BerandaIslampedia
Selasa, 23 Okt 2017 23:44

Siapakah Santri Itu?

Santri Baca Kitab Kuning (Twitter/@nu_online)

Banyak pendapat tentang kata “santri”. Tapi semua pendapat itu sepakat bahwa santri adalah orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya.

Inibaru.id – Nama santri sedang sangat moncer seturut peringatan besar-besaran Hari Santri, 22 Oktober lalu. Tapi sebenarnya istilah santri, juga pesantren, bukan kata baru dalam kosakata kita.

Siapa sebenarnya “santri”?

Kata “santri” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti:  (1) orang yang mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh (orang yang saleh); (3) Orang yang mendalami pengajiannya dalam agama Islam dengan berguru ke tempat yang jauh seperti pesantren dan lain sebagainya.

Baca juga: Masjid, Langgar, dan Musala, Apa Bedanya?

Ada tiga makna “santri” yang pada akhirnya muncul beberapa asumsi mengenai pengertiannya. Hafizhuddin, S.Pd.I dalam blognya  hafizhuddin30.wordpress.com menulis, ada pendapat bahwa “santri” adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu sun dan three yang artinya “tiga  matahari”. Matahari adalah titik pusat tata surya berupa bola berisi gas yg mendatangkan terang dan panas pada bumi pada siang hari. Seperti kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa batas. Matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya dilakukan secara ikhlas oleh matahari.

Namun maksud “tiga matahari” dalam kata sun-three adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan dipelajari dipesantren menjadi seorang santri yang dapat beriman kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan Islam, dan dapat berbuat ihsan kepada sesama.

Hanya saja, belum ada kesepakatan. Ada yang menyebut, santri diambil dari bahasa Tamil yang berarti “guru mengaji” menurut Prof Dr Zamakhsyari Dhofier yang mengutip pendapat Prof Johns. Ada juga yang menilai kata santri berasal dari kata India “shastri” yang berarti “orang yang memiliki pengetahuan tentang kitab suci”. Ini adalah pendapat CC Berg.

Selaras dengan Berg, Cliford Geertz menduga, bahwa pengertian “santri” mungkin berasal dan bahasa Sanskerta “shastri”, yang berarti ilmuwan Hindu yang pandai menulis, yang dalam pemakaian bahasa modern memiliki arti yang sempit dan arti yang luas. Dalam arti sempit, ialah seorang pelajar yang belajar di sekolah agama atau yang biasa disebut pondok pesantren.

Baca juga: Mengenal Islam Tua di Lenganeng

Dalam arti yang lebih luas, “santri” mengacu pada bagian anggota penduduk Jawa yang menganut Islam dengan sungguh-sungguh, yang bersembahyang ke masjid pada hari Jumat, dan sebagainya. Sedangkan Soegarda Poerbakawatja menyatakan bahwa tradisi pesantren itu bukan berasal dan sistem pendidikan Islam di Makkah, melainkan dari Hindu dengan melihat seluruh sistem pendidikannya bersifat agama, guru tidak mendapat gaji, penghormatan yang besar terhadap guru dari para murid yang keluar meminta-minta diluar lingkungan pondok. Juga letak pesantren yang didirikan di luar kota dapat dijadikan alasan untuk membuktikan asal-usul pesantren dari Hindu dan pendapat serupa dikemukakan juga oleh Van Bruinessen.

Selain itu, Nurkholis Madjid meyakini bahwa kata “santri” berasal dari kata “cantrik” (bahasa Sansekerta atau Jawa), yang berarti orang yang selalu mengikuti guru.

Masih banyak pendapat lain. Intinya,semua pendapat merujuk ke hal yang hampir serupa bahwa seseorang yang mendalami ilmu agama (Islam) dan mengamalkannya sungguh-sungguh bisa disebut santri. (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Mi Ayam Ceker Pak Kawit yang Melegenda di Pusat Kota Semarang

16 Jan 2026

Rupiah Masuk Daftar 5 Besar Mata Uang Terlemah di Dunia

16 Jan 2026

Kembali Didera Banjir, Warga Desa Wonorejo Memilih Bertahan di Rumah

16 Jan 2026

Bertahan dalam Banjir; dari Alasan Merawat Ternak hingga Menjaga Anggota Keluarga

16 Jan 2026

Yuk, Intip Tradisi Leluhur 'Nabung' Air Hujan yang Mulai Terlupakan

16 Jan 2026

Jateng Nol Desa Sangat Tertinggal, Kini Ribuan Berstatus Mandiri dan Maju!

16 Jan 2026

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: