BerandaHits
Minggu, 16 Mei 2020 13:00

Panggung Kahanan, Acara Solidaritas untuk Para Seniman Jawa Tengah

Para penonton Panggung Kahanan yang melaksanakan physical distancing selama acara berjalan. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Banyak seniman profesional yang kehilangan mata pencahariannya karena wabah Covid-19. Panggung Kahanan hadir untuk sedikit meringankan beban para seniman Jawa Tengah yang terdampak.

Inibaru.id – Mendapat banyak masukan dari para seniman, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama timnya, menggagas kegiatan Panggung Kahanan. Kegiatan ini mengumpulkan beberapa seniman asal Jawa Tengah untuk tampil dalam rangkaian acara Panggung Kahanan.

Openk Prabowo dan Vikki, salah dua kurator seniman Panggung Kahanan menyatakan bahwa kegiatan ini adalah respon atas kondisi seniman-seniman yang sangat terdampak wabah Covid-19. Para seniman yang tampil adalah para seniman penuh waktu atau full-time artist yang memang sumber pendapatannya dari berkesenian.

“Kalau yang terdampak sekali kan artinya mereka yang sudah tidak punya penghasilan selain dari berkesenian,” ucap Vikki.

Panggung Kahanan sudah sampai pada rangkaian yang kelima pada Rabu (13/5). Pada rangkaian kelima ini, ditampilkan beberapa seniman dengan bermacam-macam latar belakang dan aliran seni. Mereka adalah Mbah Samsuri, seniman Kentrung Demak, band Absurdnation, Sanggar Nyi Pandansari, Handry TM (Ketua Dekase), Dresscode Band, dan Benk Mintosih.

Mbah Samsuri, seniman Kentrung asal Demak. (Youtube)<br>

Saya agak terlambat datang. Ketika saya sampai, Mbah Samsuri memulai penampilan kesenian Kentrung Demak pada Rabu (13/5). Kesenian Kentrung Demak adalah salah satu seni pertunjukan tradisional yang menampilkan cerita yang dibacakan dengan bersenandung sambil diiringi oleh alat musik tabuh selama cerita berlangsung.

Cerita yang dibawakan adalah kisah Ki Ageng Pandanaran yang dibawakan selama 45 menit. Selama itu juga, beberapa kali para penonton yang hadir di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah tertawa merespon cerita yang dibawakan laki-laki sepuh ini.

Dalam penampilannya, Mbah Samsuri sempat menyelipkan soal pentingnya para seniman untuk saling mendukung dan melakukan physical distancing di tengah pagebluk. Mbah Syamsuri juga sempat menyampaikan kondisi kesenian tradisional sekarang ini.

Wes ora ono sing naggap Kentrung (Sudah tidak ada yang menanggap Kentrung)," ucap Mbah Samsuri di tengah penampilannya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyempatkan mengobrol dengan para seniman yang tampil di Panggung Kahanan. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Setelah Mbah Samsuri tampil pula band Absurd Nation yang membawakan lagu-lagunya dengan warna funk dan jazz. Acara selesai pada pukul 17.30 WIB ketika lagu “Bento” milik Iwan Fals dibawakan Absurdnation. Setelah itu para pengunjung berbuka puasa bersama dengan makanan yang disiapkan oleh penyelenggara acara.

Menurut Openk, rencana awal acara ini akan diselenggarakan hingga 22 Mei 2020. Hal itu dilakukan karena kegiatan ini berdekatan dengan hari raya Idulfitri. Openk menyatakan bahwa masih ada kemungkinan acara ini akan berlanjut setelahnya.

Bagi kamu yang ingin mengetahui jadwal Panggung Kahanan, bisa cek di akun Instagram @ganjarpranowo, Millens. Acara ini juga akan disiarkan secara langsung di akun Youtube dan Facebook Ganjar Pranowo, juga Satelit TV. (Gregorius Manurung/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: