BerandaIndie Mania
Selasa, 9 Apr 2018 20:14

Nonton dan Diskusi Film Kolaborasi Sineas Semarang "Ziarah Kenangan"

Suasana diskusi film Ziarah Kenangan. (Sineroom)

Ziarah Kenangan menjadi film omnibus pertama yang diproduksi oleh Sineroom dan beberapa sineas Semarang. Semenarik apa?

Inibaru.id - Komunitas penikmat film Sineroom kembali mengadakan pemutaran film. Kali ini, komunitas asal Semarang itu memutarkan film omnibus bertajuk Ziarah Kenangan pada Jumat (6/4/2018). Acara yang diselenggarakan di 3/4 Coworking Space, Bulusan, Semarang, Jawa Tengah, ini diikuti oleh belasan orang dari berbagai kalangan.

Sebelumnya, Ziarah Kenangan sempat diputar di Lawang Sewu, Semarang dan Festival Komunitas Film Nusantara 2017 di Yogyakarta. Pemutaran Ziarah Kenangan kali ketiga ini juga dijadikan sebagai perenungan pergerakan film di Semarang dan Hari Film Nasional pada 30 Maret lalu.

Terdiri atas lima film pendek dengan lima cerita berbeda, film omnibus ini merupakan hasil kerja sama Sineroom dengan lima sutradara dan lima production house yang ada di Semarang. Lima judul film pendek tersebut yaitu Intermezzo karya Ardian Agil Waskito, Tempat Terindah (Abdul Hakim Nurmaulana), Rasa yang Pernah Ada (Rafif Sujatmoko), Cidra (Aji Kusuma), dan Jarak (Nara Nugroho).

Meski masing-masing memiliki jalan cerita yang berbeda, film ini memiliki kesamaan, yakni mengisahkan tentang barang kenangan.

“Benang merahnya barang kenangan, sesuai konsep museum yang kami hadirkan waktu itu,” ungkap Koordinator Program Sineroom, Erma Yulianti.

Dalam Ziarah Kenangan, terdapat barang-barang tertentu yang menjadi ikon dalam setiap film. Salah seorang sutradara Ziarah Kenangan, Nara Nugroho, mengungkapkan, barang kenangan yang muncul menjadi karakter tersendiri pada setiap film.

“Kami memilih barang untuk setiap film itu memang mencari sesuatu yang unik. Barang itu tidak hanya jadi props, tapi juga jadi karakter di film itu, jadi sosok yang sentral,” ungkap Nara.

Pakai Handycam

Nggak hanya menggunakan kamera standar film layar lebar, beberapa film pendek dalam Ziarah Kenangan menggunakan kamera "alakadarnya". Salah satunya yakni film Tempat Terindah yang menggunakan handycam. Menurut Erma, handycam sengaja dipakai untuk mendukung suasana masa lampau yang menjadi latar waktu film tersebut.

Nggak cuma itu, seluruh proses syuting film pendek lainnya, yakni Jarak, bahkan menggunakan kamera dari ponsel pintar iPhone. Wah!

“Waktu itu kami memang berpikir, ‘kayaknya bikin film pakai iPhone seru nih!’ Dan memang belum banyak yang tereksplorasi dengan iPhone," ungkap Nara, "Kami penasaran kalau pakai HP itu limitnya seberapa ya?”

Nggak hanya melibatkan berbagai tim kreatif dunia perfilman, musikus asal Semarang Gatot Hendraputra juga turut serta sebagai pengisi original soundtrack (OST) Ziarah Kenangan dengan empat lagu yang merupakan hasil ciptaannya sendiri. Dengan iringan gitar akustik, Gatot bahkan sempat melantunkan dua lagu tersebut di awal acara.

Acara kemudian ditutup dengan diskusi santai dengan menghadirkan beberapa sutradara dan film maker yang terlibat dalam Ziarah Kenangan. Beberapa penonton tampak antusias menanyakan pelbagai terkait film tersebut.

Seorang penonton, Haniefa Eka, mengaku begitu menikmati film ini. Menurutnya, film maker Semarang begitu kompak. Nggak cuma membikin film sendiri, tambahnya, mereka juga berkolaborasi membuat film omnibus.

"Ternyata kolaborasi mereka nggak hanya di film, tapi juga soundtrack, poster, hingga pameran,” terangnya, kagum.

Yap, setuju deh dengan Mbak Eka! Nggak perlu saling bersaing, para sineas lokal memang ada baiknya saling berkolaborasi untuk menciptakan film-film berkualitas. Semoga ada lebih banyak lagi film-film karya anak negeri seperti ini ya, Millens! (Putri Rachmawati/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: