BerandaHits
Kamis, 8 Apr 2020 11:23

WHO Anggap Penyemprotan Disinfektan di Jalanan Sebagai Tindakan Konyol

Penyemprotan disinfektan di jalanan dilakukan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (wartatransparansi)

Beragam upaya dilakukan pemerintah demi mengendalikan pandemi Corona. Salah satunya adalah dengan menyemprot disinfektan di jalanan. Hanya, WHO justru menganggap hal ini sebagai cara konyol.

Inibaru.id - Kepala Jaringan Wabah dan Tanggap Darurat Global WHO, Dale Fisher mengungkapkan pandangannya mengenai penyemprotan jalanan dengan disinfektan yang dilakukan di berbagai tempat.

"Mungkin itu dilakukan demi menenangkan masyarakat, saya tidak tahu. Yang jelas, itu adalah hal yang tidak kami rekomendasikan. Kami tidak percaya orang-orang tertular virus dari permukaan tanah (jalanan)," kata Fisher pada Kamis (2/4/2020).

Alih-alih melakukan penyemprotan cairan disinfektan di jalanan, WHO menyarankan agar masyarakat menggalakkan kegiatan cuci tangan dengan sabun.

"Saya lebih menyarankan untuk mencuci tangan dan menjaga jarak. Hal seperti itulah yang merupakan aksi tanggap masyarakat terhadap virus, bukan menyemprotkan klorin di mana-mana," kata Fisher.

Fisher menganggap langkah penyemprotan jalanan dengan disinfektan bisa merugikan kesehatan masyarakat, membuang waktu, dan menghamburkan sumber daya.

"Itu adalah sebuah gambaran konyol di banyak negara," ujarnya.

Bukannya membasmi virus corona, penyemprotan disinfektan di jalanan justru bisa meracuni manusia.

"Saya tidak percaya itu bisa mencegah Covid-19 dan bisa beracun bagi masyarakat. Virus itu tidak akan bertahan lama di lingkungan dan orang-orang pada umumnya juga tidak menyentuh permukaan (tanah/jalanan)," terang Fisher.

Penyemprotan cairan disinfektan di jalan. (Antara Foto).

Sependapat dengan WHO, Peneliti dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Tiongkok, Zhang Liubo, bahkan mewanti-wanti masyarakat nggak sering-sering menyemprotkan disinfektan. Soalnya, cairan disinfektan bisa berbahaya bagi manusia bila kelewat banyak masuk ke tubuh.

"Menyemprot desinfektan dalam area yang luas dan terus-terusan bisa bikin polusi lingkungan dan harus dihindari," ungkap Zhang

Penyemprotan desinfektan telah dilakukan di banyak wilayah di Indonesia.

Pada 22 Maret 2020, Pemprov DKI Jakarta sebagai zona merah Covid-19 di negeri ini , menyemprot jalanan di lima wilayah kota dengan disinfektan. Sehari setelahnya, Pemkot Surabaya juga mengerahkan drone untuk menyemprot disinfektan di jalan dan di kampung-kampung padat penduduk.

Sementara itu, pada 27 Maret 2020, Polda Bali mengerahkan truk water cannon berkapasitas 5.000 liter untuk menyemprot Jalan WR Supratman Denpasar dengan cairan tersebut. Empat hari setelahnya, Pemprov Jawa Barat juga melakukan penyemprotan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung dan 750 lokasi lainnya di Jawa Barat secara serentak.

Kapolri Jenderal Idham Azis juga telah mewajibkan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia untuk melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh daerah. Perakitan 40 alat penembak (gunner) juga sedang dilakukan. Nantinya, armada gunner ini akan dipakai untuk menyemprot jalanan di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Selain di Indonesia, penyemprotan disinfektan ternyata juga dilakukan di negara-negara lain seperti India, Meksiko, dan Turki. Hal ini juga dilakukan sebagai penanganan Covid-19.

Menurut kamu, penyemprotan disinfektan di jalanan sebenarnya perlu untuk dilakukan nggak sih, Millens? (Det/MG29/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: