BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 3 Jul 2021 08:00

Para Penyapu Jalan: Pahlawan Tanpa Nama, Penjamin Kebersihan Kota

Di balik bersihnya jalanan Kota Semarang, ada mereka yang harus berjalan ratusan meter dan beradu dengan cuaca. (Inibaru.id/Bayu N)

Tanpa jasa mereka, kotamu mungkin nggak bakal sebersih sekarang. Apa yang dilakukan para penyapu jalanan ini jelas sekali begitu kentara. Namun, tahukah kamu salah satu nama saja di antara para pahlawan jalanan ini?

Inibaru.id - Bercelana atau rok panjang, baju juga lengan panjang; Bertopi atau mengenakan penutup kepala, lalu membelit muka dengan kain hingga hanya mata saja yang terlihat, begitulah para penyapu jalanan ini biasa berkostum. Ke mana-mana, mereka menenteng sapu lidi dan pengki.

Di kota-kota besar, tugas mereka begitu kentara. Namun, agaknya hampir nggak ada orang lewat yang tertarik mengenal mereka, bahkan untuk sekadar menyapa namanya, padahal mereka ada. Salah satunya adalah Handayani, yang kebagian menyapu di sekitar Jalan Srirojudin, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Sudah empat tahun dia menjadi penyapu jalan di lokasi yang masih masuk lingkungan Universitas Diponegoro Semarang tersebut. Namun, saat saya bertanya pada beberapa mahasiswa yang kebetulan melintas di jalan tersebut, mereka mengaku nggak tahu nama perempuan berjilbab ini. See?

Handayani memang biasa ditugaskan menyapu daerah Tembalang. Setiap harinya, dia mulai bekerja mulai pukul 05.00 hingga 14.00 WIB. Selama itu, dia diharuskan menyapu hingga ratusan meter di kedua sisi jalanan.

Meski terdengar melelahkan, saat saya temui, perempuan yang juga tinggal di daerah Tembalang itu masih terlihat bertenaga, padahal saat itu sudah bekerja hampir tujuh jam dia bekerja.

"Ya, gimana, dinikmati saja, Mas!" tutur Handayani singkat, tanpa menghentikan kegiatannya menyapu sampah di jalan. "Sebetulnya, kaki agak capai. Cuman, kalau bayangin keluarga di rumah, jadi nggak terasa,” lanjutnya setelah selesai mengatur napas.

Profesi Resmi

Supaya sampah nggak menumpuk, para penyapu jalanan hanya diberi libur selama dua hari dalam sebulan. (Inibaru.id/Bayu N)

Oya, perlu kamu tahu, penyapu jalan seperti Handayani merupakan profesi resmi yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Tugas utamanya adalah membersihkan jalanan kota dari kotoran-kotoran seperti plastik, rerontokan dedaunan, dan lainnya.

Hanya menyapu. Orang-orang mungkin berpikir ini merupakan pekerjaan yang ringan. Namun, kalau mengikuti keseharian mereka, yakinlah kamu bakal merasakan gimana melelahkannya hari-hari mereka.

Seorang penyapu jalan harus bersedia berhadapan dengan terik matahari dan derasnya hujan yang bisa turun kapan saja, karena tempat mereka beroprasi adalah alam terbuka. Sulit? Tentu saja! Handayani yang sudah menjalani profesi ini bertahun-tahun pun masih sering mengeluh.

"Yang susah itu kalau hujan. Kan harus pakai jas hujan segala. Tanah juga jadi basah, kotorannya pada nempel ke sapu,” terangnya. Dia tampak mengeluh, tapi sepertinya menerima saja, terlihat dari senyumnya yang tetap renyah sembari bercerita.

Hingga kini, Handayani bahkan kadang masih nggak bisa beradaptasi dengan lingkungan kerjanya saat matahari begitu menyengat. Kendati sudah dibekali topi, terik surya tetap menyulitkan pekerjaannya. Kepalanya kerap pusing, yang mau nggak mau memaksanya menjeda pekerjaan.

Dijalani, Bukan Dikeluhkan

Pak Rohani, usia tujuh puluh masih tetap semangat membersihkan jalanan. (Inibaru.id/Bayu N)

Berbeda dengan Handayani yang mengeluhkan cuaca, Rohani justru lebih mengeluhkan rasa lelah yang acap melingkupinya. Maklum, usia lelaki yang biasa menyapu di Jalan RA Kartini Semarang ini memang sudah menginjak 70-an tahun.

Perihal cuaca, Rohani yang telah menjalani profesi penyapu jalan selama 15 tahun itu tentu sudah kebal. Namun, waktu memang telah menggerogotinya, membuatnya nggak seperkasa dulu. Mudah sekali capai.

"Saya ini sudah 15 tahun kerja, dari yang bayarannya cuma Rp 400 ribu sampai sekarang, alhamdulillah sudah UMK,” ungkapnya jemawa sembari menyapu taman kecil di tengah Jalan RA Kartini.

Rohani memang tampak sepenuh hati bekerja. Wajar kalau dia jemawa. Dia mengaku menikmati pekerjaannya tersebut karena selain alasan kebutuhan hidup, sedari awal dia suka kalau melihat jalanan bersih dari sampah. Alasan-alasan inilah yang membuatnya bertahan hingga belasan tahun.

Agaknya, baik Handayani maupun Rohani nggak akan menyoal apakah namanya dikenal orang atau tidak. Bagi mereka, jalanan yang bersih dan orang-orang yang nggak sembarangan membuang sampah sepertinya jauh lebih penting. Jadi, kamu tentu tahu apa yang bakal membuat mereka terbantu! (Bayu N/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: