BerandaHits
Rabu, 24 Jul 2018 17:00

Lepas dari Gawai dengan Kegiatan Seru di Komunitas Taman Lentera

Kegiatan di Sekolah Taman Lentera membuat anak-anak teralihkan dari gawai. (Smallinitiatives.wordpress.com)

Ada banyak cara untuk mengurangi penggunaan gawai pada anak-anak, salah satunya dengan mengajak mereka bermain di alam terbuka. Itulah yang dilakukan para relawan di Komunitas Taman Lentera Semarang.

Inibaru.id – Nggak bisa dimungkiri, gawai sudah menjadi bagian dalam kehidupan keseharian generasi millenials. Dari orang dewasa sampai balita, mereka sudah akrab dengan gawai. Namun, keberadaan gawai itu seringkali membuat anak-anak asyik bermain gawai dan lupa akan kehidupan sosialnya.

Dari situlah Ike Purwaningsih berinisiatif untuk mendirikan Sekolah Taman Lentera Santrendelik Semarang. Diadakan setiap Sabtu sore, Taman Lentera berusaha memberi stimulus kepada anak-anak agar bermain di luar rumah.

Sebagai sekolah literasi, para relawan yang berkegiatan di Kalialang Lama IX No 44 Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Semarang itu punya banyak program seru untuk anak-anak. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa membuat anak melupakan gawai dan merasakan asyiknya bermain bersama.

“Daripada bermain gawai, lebih baik anak-anak bermain di luar rumah. Ini menstimulus mereka. Bermain di luar rumah bersama anak-anak lain bisa melatih kekompakan dan melatih mereka bersosialisasi. Selain itu dengan aktif bergerak, peredaran darah ke otak pun lancar, jadi pikiran bisa fresh. Kalau pikiran segar, tentu mereka juga lebih mudah melakukan kegiatan kreatif dan produktif lainnya seperti membaca buku, bermain musik, drama atau menari,” tutur Ike.

Relawan Sekolah Taman Lentera Santrendelik. (Taman Lentera)

Kendati demikian, Ike mengaku masih ada beberapa anak yang membawa gawai saat melakukan kegiatan di Taman Lentera Santrendelik. Dia mengatakan melarang anak menggunakan gawai bukanlah solusi terbaik karena literasi digital pun berkembang melalui internet. Alhasil, dia dan para relawan berusaha menciptakan kegiatan yang menarik perhatian anak agar nggak terfokus pada gawainya masing-masing.

Ike menambahkan, bermain gawai itu boleh-boleh saja tapi jangan sampai kecanduan apalagi asyik sendiri dengan gawainya. Keluarga hendaknya mendampingi anak-anaknya saat bermain internet. Hal ini sebagai cara mangantisipasi kemungkinan buruk internet.

“Kalau anak-anak berselancar di internet, sebaiknya orang tua mendampingi supaya mereka bisa mengontrol. Boleh menggunakan internet, tapi harus ada batasan,” lanjut perempuan asal Purwokerto ini.

Mendongeng menjadi salah satu kegiatan paling menarik di Taman Lentera. (Taman Lentera)

Lebih lanjut, Ike menjelaskan ada beberapa anak yang memiliki kesulitan dalam mengekspresikan perasaan mereka secara langsung. Mereka akhirnya memilih mengungkapkan perasaannya di media sosial. Padahal, ini bukan hal yang baik. Curhat mereka akan direspon oleh orang-orang yang sebenarnya tidak dekat dengan mereka di kehidupan nyata, tapi mereka justru percaya dengan respons itu. Untuk itu, komunikasi secara langsung antara anak-anak dengan orang-orang di sekitarnya itu sangat penting.

“Karena itu kami merancang kegiatan-kegiatan yang membantu mengembangkan keterampilan mereka contohnya keterampilan bercerita lewat mendongeng. Dari situ, mereka lebih berani mengekspresikan diri, mengungkapkan apa yang dipikirkan atau dirasakannya,” tambah Ike.

Bemain "egrang", mainan anak yang pernah moncer pada zamannya (Taman Lentera)

Oh iya, dalam waktu dekat ini Taman Lentera Santrendelik punya agenda pementasan. Acara yang sedianya akan digelar pada 5 Agustus itu bertujuan untuk memperingati Hari Anak Nasional sekaligus Hari Kemerdekaan Indonesia. Nanti, para anak-anak Sekolah Taman Lentera akan menyuguhkan pentas tentang perjuangan para pendahulu pada zaman penjajahan.

Selain mengenalkan sejarah bangsa, acara tersebut juga mengenalkan anak-anak dengan permainan tradisional seperti egrang, kelereng, hingga dakon yang sudah jarang ditemui.

Bermain di halaman menjadi salah satu konsep edukasi yang dilakukan Taman Lentera. (Taman Lentera)

Wah, asyik nih Millens. Gimana, tertarik menjadi relawan Taman Lentera Santrendelik? Kalau iya, ikuti saja Instagramnya di @smallinitiatives untuk mengetahui informasi terbaru dan kegiatan Taman Lentera. (Artika Sari/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Mi Ayam Ceker Pak Kawit yang Melegenda di Pusat Kota Semarang

16 Jan 2026

Rupiah Masuk Daftar 5 Besar Mata Uang Terlemah di Dunia

16 Jan 2026

Kembali Didera Banjir, Warga Desa Wonorejo Memilih Bertahan di Rumah

16 Jan 2026

Bertahan dalam Banjir; dari Alasan Merawat Ternak hingga Menjaga Anggota Keluarga

16 Jan 2026

Yuk, Intip Tradisi Leluhur 'Nabung' Air Hujan yang Mulai Terlupakan

16 Jan 2026

Jateng Nol Desa Sangat Tertinggal, Kini Ribuan Berstatus Mandiri dan Maju!

16 Jan 2026

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: