BerandaKulinary
Kamis, 6 Feb 2019 13:19

Tren Kuliner Berkeju: Bisakah Semua Menu Dipadukan dengan Keju?

Crispy Chicken Mozzarella. (Realsimple)

Sejak beberapa waktu yang lalu, keju menjadi bahan campuran yang tren di kalangan pengusaha kuliner. Selain dianggap membuat makanan lebih enak, keju juga dinilai mampu menciptakan bentuk makanan baru. Benarkah selalu begitu?

Inibaru.id - Keju, siapa tak mengenalnya? Berbagai sumber bersepakat bahwa keju sudah ada sejak sangat lama. Ada yang bilang keju ditemukan di Timur Tengah, meski tak sedikit yang memercayai, berdasarkan karya Homerus dalam mitos Odyssey, olahan susu itu, dalam Mitologi Yunani, ditemukan oleh Aristaeus.

Namun, kebudayaan Romawi-lah yang kemudian dikenal mengembangkan keju melalui proses pematangan dan penyimpanan. Keju dan seni pembuatannya itu lalu mereka bawa ketika menaklukkan Gaul, yang wilayahnya kini dikenal sebagai Prancis dan Inggris.

Cheddar cheese, salah satu keju paling populer di Britania Raya asal Desa Cheddar, Somerset, Inggris. (Thinkstock/ Bhofack2)

Semula keju dibuat seragam, tapi kejatuhan Kekaisaran Romawi justru menjadikan keju kian variatif. Biolog Jerman Ferdinand Cohn kemudian menemukan fakta bahwa pematangan keju adalah melalui mikroorganisme. Riset pun terus dilakukan, yang kemudian menjadikan pembuatan keju semakin mudah.

Kini, keju menjadi salah satu bahan makanan paling populer sejagat. Mungkin hampir tak ada makanan yang tak cocok dipadukan dengan bahan makanan yang digunakan Hippocrates untuk mengatasi peradangan ini. Siapa yang bisa menolaknya?

Agung Nugroho adalah salah seorang penggemar keju yang selalu tertantang untuk menjajal pelbagai kuliner dengan bahan tersebut. Dosen di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang itu beberapa kali mencoba sejumlah menu, di antaranya ayam pedas bumbu keju hingga bakso keju.

"Ya, keju bikin makanan tambah enak," ujar dia.

Macam-macam keju. (Avoskinbeauty)

Sebaliknya, Rizka Auliana, yang juga menyukai keju, mengaku tak tertarik untuk bereksperimen dengan makanan berkeju yang "aneh". Kendati menjadikan keju sebagai makanan favoritnya, dia beranggapan bahwa nggak semua penganan dengan keju enak di lidah.

“Saya nggak suka dengan mi rebus yang dikasih keju, menurut saya itu aneh,” kata Rizka.

Keju dan Selera Masyarakat

Bicara soal rasa, menikmati keju tentu kembali pada selera masing-masing lidah. Namun, selama tren ini masih bertahan, selama itu pula pengusaha kuliner akan memanfaatkan peluang.

Yosef Ricky Raynaldi, Savoury Ribs & Coffee Semarang, mengaku tren makanan berkeju akan mengalami masa sepi peminat dan tergantikan dengan tren baru. Kendati begitu, bukan nggak mungkin kalau tren ini akan muncul lagi suatu saat.

Dia berkesimpulan, keju memang nggak bisa diaplikasikan pada semua makanan. Ricky, panggilan karibnya, pernah mencoba menambahkan keju dalam iga bakar buatannya. Alih-alih menjadi menu inovatif, kreasi kuliner itu justru sepi peminat.

Memadukan keju dalam makanan. (Shutterstock/Anna Levan)

Menurutnya, ini karena iga bakarnya menggunakan pelbagai jenis rempah-rempah, dan hal tersebut kurang cocok dipadukan dengan keju.

“Kalau iga bakarnya nggak mengandung banyak rempah-rempah seperti iga bakar khas western food, mungkin bisa lebih diterima,” ucap Ricky.

Kendati begitu, tak bisa dimungkiri bahwa sentuhan keju telah berhasil menjadikan sejumlah menu kuliner tampak lebih kaya rasa, terlihat modern, dan bahkan "naik kelas".

Ricky mengakui, tren keju telah menghasilkan inovasi-inovasi baru. Berdasarkan pengamatannya, makanan yang semula tampak aneh pun ternyata bisa diterima dengan baik, bahkan disukai.

Creamy macaroni rumahan dengan paduan keju. (Seasonsandsuppers)

Setali tiga uang, Ninik Sulistyawati selaku pemilik Seoul Chicken Resto, pun bersepakat dengan inovasi yang tercipta dari tren keju-kejuan tersebut. Bagi dia, keju membuat rasa makanan tambah gurih.

Hm, inovasi makanan dengan paduan keju sepertinya memang perlu dilakukan. Siapa tahu "kebetulan-kebetulan" itu bakal menghasilkan menu baru yang brilian. Bukankah konon Aristaeus menemukan keju juga secara kebetulan, setelah mendapati simpanan susu domba milik raksasa bermata satu (kiklops) Polifemus? (Artika Sari/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: