BerandaHits
Kamis, 26 Jun 2024 11:12

Makin Banyak Pemakai Paylater; Ini Tips Menggunakannya dengan Bijak

Pengguna paylater di Indonesia semakin banyak. (Shutterstock)

Paylater sebagai alat pembayaran berbasis digital yang menawarkan banyak kemudahan. Nggak heran, pemakai paylater di Indonesia semakin banyak. Meski begitu, kita tetap harus tahu bagaimana tips menggunakan paylater dengan bijak.

Inibaru.id - Sekarang ini, kita tengah merasakan kemudahan dalam bertransaksi di dunia digital, salah satunya pada alat pembayaran yang kini makin diminati, yaitu paylater. Buat kamu yang masih asing, paylater ini semacam layanan kartu kredit versi digital.

Di Indonesia, penggunaa paylater semakin banyak saja. Hal ini terbukti dari sebuah riset yang telah dilakukan oleh salah satu penyedia paylater, Kredivo. Bekerjasama dengan Katadata Insight Center, mereka meneliti perilaku belanja masyarakat di e-commerce.

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 2 juta sampel pengguna Kredivo dan 5 ribu koresponden survei yang dilakukan secara online, pengguna metode transaksi dari kalangan umur 36 tahun ke atas mengalami peningkatan dari 27,8% di tahun 2022 menjadi 29,6% di tahun 2023.

Nggak hanya itu, penggunaan paylater sebagai metode pembayaran untuk belanja online juga meningkat dari 69,4% di tahun 2023 menjadi 70,5% di tahun 2024.

Nah, dari banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan paylater itu, nggak jarang kita mendengar cerita orang-orang yang terjerat tagihan-tagihan dari paylater yang kian menumpuk, bahkan gagal bayar. Kalau sudah begitu, pasti bikin stres dan beban pikiran ya, Millens?

Tips Mengunakan Paylater

Kita sebagai pengguna paylater harus membayar cicilan sebelum tanggal jatuh tempo. (Istimewa)

Agar bisa menikmati kemudahan bertransaksi dengan paylater, maka kita harus bisa menggunakannya dengan bijak dan tepat. Jangan sampai karena kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan membuat kita terlena saat menggunakannya.

Berikut adalah tips terhindar dari risiko buruk paylater.

1. Jadikan Paylater sebagai Alat Pembayaran bukan Alat Berhutang

Nah, poin ini perlu dipahami bahwa Paylater bukanlah bentuk sumber tambahan uang atau pinjaman kayak fintech P2P lending atau pinjaman online. Paylater merupakan layanan keuangan digital yang memungkinkan para user untuk melakukan pembelian tanpa harus membayar secara langsung, sehingga cukup membantu mengelola arus kas (cash flow) dan menyisihkan dana untuk kebutuhan lainnya.

2. Lunasi Sebelum Jatuh Tempo

Pengguna paylater harus membayar cicilan sebelum tanggal jatuh tempo. Jika melewati masa tersebut, akan ada sanksi berupa denda keterlambatan yang dapat membuat beban tagihan membengkak seketika.

Nggak hanya itu, terlalu sering terlambat membayar cicilan paylater juga dapat menurunkan skor kredit yang bisa menyulitkan proses mendapatkan pinjaman di masa mendatang.

3. Miliki Akun Paylater Secukupnya

Memiliki banyak akun paylater hanya akan membuat kita semakin sulit mengontrol pemakaiannya. Nggak hanya itu, kita juga berpotensi mendapat limit kredit yang jauh melampaui kemampuan bayar dan akhirnya membuat keuangan terpuruk.

4. Hindari Tarik Tunai

Paylater memang memiliki fasilitas tarik tunai selayaknya kartu debit. Namun, demi kondisi keuangan yang lebih stabil, nggak disarankan untuk menggunakan fasilitas tersebut. Sebab, penarikan uang melalui paylater dikenakan biaya serta bunga yang terbilang selangit, sekitar 6-10% setiap kali penarikan.

5. Gunakan Tanpa Melebihi Limit

Limit kredit paylater sebenarnya bertujuan untuk mengontrol pengeluaran dan mencegah kita untuk memiliki beban cicilan melebihi kemampuan keuangan. Transaksi belanja pun otomatis ditolak saat sudah over limit.

Saat over limit terjadi, penyedia paylater akan membebankan biaya mencapai 5% dari jumlah kredit yang melewati batas.

6. Kontrol Pengeluaran Via Paylater

Salah satu tips penting menggunakan paylater adalah rutin mengontrol berapa besar pengeluaran dari pemakaian paylater. Cek pula jumlah cicilan yang harus dilunasi di bulan berikutnya dan pastikan masih terjangkau.

Sebagai acuan, batasi pemakaian paylater kurang dari 70% dari limit kreditnya, serta pastikan cicilannya nggak memangkas lebih dari 30% penghasilan bulanan. Dengan begitu, kondisi keuangan akan tetap stabil dan nggak akan dikacaukan oleh pemakaian paylater yang berlebihan.

7. Gunakan Paylater sesuai Skala Prioritas Kebutuhan

Paylater memang dirancang untuk membantu pengguna memenuhi beragam kebutuhan sehari-hari. Namun, penting bagi pengguna untuk memastikan bahwa penggunaan paylater sebagai layanan keuangan tetap terfokus pada kebutuhan yang sesuai skala prioritas. Pertimbangkan dan tentukan skala prioritas kebutuhan agar tidak memicu perilaku konsumtif yang tidak sehat.

Nah, dengan mengetahui tips menggunakan paylater, kita nggak akan mudah terlena untuk mengambil banyak cicilan yang mengakibatkan banyak tagihan ya, Millens? (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: