BerandaHits
Rabu, 24 Des 2024 14:43

Sementara di Jabodetabek, Minyak Jelantah Bisa Ditukar dengan Uang di Pertamina

Jelantah tergolong ke limbah barang berbahaya dan beracun (B3).(Shutterstock/Avelyn)

Bingung membuang minyak jelantah? Khusus untuk masyarakat Jabodetabek, kini bisa membawa limbah jelantah ke Pertamina untuk ditukar dengan Rupiah.

Inibaru.id - Memasak di dapur seringkali menyisakan limbah minyak goreng atau yang disebut jelantah. Limbah ini nggak boleh asal dibuang ke saluran air atau disiramkan begitu saja ke tanah. Sebab, jelantah tergolong ke limbah B3.

B3 merupakan kepanjangan dari barang berbahaya dan beracun. Limbah jenis ini pembuangannya harus dengan cara yang benar dan tepat. Jika nggak diproses dengan benar, maka minyak jelantah akan berdampak pada lingkungan seperti pencemaran air, udara, dan tanah.

Nah, nggak ingin kondisi lingkungan kita kian parah akibat cemaran minyak jelantah, kini masyarakat bisa menukar jelantahnya ke Pertamina, Millens. Pertamina Patra Niaga bersama Noovoleum membolehkan kita menukar jelantah untuk diolah menjadi Suistanable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur.

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga merupakan subholding komersial dan perdagangan dari PT Pertamina (Persero) yang mengelola rantai bisnis hilir Pertamina. Pertamina Patra Niaga bergerak di bidang perdagangan, pengelolaan, dan distribusi produk energi, seperti BBM, LPG, pelumas, avtur, aspal, dan produk petrokimia.

Lalu, kenapa Pertamina kini mau menerima limbah jelantah? CEO Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah. Selain itu, juga untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia sesuai target 23 persen EBT pada 2025.

"Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk mendaur ulang minyak jelantah, yang biasa dikenal dengan UCO, agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi biodiesel," kata Riva dalam keterangan tertulis.

Cara Menukarkan Minyak Jelantah

Pertamina Patra Niaga bergerak di bidang perdagangan, pengelolaan, dan distribusi produk energi. (Antara)

Perlu kamu tahu, meski ini kabar bagus, tapi menukarkan minyak jelantah ini sementara hanya bisa dilakukan di Jabodetabek saja, Millens. Kamu penasaran dengan bagaimana caranya?

Riva mengatakan masyarakat bisa mendaftarkan diri di aplikasi UCOllect yang bisa diunduh di gawai masing-masing. Setelah itu, masyarakat bisa membawa minyak jelantah ke UCOllect Box milik Noovoleum yang tersebar di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Kemudian, scan kode QR dari gawai ke mesin UCOllect Box, lalu tuang jelantah ke tempat yang disediakan. Mesin akan otomatis menghitung berapa volume jelantah yang dituang dan secara otomatis mengirimkan insentif dalam bentuk rupiah ke dompet di UCOllect App.

"Kami akan membeli minyak jelantah yang anda kumpulkan di UCOllect Box. UCOllect Box ini akan kami sebar di beberapa SPBU, Bank Sampah CSR kami dan RS IHC Pertamina di Jabodetabek," jelas Riva.

Selain itu, masyarakat yang menyetor minyak jelantah juga berpeluang mendapat bonus e-voucher Pertamina Rp25 ribu untuk 50 orang beruntung setiap bulannya selama periode 21 Desember 2024-20 Maret 2025 yang akan terintegrasi melalui aplikasi MyPertamina.

Hm, semoga program ini sukses dan membawa manfaat di Jabodetabek sehingga bisa di aplikasikan di seluruh Indonesia ya, Millens! Sebelum itu, tetaplah bijak dalam membuang limbah minyak jelantah di rumahmu! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: