BerandaHits
Jumat, 13 Jan 2022 14:00

Sebab Kamboja Meratapi Kematian Seekor Tikus Bernama Magawa

Magawa, tikus yang mampu mendeteksi ranjau darat di Kamboja. ( PDSA UK / via REUTERS)

Jarang-jarang ada berita sebuah negara ikut berduka atas kematian seekor tikus. Tapi, tikus bernama Magawa ini memang sangat berjasa bagi negara Indochina tersebut. Apa saja ya jasa-jasanya?

Inibaru.id – Pernah terpikir nggak kalau sebuah negara seperti Kamboja meratapi kematian seekor tikus? Yap, meski terkesan aneh, realitanya memang begitu. Kok, bisa sih?

Magawa ini tikus yang nggak biasa, Millens. Kalau di sini, tikus biasanya sih dibasmi karena jadi hama di rumah-rumah atau di lahan pertanian. Namun, Magawa ini justru dianggap sangat berjasa karena telah menolong begitu banyak nyawa di salah satu negara Indochina tersebut.

Magawa sebenarnya masuk dalam jenis tikus raksasa Afrika, tepatnya dari negara Tanzania. Ia dilatih untuk membersihkan lahan seluas 225 ribu meter persegi dari ranjau darat yang bisa membunuh siapa saja yang nggak sengaja menginjaknya. Omong-omong, tanah seluas itu sama ukurannya dengan 42 lapangan sepak bola. Untuk ukuran tikus kecil, tentu rasanya jauh lebih luas, bukan?

Berkat aksinya, seenggaknya Magawa mampu mendeteksi lebih dari 100 ranjau darat serta berbagai peledak di tanah lainnya. Pada Juni 2021 lalu, Magawa secara resmi pensiun, karena faktor usia, tentunya.

Pada akhir pekan lalu, Magawa yang berumur 8 tahun mati. Kematian ini diungkap oleh Badan Amal APOPO dari Belgia yang selama ini melatih dan mengurusnya. Sebelum mati, Magawa terlihat sehat dan tetap bermain dengan antusias sebagaimana tikus pada umumnya.

Meski begitu, Magawa memang terlihat lebih banyak tidur dan mengalami penurunan nafsu makan.

Magawa saat beraksi mendeteksi ranjau darat. (Handout / PDSA / AFP)

Bagaimana Cara Magawa Deteksi Ranjau Darat?

Jadi, APOPO mampu melatih sang tikus untuk mendeteksi senyawa kimia yang memang bisa ditemukan di dalam bahan peledak. Kalau bisa mendeteksi hal ini, ia bakal mendapatkan hadiah berupa pisang atau kacang. Nah, kalau sudah mendeteksi senyawa kimia ini dengan penciumannya, Magawa bakal bereaksi dengan menggaruk tanah.

Saking cekatannya Magawa, dalam 30 menit ia bisa mengecek tanah dengan ukuran seluas lapangan tenis. Kalau kamu melakukannya dengan pendeteksi logam, bisa butuh empat hari, Millens.

Menariknya, Magawa adalah tikus pertama yang ikut dalam aksi pembersihan ranjau darat. Sebelumnya, biasanya hewan yang melakukannya adalah kucing, anjing, serta merpati.

Ia bertugas di Kamboja karena di negara ini memang masih ada banyak ranjau darat yang tersisa usai perang saudara yang berlangsung sekitar 30 tahun berakhir pada 1998 lalu. Omong-omong, sudah ada ribuan korban meregang nyawa hanya gara-gara nggak sengaja menginjaknya sejak saat itu, Millens.

Saking berjasanya Magawa, ia sampai mendapatkan medali emas atas aksi heroiknya, lo. Manusia saja belum tentu mendapatkan medali emas karena jasa-jasanya, lo.

Apapun itu, berkat jasa-jasanya, wajar kalau Kamboja meratapi kematian seekor tikus bernama Magawa ini, ya Millens. (Ber/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: