BerandaKulinary
Selasa, 22 Okt 2018 16:23

Nonton Seniman "Bule" Bikin Makanan Khas Negara Asal Mereka di Kampung Kepek

Pengunjung melihat seniman bule yang sedang memasak. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Bagaimana jadinya kalau seniman luar negeri memasak di suatu kampung dan dikelilingi warga? Hm, bakal seperti ini nih!

Inibaru.id – Memasak makanan kesukaan di bawah rindang pepohonan bambu terlihat syahdu ya, Millens. Namun, kalau saat memasak, kamu dikelilingi warga kampung yang aktif bertanya tentang masakan bahkan berebut mencicipi masakan bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi, latar belakangmu bukan koki sungguhan.

Yap, itulah gambaran acara “When Puppeteers Cook” yang diadakan di Desa Kepek, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Dalam acara yang termasuk rangkaian Pesta Boneka #6 ini setidaknya ada 29 kelompok seniman dari 16 negara ikut memasak bersama. Mereka yang dikelompokkan berdasarkan negara asal wajib menyajikan masakan khas dan memasaknya langsung di sana.

Sebelum memasak, mereka terlebih dulu berbelanja di pasar tradisional. Didampingi panitia, mereka mencari bahan-bahan yang diperlukan untuk memasak. Setelah mendapat bahan masakan, mereka langsung ke tempat acara dan memulai memasak.

Para seniman berbelanja di pasar tradisional sebelum memasak di acara "When Puppeteers Cook". (Instagram/@pesta_boneka)

Saat saya datang, para “koki” baru mulai memasak. Ada yang memarut timun, memotong tomat, ada juga yang membuat adonan pasta.

Dari anak kecil hingga simbah-simbah tampak hadir di sana. Sebagian dari mereka ada yang mendekat ke stand masing-masing. Ada yang menata panggung, ada juga yang hanya melihat dari kejauhan.

Sejumlah pengunjung duduk di panggung sambil melihat para seniman memasak dari kejauhan. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

“Ini kan sudah tiga kali, ya. Senang begitu lihatnya. Selalu penasaran dengan masakan-masakan mereka, apalagi, kan mereka bule, ya,” ujar Lia, salah seorang pengunjung.

Mereka yang melihat dari dekat, beberapa mengajukan pertanyaan kepada seniman-seniman itu. Namun, beberapa yang lain hanya diam dan memperhatikan para “koki”. Alasan mereka bermacam-macam, ada yang karena pengin mengamati, ada juga yang diam karena nggak terlalu pintar berbahasa Inggris, seperti saya. He-he

Pengunjung memperhatikan seniman bule memasak. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Semakin siang, semakin banyak pula yang datang. Sebagian masakan pun sudah matang. Tentu masakan mereka sangat beragam, mulai dari mango sticky rice, eggplant caviar, sampai kari khas negara masing-masing. Namun, ada juga yang hanya membuat roti selai dan rujak buah.

Ya, panitia memang nggak menentukan masakan apa yang harus dibuat. Mereka boleh membuat dessert, main course, atau sekadar camilan.

“Kalau saya ke luar negeri, hal pertama yang saya cari ya makanan Indonesia. Saya juga sering memasakkan makanan Indonesia untuk teman-teman di sana. Nah, dari makanan itu kita malah bisa klop dan ngomong apa saja. Jadi, saya pikir lucu juga kalau para seniman itu masak makanan khasnya. Lalu jadilah acara ini,” kata ketua Pesta Boneka Maria Tri Sulistyani atau yang lebih dikenal dengan Ria Papermoon itu.

Suasana acara "When Puppeteers Cook". (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Salah seorang seniman yang ikut memasak Heiko mengaku senang dengan acara ini.

“Saya sangat menikmati acara ini, memasak dikelilingi orang-orang. Menyenangkan. Di Indonesia sayur dan buahnya juga beragam, nggak seperti di negara asal saya,” terang seniman asal Jerman ini.

Satu kalimat untuk acara ini, riweuh tapi asyik. Para seniman bule itu sukses menyajikan masakan di kampung Kepek. Hm, pasti bakal kangen dengan masakan mereka, nih! (Ida Fitriyah/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: