BerandaHits
Rabu, 24 Mar 2026 19:24

Lapangan Tanah Liat Hijau Terbukti Lebih Cepat Capai Net Zero

Lapangan tenis tanah liat bisa menjadi penyerap karbon. (Redplus)

Di tengah isu pemanasan global yang makin ngeri, inovasi ramah lingkungan muncul dari tempat yang nggak terduga yaitu lapangan tenis! Penelitian terbaru mengungkap kalau lapangan tanah liat hijau (green clay) bukan cuma enak buat dipakai bertanding, tapi juga jago menyerap karbon dioksida (CO2) dalam jumlah jumbo. Rahasianya? Ada pada bebatuan yang kita injak!

Inibaru.id - Suka main tenis atau sekadar hobi nonton pertandingannya, Gez? Selama ini kita mungkin cuma fokus ke adu skill antar pemain di lapangan. Tapi siapa sangka, lapangan tenis tempat mereka berlari mengejar bola ternyata punya "kekuatan super" buat menyelamatkan bumi!

Sebuah studi yang baru saja dirilis di jurnal Applied Geochemistry pada Selasa (24/3/2026) bikin heboh dunia olahraga dan lingkungan. Para peneliti menemukan kalau lapangan tenis tanah liat hijau menggunakan bahan batuan bernama metabasalt.

Batuan ini punya kemampuan alami buat menangkap polusi karbon dari udara, apalagi kalau terkena air hujan. Jadi, setiap kali hujan turun di atas lapangan, proses pembersihan udara secara alami langsung bekerja!

FYI, Ilmuwan bumi dari NYU Gallatin, Jonathan Lambert, bersama timnya menganalisis data dari 17.178 lapangan tanah liat hijau di Amerika Serikat. Hasilnya bikin geleng-geleng kepala: lapangan-lapangan ini totalnya bisa menyerap sekitar 25.000 metrik ton CO2 setiap tahunnya!

Angka ini sudah dihitung bersih, lho. Artinya, para peneliti sudah mempertimbangkan emisi yang keluar saat proses penambangan batu, pengiriman material, sampai perawatan lapangannya.

Lebih Cepat 'Net Zero' Dibanding Lapangan Semen

Lapangab tenis berbahan semen nggak menyerap karbon. (Newsbytes)

Kalau dibandingkan sama lapangan semen (hard court) yang terbuat dari beton, lapangan tanah liat hijau ini menang telak. Lapangan beton sama sekali nggak bisa menyerap karbon. Sebaliknya, lapangan tanah liat hijau justru punya catatan lingkungan yang impresif:

  • 3,5 Tahun Saja: Rata-rata lapangan ini sudah mulai aktif membersihkan udara (menjadi net negative) hanya dalam waktu 3,5 tahun setelah dibangun.
  • Net Zero Kilat: Sebanyak 80 persen lapangan mencapai net zero (keseimbangan emisi) kurang dari 10 tahun.
  • Emisi Rendah: Proses pembangunannya saja mengeluarkan emisi 1,6 hingga 3 kali lebih rendah dibanding lapangan semen.

Peluang Besar buat Fasilitas Olahraga

Menurut Lambert, penelitian ini adalah titik awal buat memperkenalkan solusi iklim yang asyik dan mudah dipahami masyarakat. Dengan sedikit mengubah campuran batuan hancur dan mencatat perawatannya lebih detail, jumlah karbon yang diserap bisa makin "ngegas" lagi.

Ini jadi peluang besar buat klub tenis atau fasilitas olahraga yang pengin pamer jejak karbon rendah. Main olahraga jadi makin sehat, buminya juga makin segar!

Inovasi ini membuktikan kalau solusi perubahan iklim nggak harus selalu pakai mesin canggih yang mahal, tapi bisa lewat fasilitas yang sudah ada di sekitar kita. Jadi, kapan nih klub tenis di Indonesia mulai pakai teknologi tanah liat hijau ini?

Gimana, jadi makin semangat main tenis kalau tahu lapangannya bisa bantu bersihkan udara, kan? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Alasan Mengapa Mudik Lebaran dengan Sepeda Motor Nggak Dianjurkan Banyak Pihak

10 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Air Terjun Sewawar Sedinding di Karanganyar

10 Mar 2026

Ramadan dalam Kepedulian, Ibu Profesional Semarang Gelar Program 'Berbagi Tanpa Sekat'

10 Mar 2026

Jangan Dimakan! Ikan Kakatua Itu 'Pabrik' Pasir Putih dan Penjaga Karang Karimunjawa

10 Mar 2026

Terinspirasi dari Hobi Nonton Anime, Hendra Kumbara Lahirkan Lagu Jepang-Jawa

10 Mar 2026

Exit Tol Bawen Bakal Punya Jalur Khusus Motor dan Rekayasa Lampu Merah

10 Mar 2026

Skjolden, Desa Tepi Pantai di Norwegia yang Berjarak 200 Kilometer dari Samudra

11 Mar 2026

Mencicipi Kehangatan Wedang Ronde Jago di Salatiga

11 Mar 2026

Pattiro: Belasan Daerah di Jateng Kurang Informatif soal Anggaran Publik

11 Mar 2026

Mudik Aman, Dishub Jateng Siapkan Ramp Check di Seluruh Terminal dan Rest Area

11 Mar 2026

Mudik Lewat Bandara Ahmad Yani? Tenang, Ratusan Personel dan Posko Lebaran Sudah Siap Sambut Kamu!

11 Mar 2026

Era Baru Kelme Dimulai! Jersey Anyar Timnas Indonesia Rilis Besok Malam di GBK

11 Mar 2026

Sebenarnya, Berapa sih Skor Tertinggi TOEFL?

12 Mar 2026

Hukum Nggak Puasa saat Mudik Lebaran

12 Mar 2026

Terminal Bayangan Bikin Data Bus Masuk-Keluar Semarang Sulit Terpantau

12 Mar 2026

Pemprov Jateng Siapkan Fasilitas Balik Rantau Gratis, Pendaftaran Hari Ini

12 Mar 2026

Daftar 9 Ruas Tol yang Diskon Tarif 30 Persen selama Arus Mudik Lebaran 2026

12 Mar 2026

Film 'Na Willa' Disambut Antusias, Visinema Gelar Nonton Duluan 'Na Willa', Serentak di 22 Kota

12 Mar 2026

Dear Pemudik, Ini 5 Rest Area Keren di Jateng yang Bikin Mudikmu Makin Asyik

12 Mar 2026

Menguak Sejarah Tradisi Membeli Baju Baru Lebaran di Indonesia

13 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: