BerandaHits
Senin, 15 Mar 2026 19:00

Lestari Moerdijat: Empat Pilar Kebangsaan Adalah Kunci Akhiri Krisis Multidimensi

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI bersama Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat di Demak, Minggu (15/3). (Inibaru.id)

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa penguatan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan merupakan kunci utama dalam mengakhiri krisis multidimensi dan membendung ancaman isu SARA yang merongrong keutuhan bangsa Indonesia saat ini.

Inibaru.id – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar Kebangsaan merupakan solusi utama dalam menghadapi krisis multidimensi yang tengah melanda Indonesia. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan adalah salah satu penyebab isu ini lahir. Padahal, sebagaimana yang kita tahu bahwa bangsa ini merupakan penyatuan dari berbagai perbedaan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di hadapan masyarakat Demak, Minggu (15/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Lestari juga menyoroti maraknya penggunaan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Dia menilai ada upaya sistematis untuk mengikis jati diri bangsa melalui doktrin yang tidak sejalan dengan kepribadian Indonesia.

"Saat ini hal lain yang kita hadapi juga adalah isu SARA,” ungkapnya. Dia menambahkan bahwa praktik intoleransi serta kekerasan yang mengatasnamakan identitas tertentu kian memperburuk situasi.

“Jika hal ini dibiarkan akan membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara,” tegas Lestari.

Kembali ke Konsensus Nasional

Lestari mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali merefleksikan makna Bhinneka Tunggal Ika untuk menjaga persatuan bangsa. (Inibaru.id)

Sebagai langkah mitigasi, legislator dari Dapil II Jawa Tengah ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memegang teguh empat konsensus dasar negara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, keempat elemen ini adalah fondasi utama dalam membangun karakter bangsa (National Character Building) yang telah diwariskan oleh para pendiri negara.

Lestari juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Baginya, kedaulatan tidak akan berarti tanpa adanya persatuan yang nyata di tengah ratusan suku bangsa dan perbedaan geografis yang ada.

Meski berbeda, Indonesia memiliki pengikat kuat berupa Pancasila dan Sumpah Pemuda. Keberagaman flora, fauna, hingga adat istiadat justru harus dipandang sebagai kekayaan bangsa yang patut disyukuri.

“Kita adalah bangsa yang religius, mandiri, toleransi, bersatu, tidak kenal menyerah, dan memiliki Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya sembari mengingatkan pentingnya menonjolkan karakter pokok bangsa di tengah arus perubahan zaman.

Sebagai penutup, Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia mulai dari suku, bahasa, hingga kekayaan alamnya adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dengan rasa syukur.

Dengan menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai kompas dalam kehidupan bermasyarakat, bangsa Indonesia diharapkan mampu tetap tegak berdiri menghadapi segala tantangan global dan internal. Dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bangga pada jati diri sebagai bangsa yang religius dan toleran demi masa depan Indonesia yang lebih bersatu. (Administrator)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: