BerandaHits
Jumat, 27 Mar 2025 11:48

Murah dan Nyaman, Mudik Naik Bus Antarpulau jelang Lebaran!

Ilustrasi: Mudik Lebaran dengan memakai bus. (Antara/Yulius Satria Wijaya)

Kepikiran nggak seperti apa rasanya mudik Lebaran dengan bus dari Sumatera ke Kabupaten Semarang yang ada di Pulau Jawa? Berikut adalah pengalaman Bilal yang baru saja melakukannya.

Inibaru.id – Perantau di Jakarta dan sekitarnya yang didominasi penduduk asal pelbagai wilayah di Jawa membuat cerita tentang aktivitas mudik lebaran hanya ada di Jawa. Padahal, pemudik nggak cuma berangkat dari ibu kota. Ada juga yang berasal dari luar Jawa.

Saat mudik, selain mengendarai mobil pribadi, pemudik dari luar Jawa biasanya naik pesawat. Sisanya naik kapal atau bus antar-pulau. Dua moda terakhir kurang dipilih karena memakan waktu lama. Namun, bukan berarti tanpa peminat, karena naik kapal atau bus juga punya keunggulan, yakni lebih murah.

Hal ini pulalah yang menjadi alasan Bilal tahun ini memutuskan untuk mudik ke Jawa dengan menumpang bus. Bersama keluarganya, dia yang berangkat dari Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, tiba di Terminal Bawen, Kabupaten Semarang, pada Selasa (25/3/2025).

Yani, sang adik, adalah orang yang mengatur kepulangan kakaknya ini. Yani mengungkapkan, Ramadan belum masuk seminggu ketika dia dihubungi kakaknya. Dia diminta memesankan tiket bus untuk perjalanan pulang ke Sumatra pada arus balik nanti.

"Dia ternyata mau naik bus; sudah pesan tiket ke Jawa, tapi kesulitan membeli tiket untuk ke Sumatra lagi via internet," cerita Yani pada Minggu (9/3/2025). "Jadi, saya pesankan langsung ke agen untuk (perjalanan Bawen-Indralaya tanggal 5 April mendatang."

Mudik Naik Bus Perdana

Mudik naik bus antarpulau menjelang lebaran ini adalah pengalaman perdana bagi Bilal. Lebaran tahun lalu dia nggak pulang, sedangkan tahun-tahun sebelumnya lelaki yang bekerja di institusi pendidikan memilih mengendarai mobil pribadi atau pesawat terbang.

“Kalau memakai mobil pribadi, capai minta ampun. Naik pesawat tiketnya mahal. Kebetulan sempat pulang memakai bus karena ada urusan keluarga, tapi nggak pas mudik. Terus, saya kepikiran lagi (naik bus) karena nyaman di jalan. Waktu itu anak-anak juga nggak ada yang rewel,” ungkap Bilal.

Ilustrasi: Mudik dengan bus memang capek dan butuh waktu lama. Tapi cukup nyaman dilakukan. (Antara/Risyal Hidayat)

Bus yang ditumpangi Bilal bukanlah tipe sleeper yang acap dianggap nyaman. Namun, menurutnya, fasilitas bus yang dia naiki itu sudah cukup. Dengan Rp500 ribuan per tiket, dia bisa duduk di kursi dengan ruang yang cukup lega. Anak-anaknya juga nggak mengeluh meski perjalanan memakan waktu hampir 24 jam.

Karena naik bus langsung Sumatra-Jawa, dia dan keluarganya nggak harus oper bus saat menyeberangi Selat Sunda. Sebagaimana saat naik mobil pribadi, busnya langsung masuk kapal feri di Pelabuhan Bakauheni, jadi dia dan para penumpang lain nggak harus pindah bus.

"Anak-anak malah antusias pas di kapal (menuju Pelabuhan Merak). Di jalan juga, mereka sangat menikmati pemandangan alam di sepanjang jalan yang cukup menarik," jelasnya.

Perjalanan Aman, Fasilitas Lengkap

Hal lain yang menarik dari mudik naik bus menurut Bilal adalah keamanan bus yang cukup bagus. Selain itu, fasilitas dari pihak perusahaan otobus (PO) juga lumayan baik, seperti menyediakan makanan untuk penumpang.

Perjalanan Indralaya-Bawen memakan waktu hampir 24 jam. Berangkat pada Selasa (24/3) pagi, dia bersama keempat anggota keluarganya tiba di Terminal Bawen keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WIB. Menurut Bilal, perjalanan ini cukup cepat.

"Mungkin karena masih jauh dari puncak mudik, jadi bisa lebih cepat dari perkiraan," terangnya saat dijemput oleh Yani di Terminal Bawen.

Bilal menambahkan, selama punya fleksibilitas untuk memilih waktu pulang kampung, menurutnya mudik naik bus untuk perjalanan antar-pulau masih bisa dijadikan sebagai andalan. Selain murah meriah, fasilitas yang didapatkan juga jauh lebih baik ketimbang naik pesawat, bahkan kereta api.

“Untuk mudik hemat, ternyata lebih nyaman (naik bus) daripada naik mobil sendiri. Mungkin karena nggak perlu nyetir sendiri, jadi bisa tidur kapan saja selama perjalanan,” pungkas Bilal.

Nggak jauh berbeda dengan kisah mudik di seputar Jawa, cerita pulang kampung antar-pulau ternyata punya problematikanya sendiri-sendiri, ya! Syukurlah fasilitas moda massal dari dan ke luar Jawa juga telah terjamin baik sekarang ini! Kamu yang dari luar Jawa, mudik pakai apa, nih? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: