BerandaHits
Minggu, 15 Nov 2025 19:16

Warga Swedia Ramai Tanam Microchip di Tangan, Antara Praktis dan Kekhawatiran Privasi

Chip yang dipasang orang-orang Swedia. (AP/James Brooks)

Fenomena implan microchip di tangan kembali mencuri perhatian di Swedia. Praktis untuk akses dan pembayaran, tren biohacking ini menawarkan kemudahan sekaligus memunculkan kekhawatiran besar soal privasi dan keamanan data pribadi.

Inibaru.id - Kini, masyarakat Swedia bisa membuka pintu kantor, naik kereta, atau masuk ke gym hanya dengan melambaikan tangan. Yap, hal itu bukan lagi adegan film fiksi ilmiah. Sejak beberapa tahun terakhir, negara Skandinavia tersebut menjadi salah satu pusat tren biohacking, di mana orang menanamkan microchip RFID atau NFC di bawah kulit tangan mereka.

Chip kecil seukuran butiran beras ini ditanam di sela ibu jari dan telunjuk. Fungsinya sederhana tapi menggoda yaitu menggantikan kartu akses, tiket transportasi, hingga alat pembayaran kontak. selama sistem yang digunakan mendukung teknologi tersebut. Praktis, cepat, dan futuristik.

Fenomena ini mulai meledak sekitar 2014. Saat itu, puluhan ribu warga Swedia penasaran dan ingin mencoba kehidupan “tanpa dompet”. Diperkirakan 3.000 hingga 6.000 orang telah menanam chip pada masa puncaknya. Namun beberapa tahun terakhir, tren tersebut menunjukkan perlambatan. Antusiasmenya belum hilang, tetapi euforianya nggak lagi sebesar sebelumnya.

Meski begitu, manfaat chip tetap terasa nyata. Pengguna bisa menyimpan tiket transportasi, akses gedung, bahkan data sederhana lain yang memudahkan mobilitas harian. Mereka cukup menempelkan tangan ke pemindai, dan pintu pun terbuka. Nggak perlu lagi merogoh tas, mencari kartu, atau khawatir tiket terselip.

Namun kenyamanan itu datang bersama tanda tanya besar; bagaimana dengan privasi?

Chip yang dipasang berfungsi untuk pembayaran atau akses kunci rumah. (Bigthink)

Isu ini menjadi bahan obrolan hangat di Swedia. Microchip memang nggak memiliki sistem pelacak lokasi, tetapi tetap menyimpan data pribadi. Kekhawatirannya, jika chip diretas, disadap, atau dibaca oleh perangkat yang nggak diinginkan, informasi sensitif penggunanya bisa bocor. Apalagi sampai saat ini, regulasi terkait implan digital masih sangat terbatas. Nggak ada aturan yang secara jelas melindungi pengguna dari potensi penyalahgunaan teknologi ini.

Sebagian warga menilai implan microchip sebagai masa depan gaya hidup digital, selaras dengan reputasi Swedia sebagai negara yang cepat dalam mengadopsi teknologi. Namun sebagian lain justru melihatnya sebagai alarm etis. Bagi mereka, garis batas antara tubuh manusia dan teknologi terasa semakin tipis, dan pertanyaannya semakin tajam. Sejauh mana kita memperbolehkan mesin masuk ke dalam tubuh?

Fenomena ini sepenuhnya sukarela, nggak diwajibkan siapa pun. Tetapi ia menggambarkan satu hal penting bahwa manusia semakin terbiasa hidup berdampingan dengan teknologi, bahkan jika harus menanamkannya di bawah kulit.

Tantangannya kini bukan hanya soal inovasi, tapi bagaimana memastikan keamanan data, privasi individu, dan tanggung jawab etis yang menyertai setiap langkah menuju masa depan digital.

Kalau kamu tertarik nggak dengan teknologi ini, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: