BerandaKulinary
Selasa, 18 Jun 2018 12:35

Jumbreg Paciran, Jajanan Legit Khas Pantura

Jumbreg legit dan bertekstur kenyal khas Paciran, Lamongan, Jawa Timur. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Jika kamu mudik melalui jalur pantura Jawa, mampirlah untuk membeli jajanan tradisional ini. Namanya Jumbreg, jajan kenyal dan legit ala Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Inibaru.id - Bentuknya panjang laiknya terompet berbahan daun lontar. Jumbreng namanya. Hampir mirip penganan dumbeg dari Rembang, Jawa Tengah, jajanan khas dari Paciran, Lamongan, Jawa Timur, ini berbentuk lebih panjang. Ia banyak dijumpai di pinggir jalan saat arus mudik-balik Lebaran seperti sekarang ini.

Jumbreng memiliki rasa yang legit dengan tekstur lumayan kenyal. Kalau kamu sempat melintas di wilayah pesisir Lamongan, tepatnya di Kecamatan Paciran, mampirlah untuk membeli buah tangan khas dari kabupaten berjuluk Kota Lele ini. Jajanan tersebut banyak dijual di pinggir jalan.

Di balik bentuknya yang sederhana, jumbreng rupanya bukanlah penganan biasa saja. Dibutuhkan keuletan pembuatnya untuk membuat kue tradisional ini bercita rasa istimewa. Fadhila, penjual jumbreg yang sudah berkiprah selama 28 tahun, berujar, dibutuhkan waktu berjam-jam untuk membuat jumbreng yang sempurna.

"Butuh waktu 25 menit untuk 'sekadar' mengaduk tepung beras dengan santan. Kemudian, butuh waktu 30 menit untuk memasak sirup gula (merah) siwalan dengan sedikit air di atas tungku kayu bakar," jelas Fadhila.

Untuk menghemat waktu, lanjutnya, kedua adonan itu dimasak secara bersamaan dalam tungku yang berbeda. Adapun sirup yang digunakan sengaja memakai sirup gula merah dari pohon siwalan agar memiliki cita rasa yang khas.

Jumbreg dililit dengan daun lontar dan dibentuk kerucut berukuran 25 cm. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Fadhila menuturkan, setelah mendidih, sirup gula merah harus segera dituangkan pada adonan tepung beras dan santan yang yang juga sudah bercampur rata. Agar memiliki tekstur yang kenyal, adonan jumbreng itu kemudian ditambahi tepung tapioka. Setelah itu, semua adonan diaduk hingga rata.

Adonan yang sudah siap segera dituang ke dalam daun lontar yang telah dibentuk menjadi kerucut menyerupai trompet dengan ukuran sekitar 25 sentimeter. Proses terakhir, kukus adonan dalam bungkus daun lontar itu sekurangnya 30 menit hingga benar-benar matang.

Murah Meriah

Pada hari biasa, Fadhila mengaku hanya menyediakan jumbreng sebanyak 50 buah. Namun, pada musim mudik-balik Lebaran seperti sekarang ini, dia harus menyediakan seenggaknya 200-300 buah. Satu jumbreng dia hargai sebesar Rp 3.500.

Salah satu pembeli melakukan transaksi setelah memborong Jumbreg. (Inibaru.id/Hayyina Hilal)

Selain jumbreg, Fadhila juga menyediakan es dawet, legen, dan siwalan sebagai teman makan jumbreng. Harga makanan dan minuman tradisional itu juga cukup terjangkau. Hm, murah meriah!

Kedai Fadhila dan kawan-kawannya berada di tepi Jalan Raya Daendels, Paciran, tepatnya di wilayah pantai sebelum Wisata Bahari Lamongan (WBL). Jadi, selain menikmati penganan tradisional ini, kamu juga bisa menepi sejenak di bibir pantai Paciran. Istimewa! (Hayyina Hilal/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: