BerandaHits
Rabu, 1 Agu 2023 11:42

Kebiasaan pada Siang Hari yang Membuat Kita Panjang Umur

Ilustrasi: Makan siang bersama teman adalah salah satu bentuk sosialisasi, yang bisa membuat kita panjang umur. (Shutterstock)

Sudah luang saat tengah hari? Kebiasaan pada siang hari berikut ini bisa membuat kita panjang umur dan tambah sehat, lo. Apa saja?

Inibaru.id - Setiap orang pasti ingin hidup sehat dalam waktu lama. Sayangnya, keinginan ini nggak selalu diikuti dengan kebiasaan-kebiasaan baik yang sebetulnya nggak sulit dilakukan. Sementara, kita tahu bahwa gaya hidup yang buruk bikin kita mudah sakit dan meninggal lebih cepat, bukan?

Salah satu kebiasaan baik yang berpotensi bikin kita panjang umur, yang sejatinya sudah kita ketahui sejak lama, adalah pelbagai kegiatan rutin yang harusnya kita lakukan tiap siang hari. Penulis Dan Buettner pernah mengungkapkan, para penghuni "blue zone" punya kebiasaan pada siang hari yang bikin mereka panjang umur dalam kondisi sehat.

Oya, blue zone atau zona biru adalah wilayah yang menandakan daerah itu berisikan penduduk dengan angka penyakit kronis rendah dan harapan hidup tinggi. Di mana saja zona biru itu terdeteksi?

Dikutip dari Healtline, sekurangnya ada lima wilayah di dunia yang dikategorikan sebagai "The Blue Zones". itu meliputi Ikaria (Yunani), Sardinia (Italia), Okinawa (Jepang), Semenanjung Nicoya (Kosta Rika), dan Sevent-day Adventists (AS).

Kebiasaan yang Membuat Panjang Umur

Jalan kaki untuk mobilitas harian sangat bermanfaat bagi kesehatan. (Kompas/Garry Lotulung)

Buettner mengatakan, setidaknya ada lima rutinitas yang biasa dilakukan masyarakat di zona biru pada siang hari yang membuat mereka berumur panjang. Apa saja?

1. Makan siang santai dengan orang lain

Menurut riset, orang Ikaria dan Sardinia menjadikan makan siang sebagai kegiatan berkumpul atau bersosialisasi. Saat makan siang, mereka mengonsumsi makanan antiinflamasi dengan banyak vitamin dan nutrisi seperti kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, buah segar, biji-bijian, dan sayuran hijau.

2. Prioritaskan makna, bukan produktivitas

Warga zona biru sehari-hari mengorientasikan diri pada makna, bukan tujuan jangka pendek yang mendorong mereka melakukan hal sebanyak mungkin. Di Kosta Rika, mereka menyebutnya "plan de vida". Sementara, di Okinawa, mereka menyebutnya "ikigai".

Orang-orang di zona biru benar-benar bekerja untuk hidup, sedangkan masyarakat produktif umumnya sehari-hari hidup untuk bekerja. Ehm, tahu perbedaannya kan, Millens?

3. Bergerak

Warga zona biru nggak ke pusat kebugaran atau olahraga memakai peralatan khusus. Mereka cukup rajin bergerak, seperti mengendarai sepeda atau jalan kaki untuk mobilitas harian. Kamu bisa meniru kebiasaan ini dan melakukannya secara rutin karena akan menyehatkan jantung.

4. Tidur siang

Siang hari bisa dimanfaatkan untuk tidur siang (napping). Di beberapa wilayah zona biru, tidur siang berguna untuk mengatasi panas dan memulihkan energi.

Studi membuktikan, tidur siang berkontribusi terhadap umur panjang. Sebuah studi longitudinal pada lebih dari 200 ribu orang Yunani menemukan korelasi tidur siang teratur dengan kesehatan jantung.

5. Luangkan waktu bersosialisasi

Manusia pada dasarnya makhluk sosial. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesejahteraan emosional dan fisik. Ikatan dengan sesama bisa mencegah kesepian yang berkaitan dengan penurunan kesehatan mental dan fisik.

Jika memang kamu nggak bisa makan siang bersama teman atau keluarga, coba sisihkan waktu untuk berkirim pesan atau menelepon mereka. Interaksi singkat ini bisa menyegarkan harimu.

Nah, ternyata waktu siang hari nggak hanya bisa kita isi dengan tidur siang saja, ya? Ada banyak kegiatan lain yang juga memberikan manfaat baik bagi kesehatan. Semoga kamu punya waktu untuk melakukan hal-hal yang dilakukan oleh masyarakat di zona biru ya, Millens! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: