BerandaHits
Selasa, 16 Feb 2026 09:01

Petani Gembira, Harga Mawar Tabur di Bandungan, Kabupaten Semarang Naik Tajam!

Aktivitas jual beli bunga mawar tabur di Pasar Bunga Bandungan. (Inibaru.id/Arie Widodo)

Pada Senin (16/2/2026) pagi, harga mawar tabur yang dijual petani bunga menembus Rp250 ribu per keranjang!

Inibaru.id – Hujan deras yang disertai dengan kabut tebal yang melanda kawasan Sumowono, Kabupaten Semarang, sejak Minggu (15/2/2026) malam nggak menyurutkan niat Fadhila untuk bangun dini hari untuk memetik bunga mawar di ladangnya. Maklum, dalam beberapa pekan belakangan, harga mawar tabur sedang harum-harumnya.

Target mereka cukup jelas. Begitu adzan subuh berkumandang, bunga harus sudah selesai dipetik. Setelah pulang dan salat, mereka segera menyortir bunga-bunga tersebut dan menempatkannya di senik, semacam keranjang dari bahan rotan. Setelah itu, mereka membawanya ke Pasar Bunga Bandungan sekitar pukul 05.30 WIB.

Dibonceng suaminya dengan sepeda motor, Fadhila menembus kabut tebal yang masih menyelimuti lereng selatan Gunung Ungaran. Begitu mendekati Alun-alun Bandungan, mereka sedikit dikejutkan dengan sudah banyaknya tengkulak di area utara Alun-alun. FYI aja nih, hal ini sangat nggak biasa karena tengkulak yang membeli bunga dari petani biasanya hanya mangkal nggak jauh dari Pasar Bunga Bandungan.

Melihat hal ini, keduanya langsung yakin mawar yang mereka bawa akan laku dengan harga tinggi. Tapi, mereka nggak menyangka hasil tawar-menawar dengan tengkulak dari luar daerah membuat mereka mendapatkan harga fantastis. Per keranjang, mereka mampu menjual mawar tabur seharga Rp250 ribu! Padahal, mereka membawa 4 keranjang bunga.

“Di luar bulan Ruwah atau jelang Idulfitri, kalau mampu menjual bunga sampai lebih dari Rp50 ribu per keranjang itu sudah sangat bagus. Tadi kita belum sampai area pasar sudah dicegat tengkulak dan langsung tawar-menawar. Empat keranjang saya laku Rp1 juta,” ungkap Fadhila dengan senyum merekah pada Senin (16/2/2026) pagi.

Pedagang mengecek kualitas mawar tabur di keranjang senik yang dibawa petani. (Inibaru.id/Arie Widodo)

Adik ipar Fadhila, Durotun, juga mendapatkan harga yang sama untuk 3 keranjang bunga mawar yang dia panen tadi pagi.

“Sudah dua mingguan ini kita menjual bunga lebih dari Rp50 ribuan terus per keranjang. Terkadang Rp80 ribu, terkadang Rp100 ribu. Kalau saya panen bawa 2 atau 3 keranjang setiap hari langsung jual, kalau kakak saya dua hari sekali tapi bawanya lebih banyak. Alhamdulillah banget jelang lebaran kita mendapatkan rezeki banyak,” ungkap perempuan berusia 40 tahun tersebut.

Menurut Fadhila ataupun Durotun, permintaan mawar memang meningkat jelang bulan puasa. Banyak orang ingin nyekar ke makam keluarga yang sudah tiada. Lebih dari itu, jumlah bunga yang tersedia memang berkurang dari sebelumnya karena banyak petani mawar yang melakukan pruning pada pertengahan Januari demi menyiapkan mawar-mawarnya mekar maksimal jelang Lebaran nanti. Padahal, mawar yang dipruning butuh waktu sekitar 40 hari-50 hari untuk mulai kembali mekar, Gez.

“Harga mawar juga naik jelang Lebaran nanti. Tapi karena jumlah mawar jadi berkurang, sementara kebutuhan juga tinggi, makanya banyak tengkulak dari luar kota sampai nyari ke sini langsung. Otomatis harganya tinggi. Memang rezeki buat kami,” kata Fadhila.

Ikut bahagia dengan petani mawar yang mendapatkan harga bagus untuk hasil panennya, ya, Gez. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: