BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 18 Apr 2020 11:18

Mendengar Suka Duka Mereka yang Bekerja dari Rumah

Apa saja suka duka WFH? (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Bekerja dari rumah membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan kebiasaan yang baru. Hal ini tentu menimbulkan pengalaman negatif serta positif. Apa saja ya?

Inibaru.id - Serba-serbi bekerja dari rumah tampaknya menimbulkan berbagai pengalaman baru. Nggak cuma harus membiasakan diri dengan pola yang baru, sistem kerja yang populer karena pandemi corona ini pun punya berbagai sisi negatif dan positif yang menarik untuk diketahui.

Kala itu saya bertemu tiga staf muda yang bekerja dalam satu lembaga, Legal Resource Center untuk Keadilan Gender dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah. Mereka bertiga yang punya kesibukan superpadat ini mengaku kini harus menyelesaikan pekerjaan via daring.

Ardany Nuril Fahma misalnya, perempuan yang biasanya "beredar" di Grobogan, Semarang dan Kendal untuk menyelesaikan tugasnya di divisi advokasi dan kebijakan ini kini menyelesaikan semua pekerjaannya via daring.

Begitu juga Lenny Ristiyani yang mobile ke berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah mendampingi korban kekerasan seksual dalam sidang, kini cuma bisa mendampingi lewat konferensi video. Sedangkan Pujiharti Romadhani, yang bekerja untuk divisi informasi dan dokumentasi ini mengaku harus stand by dari pagi hingga malam.

WFH Bukan Berarti Liburan

Meskipun berbagai pekerjaan bisa dilakukan dari rumah, bukan berarti mereka nggak mengalami kendala lo, Millens! Salah satu kendala yang sering terjadi adalah komunikasi antarpegawai yang sulit. Aturan kantor tentang WFH yang kurang mengikat bikin karyawan jadi semaunya termasuk dalam hal menjaga komunikasi dan jam kerja.

Hal inilah yang dikeluhkan oleh Lenny, dia mengaku sering kesulitan jika harus berkoordinasi dengan pegawai yang pulang kampung dan sulit mendapatkan sinyal.

“Lama responsenya mengingat beberapa staf lain yang pulang ke rumah dan sulit dihubungi,” keluhnya.

Kadang jaringan internet jadi kendala saat video telekonferensi. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Hal ini tentu menghambat kerjanya untuk mendampingi korban kekerasan seksual yang butuh respon cepat. Dia menyesalkan pada sikap pegawai yang menganggap WFH adalah momen untuk pulang kampung. Secara nggak sengaja, orang-orang itu malah menghambat pekerjaannya.

“Yang sering pulang kampung juga harusnya menjaga agar tetap berkoordinasi. Lembaga juga harus memberikan peringatan dan memberi tahu bahwa WFH bukanlah liburan,” sahut Ardhany.

Jadi Lebih Hemat

Meskipun banyak kekurangan yang dihadapi selama WFH, ketiganya mengaku enjoy menjalaninya. Selama WFH ini mereka mengaku senang karena isi kantong tetap tebal karena bisa menghemat bensin. Selain itu, jarak tempuh menuju dan pulang dari kantor juga bisa ditiadakan.

“Kita juga hemat tenaga dan bensin karena lokasi kantor juga jauh,” tutur Lenny

Meskipun pekerjaan kantor bisa saja dikerjakan hingga larut malam karena menunggu respon dari karyawan lain, mereka mengaku bisa mengerjakan hal lain selama WFH seperti memasak untuk makan siang bersama.

“Di rumah bisa disambi, walaupun bisa sampek malam,” imbuh Lenny.

Dari segala suka duka WFH yang dirasakan, mereka bertiga kompak berharap agar virus corona bisa segera enyah dari Indonesia sehingga berbagai kegiatan bisa berjalan normal kembali.

“Semoga Covid-19 segera hilang karena perempuan juga terdampak di perekonomian, krisis pangan dan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan,” tutup Puji.

Kalau suka duka yang kamu alami selama bekerja di rumah apa, Millens? (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: