BerandaHits
Rabu, 4 Feb 2025 15:54

Pasangan Kaku dan Pendiam, Haruskah Diubah?

Jika sifat pasangan berbeda, perlukah diubah? (Freepik)

Perbedaan sifat dalam hubungan, seperti pasangan yang kaku dan periang, bukanlah masalah untuk diubah melainkan potensi untuk saling melengkapi dan tumbuh bersama.

Inibaru.id - Dalam hubungan, nggak jarang kita menemukan diri kita berpasangan dengan seseorang yang memiliki sifat bertolak belakang. Misalnya, kita adalah tipe yang periang, ekspresif, dan penuh kehangatan dalam menunjukkan cinta, sementara pasangan kita cenderung kaku, pendiam, atau lebih tertutup dalam mengungkapkan perasaannya.

Kondisi ini sering memunculkan keinginan untuk mengubah pasangan agar lebih selaras dengan sifat kita. Namun, apakah hal ini bisa dibenarkan? Apakah perbedaan sifat harus disamakan?

Perbedaan Sifat Bukan Hambatan, Melainkan Pelengkap

Setiap individu adalah unik dengan karakter yang terbentuk dari pengalaman, latar belakang, dan nilai-nilai yang mereka pegang. Perbedaan sifat dalam hubungan bukanlah hambatan, melainkan potensi untuk saling melengkapi. Seseorang yang periang bisa membawa keceriaan dalam hidup pasangan yang lebih pendiam, sementara pasangan yang tenang dapat menjadi penyeimbang di tengah energi yang meluap-luap.

Mengharapkan perubahan kecil dalam hubungan adalah hal yang wajar, seperti mendorong pasangan untuk lebih terbuka dalam berkomunikasi. Namun, jika keinginan tersebut bertujuan untuk mengubah inti dari kepribadian pasangan, ini bisa menjadi sumber konflik. Perubahan yang dipaksakan sering kali berujung pada ketidaknyamanan dan bahkan rasa kehilangan jati diri.

Hubungan yang sehat dibangun atas dasar penerimaan. Menghargai pasangan apa adanya, tanpa mencoba mengubah mereka menjadi versi yang lebih sesuai dengan ekspektasi kita, adalah bentuk cinta yang dewasa. Sebaliknya, mengubah seseorang agar sesuai dengan standar pribadi bisa menciptakan tekanan dan merusak keaslian hubungan.

Komunikasi dan Kompromi:; Kunci Harmoni

Fokus saja pada komunikasi terbuka. (Freepik)

Alih-alih berusaha mengubah pasangan, fokuslah pada komunikasi yang jujur dan terbuka. Ungkapkan kebutuhan emosional dengan cara yang nggak menuntut, melainkan mengundang untuk saling memahami. Kompromi juga penting; keduanya bisa saling beradaptasi tanpa harus kehilangan esensi diri.

Misalnya, jika kamu suka menunjukkan kasih sayang secara terbuka, bicarakan dengan pasangan bagaimana Anda merasa dihargai ketika mereka merespons, meskipun dengan cara sederhana yang nyaman bagi mereka. Di sisi lain, pahami bahwa cara pasangan menunjukkan cinta mungkin berbeda, seperti melalui tindakan kecil yang penuh perhatian.

Merayakan Keberagaman dalam Hubungan

Pada akhirnya, perbedaan sifat dalam hubungan justru bisa menjadi kekuatan. Keberagaman ini menciptakan dinamika yang kaya, memberi ruang untuk saling belajar, tumbuh, dan berkembang bersama. Hubungan bukan tentang menemukan seseorang yang sama persis dengan kita, melainkan tentang bagaimana dua pribadi yang berbeda bisa berjalan berdampingan, saling melengkapi, dan saling menghargai.

Jadi, apakah pasangan harus diubah agar seperti kita? Jawabannya jelas nggak. Sebaliknya, belajarlah untuk merayakan perbedaan, karena di sanalah letak keindahan sebuah hubungan yang sejati.

Jadi, jauhkan pikiran bahwa kamu pengin mengubah pasangan hanya karena sikapnya bertolak belakang denganmu. Ingat, setiap kepribadian itu unik, Millens. Begitupun dengan bahasa cinta yang bisa saja berbeda. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: