BerandaHits
Senin, 2 Nov 2025 14:34

Keraton Surakarta Berduka, Pakubuwono XIII Berpulang pada Usia 77 Tahun

Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Hangabehi (Liputan6/Fajar Abrori)

Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII Hangabehi, wafat pada usia 77 tahun setelah dirawat akibat komplikasi penyakit. Jenazah PB XIII disemayamkan di Keraton Surakarta sebelum dimakamkan di Astana Raja-Raja Mataram, Imogiri, Yogyakarta.

Inibaru.id - Duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat setelah Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi berpulang pada Minggu (2/11/2025) pagi. Raja Keraton Surakarta tersebut meninggal dunia pada usia 77 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit.

Kabar wafatnya PB XIII awalnya beredar di media sosial dan berbagai aplikasi pesan singkat sebelum akhirnya dikonfirmasi pihak keluarga. Salah satu kerabat almarhum, Raden Ayu Febri Hapsari Dipokusumo, membenarkan berita duka itu.

“Nggih (iya), Mas, nyuwun doanya,” tulis Febri, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (2/11).

Kabar tersebut juga diperkuat oleh Juru Bicara Mahamenteri Keraton Surakarta, KGPHPA Tedjowulan (Bambang Ary Wibowo), yang menyatakan bahwa pihak keraton tengah mempersiapkan prosesi adat untuk penghormatan terakhir.

Menurut keterangan keluarga, PB XIII mengembuskan napas terakhir di RS Indriati Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sekitar pukul 07.30 WIB. Kerabat keraton, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy S Wirabhumi mengatakan, mendiang memang sudah cukup lama dirawat di rumah sakit.

Komplikasi Sejumlah Penyakit

Ditemui di Kompleks Keraton Surakarta, Eddy mengungkapkan, PB XIII dirawat lantaran mengalami komplikasi berbagai penyakit, sekitar awal September 2025 setelah mengikuti upacara adat Adang Tahun Dal dan Kembul Bujana di keraton.

“Sebelum upacara Adang Dal, sebenarnya beliau sempat masuk rumah sakit, kemudian membaik dan ikut acara itu. Setelah itu masuk rumah sakit lagi. Kondisi kesehatannya sempat membaik, tapi kembali menurun hingga akhirnya meninggal dunia," sebutnya Minggu (2/11).

Sekitar pukul 10.40 WIB, iring-iringan mobil jenazah tiba di kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat dengan pengawalan ketat. Setibanya di Sasanaputra, jenazah langsung dibawa ke ruang dalam untuk prosesi persemayaman yang digelar secara tertutup dan dihadiri oleh keluarga, abdi dalem, serta kerabat dekat.

Sejak pagi, suasana duka sudah terasa di lingkungan keraton. Para pelayat berdatangan dari berbagai kalangan—mulai dari tokoh masyarakat, pejabat daerah, hingga tamu dari luar kota—untuk memberikan penghormatan terakhir.

Akan Dimakamkan di Imogiri

KPH Eddy menyampaikan bahwa jenazah PB XIII akan disemayamkan terlebih dahulu di belakang Pendapa Agung Keraton Surakarta sebelum diberangkatkan ke Astana Raja-Raja Mataram, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

“Sebelum dimakamkan, beliau akan disemayamkan di belakang pendapa utama. Seluruh rangkaian upacara adat akan dilaksanakan secara lengkap sesuai ketentuan. Semua prosesi adat dilaksanakan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Selasa Kliwon, 4 November mendatang, sekitar pukul 13.00-14.00 WIB. Prosesi adat akan dipimpin langsung oleh para pejabat adat dan pengurus keraton, diikuti penghormatan dari tamu penting dan tokoh masyarakat yang hadir.

Sejak pengumuman wafatnya PB XIII, aktivitas di dalam keraton difokuskan untuk persiapan upacara adat dan penyambutan tamu pelayat. Seluruh kawasan sekitar keraton dijaga ketat oleh aparat keamanan untuk memastikan kelancaran jalannya prosesi.

Sedikit informasi, PB XIII Hangabehi dikenal sebagai sosok pemimpin adat yang berupaya menjaga kelestarian tradisi Jawa di tengah perubahan zaman. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar keraton dan masyarakat Surakarta dan tentu saja kita semua. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Mi Ayam Ceker Pak Kawit yang Melegenda di Pusat Kota Semarang

16 Jan 2026

Rupiah Masuk Daftar 5 Besar Mata Uang Terlemah di Dunia

16 Jan 2026

Kembali Didera Banjir, Warga Desa Wonorejo Memilih Bertahan di Rumah

16 Jan 2026

Bertahan dalam Banjir; dari Alasan Merawat Ternak hingga Menjaga Anggota Keluarga

16 Jan 2026

Yuk, Intip Tradisi Leluhur 'Nabung' Air Hujan yang Mulai Terlupakan

16 Jan 2026

Jateng Nol Desa Sangat Tertinggal, Kini Ribuan Berstatus Mandiri dan Maju!

16 Jan 2026

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: