berlaku untuk air dingin, air dengan suhu ruang, maupun air hangat. Jadi yang berperan adalah kebiasaan minumnya, bukan suhunya.

Minum air hangat disebut-sebut bisa membantu menurunkan berat badan. (Shutterstock)

Ada juga anggapan air hangat “melancarkan pencernaan” sehingga bikin kurus. Beberapa studi kecil memang menemukan air hangat bisa merangsang gerakan usus. Tapi efeknya ringan dan sama sekali nggak sampai mempengaruhi mekanisme pembakaran lemak. Kalau berat badan turun setelah rutin minum air hangat, kemungkinan besar karena pola makan jadi lebih terkontrol, bukan karena airnya hangat.

Untuk sakit tenggorokan, barulah suhu punya peran nyata. Cairan hangat bisa membantu meredakan iritasi, melonggarkan lendir, dan memberi rasa nyaman. Tapi air hangat ini bukan obat yang menyembuhkan infeksi karena hanya membantu mengurangi gejala.

Soal kulit bersih dan “detoks”, ini juga sering disalahpahami. Tubuh sudah punya sistem pembersih alami lewat hati dan ginjal. Minum cukup minum air memang membantu menjaga kulit tetap lembap dan elastis, tapi tidak ada bukti bahwa air hangat punya efek khusus dalam hal membersihkan racun.

Begitu juga dengan kram menstruasi. Kompres hangat dari luar tubuh terbukti membantu merelaksasi otot. Namun, minum air hangat saja belum terbukti secara ilmiah mengurangi nyeri haid.

Lalu kenapa mitos ini tetap populer? Jawabannya sederhana: minuman hangat terasa menenangkan, bikin orang minum lebih banyak, dan sering jadi bagian dari rutinitas sehat. Pengalaman pribadi yang terasa “berhasil” pun cepat menyebar di media sosial, seolah-olah itu bukti ilmiah.

Kesimpulannya, minum air hangat bukan hal buruk. Tapi kalau berharap berat badan turun drastis hanya dari segelas air hangat tiap pagi, sebaiknya turunkan ekspektasimu. Kunci kesehatan tetap ada di hidrasi cukup, pola makan seimbang, dan gaya hidup aktif. Air hangat boleh jadi teman, tapi bukan jalan pintas menuju tubuh ideal. Setuju, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: