BerandaHits
Kamis, 21 Agu 2024 15:52

Kemenkes Tindak Tegas Pelaku Perundungan di Pendidikan Dokter Spesialis

Kemenkes menerima ratusan aduan bullying dari pendidikan dokter spesialis. (Getty images)

Kemenkes telah melakukan investigasi terhadap 156 kasus bullying. Hasilnya, sebanyak 39 peserta didik (residen) dan dokter pengajar (konsulen) telah menerima sanksi tegas.

Inibaru.id - Profesi dokter yang merepresentasikan kesehatan nyatanya nggak luput dari kasus perundungan. Bahkan, praktik perundungan atau bullying dalam pendidikan dokter spesialis masih menjadi masalah yang serius.

Kementerian Kesehatan telah menerima ratusan laporan terkait perundungan melalui situs web perundungan.kemkes.go.id, dengan 39 kasus di antaranya telah diberikan sanksi tegas.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. M. Syahril mengungkapkan bahwa sejak Juli 2023 hingga 9 Agustus 2024, terdapat 356 laporan perundungan yang diterima. Rinciannya, 211 laporan berasal dari rumah sakit vertikal, sementara 145 laporan lainnya berasal dari luar rumah sakit vertikal.

Jenis perundungan yang paling sering dilaporkan meliputi perundungan nonfisik, nonverbal, jam kerja yang nggak wajar, pemberian tugas yang nggak relevan dengan pendidikan, serta intimidasi verbal.

Dari investigasi yang dilakukan terhadap 156 kasus bullying, sebanyak 39 peserta didik (residen) dan dokter pengajar (konsulen) telah menerima sanksi tegas.

"Kemenkes akan selalu menindak tegas pelaku bullying, dan identitas pelaku akan dicatat di SISDMK sebagai pelaku perundungan," kata dr. M. Syahril saat ditemui di Jakarta, Senin (19/8).

Dokter Syahril mengimbau untuk melapor jika menyaksikan atau mengalami bullying. (Kumparan/Helmi Afandi Abdullah)

Untuk laporan yang berasal dari luar rumah sakit vertikal, sebanyak 145 kasus telah dikembalikan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Pemberian sanksi ini sesuai dengan Instruksi Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/Menkes/1512/2023 tentang Pencegahan dan Perundungan Terhadap Peserta Didik pada Rumah Sakit Pendidikan di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan memfasilitasi pengaduan kasus perundungan melalui WhatsApp di nomor 081299799777 dan situs web https://perundungan.kemkes.go.id/. Laporan yang masuk akan diterima oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan dan akan ditelusuri oleh tim Inspektorat. Identitas pelapor dijamin keamanannya oleh Kemenkes.

Setelah adanya konfirmasi perundungan, pelaku akan dikenai tiga jenis sanksi berdasarkan hasil investigasi tim Inspektorat, yang harus ditindaklanjuti oleh pimpinan Rumah Sakit Pendidikan dan unit terkait. Sanksi yang diberlakukan bagi tenaga pendidik dan pegawai lainnya, serta peserta didik dan pimpinan Rumah Sakit Pendidikan, mencakup sanksi ringan berupa teguran tertulis, sanksi sedang berupa skorsing, dan sanksi berat yang meliputi penurunan pangkat, pembebasan dari jabatan, pemberhentian sebagai pegawai, atau bahkan dikeluarkan sebagai peserta didik.

"Perundungan dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan. Kami berharap praktik buruk ini segera dihentikan. Kami mengimbau peserta didik untuk segera melapor jika mengalami atau menyaksikan praktik bullying melalui kanal yang telah disediakan. Jangan takut," tegas dr. M. Syahril.

Semoga kasus serupa nggak lagi terulang ya, Millens! (Siti Zumrokhatun/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Asal-usul Warmindo, Warung Mi Instan yang Berawal dari Burjo

31 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: