BerandaHits
Minggu, 21 Apr 2018 15:44

“Perempuan Jangan Takut Bicara Kekerasan!”

Para pembicara di Lokakarya "Saatnya Bicara: Lawan Kekerasan pada Perempuan". (Inibaru.id/Artika Sari)

Menyambut Hari Kartini, para perempuan di Semarang menambah wawasan mereka melalui Lokakarya "Saatnya Bicara: Lawan Kekerasan Pada Perempuan". Seperti apa acaranya?

Inibaru.id – Hari Kartini kerap dijadikan sebagai "perayaan" perjuangan para perempuan. Nggak sedikit yang mengadakan acara pada hari yang jatuh pada 21 April tersebut, salah satunya adalah lokakarya yang digagas Noormans Hotel Semarang pada Kamis (19/4/2018).

Mengangkat tajuk "Saatnya Bicara: Lawan Kekerasan Pada Perempuan", acara yang berlangsun di Bahana Room Noormans Hotel Semarang ini banyak mengupas ihwal pentingnya peran perempuan untuk bersuara melawan kekerasan. HRD Manager Noormans Hotel Semarang Mita Anistya mengungkapkan, lokakarya ini dibuat untuk membuka wawasan perempuan tentang kekerasan dan diskriminasi yang masih sering mereka alami.

Lokakarya ini merupakan kerja sama Noormans Hotel dengan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni, Center Trauma Recovery (CTR) Unika Soegijapranata Semarang, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Semarang.

Baca juga:
Menengok Perayaan Hari Kartini di Roma
Polisi Tetapkan Seorang Guru di Purwokerto sebagai Tersangka Kasus Kekerasan

Ninik Jumoenita, aktivis PPT Seruni yang hadir sebagai salah seorang pembicara mengatakan, kasus KDRT di Jawa Tengah dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Dia mengatakan, ada sekitar 1.300 kasus KDRT di Jawa Tengah. Semarang, Magelang, dan Kendal, lanjutnya, adalah daerah yang menduduki peringkat teratas.

Adapun Semarang, akunya, "mengantongi" sekitar 309 kasus kekerasan. Angka ini, menurut Ninik, belum termasuk yang memilih untuk nggak melaporkannya ke pihak-pihak terkait.

“Perempuan-perempuan yang nggak ngomong ini semacam fenomena gunung es,” ujar Ninik, “Rasa takut (untuk bicara) muncul karena ada banyak anggapan masyarakat yang menyudutkan perempuan."

Ninik mengungkapkan, masalah rumah tangga kerap kali dianggap aib. Inilah yang membuat banyak perempuan memilih diam.

"Cerai dianggap aib, belum lagi perasaan takut disalahkan, terus gimana nanti menanggung ekonomi keluarga. Jadi, ya, banyak perempuan memilih diam,” aku Ninik, geram.

Padahal, jika korban kekerasan nggak segera mendapat penanganan, lanjut Ninik, penyembuhan secara fisik dan psikis justru semakin lama. Nah, atas dasar inilah PPT Seruni terus mendorong korban agar berani berbicara. Sebagai bentuk dukungan, mereka juga akan memberi bantuan hukum, medis, dan psikis pada korban kekerasan secara gratis.

Bantuan ini, ungkap Ninik, gratis karena diambil dari APBD yang disetujui Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca juga:
Elia Massa Manik Dicopot dari Direktur Utama Pertamina
Lebih dari 1500 Karyawan Qualcomm Bakal "Dirumahkan"


Sementara, Direktur LBH APIK Siti Sumaiyah yang juga menjadi pembicara dalam lokakarya yang dimulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB itu menjelaskan, mereka membuka layanan pengaduan di 16 kecamatan di Semarang. Pada tiap posko pengaduan tersebut, lanjutnya, akan ada paralegal yang mendampingi korban.“Kami membantu dari proses pengaduan hingga integrasi pemulangan. Kalau korban mengalami trauma, kami bekerja sama dengan CTR Unika untuk pemulihannya. Setelah sembuh, kami juga membantu korban agar bisa mandiri secara ekonomi,” terang Ninik.

"Paralegal ini diharapkan siap kapan pun jika sewaktu-waktu ada korban yang membutuhkan bantuan," pungkasnya. (Artika Sari/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: