BerandaHits
Jumat, 15 Jan 2026 09:01

Masih Banyak di Jalanan, Mungkinkah Zero ODOL 2027 Bakal Terlaksana?

Ilustrasi: Truk ODOL di jalanan Kota Semarang. (Google Street View)

Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengeluarkan data truk ODOL yang masih berada di jalanan. Berikut detailnya.

Inibaru.id - Banyaknya kasus kecelakaan yang melibatkan truk over dimension over load (ODOL) di sejumlah wilayah, khususnya di jalanan yang menurun, bikin Beni khawatir. Apalagi, dia sering mengemudikan sepeda motornya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Semarang yang dikenal memiliki kontur menurun dan cukup Panjang.

Pada November 2025 lalu misalnya, truk berukuran besar mengalami kecelakaan dan menabrak truk berukuran lebih kecil di jalan yang dia lalui hampir setiap hari menuju tempat kerja tersebut. Dia hanya khawatir bakal mengalami kejadian yang sama saat dia berangkat atau pulang kerja.

"Pas berangkat misalnya, saya kan turun dari Pudakpayung ke arah Banyumanik. Itu masih sering ketemu truk ODOL. Memang sih kebanyakan truknya pelan-pelan. Tapi tetap saja khawatir kalau sampai ada kecelakaan," ungkap Beni pada Rabu (14/1/2026).

Realitanya, meski dikeluhkan banyak pengendara, truk ODOL memang masih mudah ditemukan di jalanan. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) bahkan mengonfirmasinya di akun Instagram. Mereka memiliki data terkait dengan jenis muatan truk ODOL yang ditemukan di jalanan pada 1 Januari 2025 sampai 28 November 2025 dan diperiksa lewat system weight in motion (WIM).

Berikut adalah rincian jenis angkutan yang ada di truk-truk odol tersebut, Gez:

Truk ODOL yang lewat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Semarang. (Google Street View)

1. Truk bermuatan pasir sejumlah 41.557 unit

2. Truk bermuatan barang paket sejumlah 23.703 unit

3. Truk bermuatan barang campuran sejumlah 22.547 unit

4. Truk bermuatan beras sejumlah 11.109 unit

5. Truk bermuatan batu sejumlah 10.399 unit.

"Kalau yang sering lewat di Jalan Perintis Kemerdekaan pas saya berangkat kerja sih muatannya pasir, batu, atau paket," lanjut Beni.

Lantas, kapan ya truk-truk ODOL ini bakal menghilang dari jalanan? Terkait dengan hal ini, pemerintah Indonesia sebenarnya sudah menargetkannya pada 2027 dengan program Zero ODOL 2027. Alasan dibentuknya program ini adalah truk-truk tersebut ikut berperan dalam membuat infrastruktur jalan jadi rusak akibat beban berlebihan, dan menyebabkan risiko terjadinya kecelakaan meningkat.

"Ditjen Hubdat berkomitmen mengoptimalkan penggunaan jembatan tilang online (JTO) serta system WIM sekaligus mengoptimalkan perbaikan di lapangan demi memastikan jembatan-jembatan timbang berfungsi maksimal. Dengan sistem pengawasan angkutan barang yang lebih baik, harapannya Zero ODOL 2027 beneran terwujud," ungkap takarir Ditjen Hubdat di Instagram @ditjen_hubdat pada Rabu (14/1).

Semoga saja ya, dengan penegakan hukum yang lebih baik, jumlah truk ODOL yang beroperasi dan angka kecelakaan di jalanan bisa berkurang. Kamu sendiri, setuju nggak dengan hal ini, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: