BerandaHits
Selasa, 29 Apr 2024 11:00

Jateng Nggak Lagi Punya Bandara Internasional, Apa Dampaknya?

Status Bandara Ahmad Yani Semarang turun dari bandara internasional jadi bandara domestik. (AngkasapuraI)

Dua bandara internasional di Jawa Tengah, yaitu Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Solo statusnya berubah jadi bandara domestik. Apa dampak dari hal ini, ya?

Inibaru.id – Keputusan mengejutkan dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebanyak 17 dari sebelumnya berjumlah 34 bandara internasional di Indonesia diturunkan statusnya menjadi bandara domestik, dua diantaranya adalah Bandara Ahmad Yani dan Adi Soemarmo yang ada di Jawa Tengah.

Meskipun keputusan ini sudah berkekuatan hukum dengan adanya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31/2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional yang dirilis pada 2 April 2024, bukan berarti status bandara-bandara yang turun kasta ini nggak bisa dipakai untuk penerbangan internasional. Hal ini diungkap oleh Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati.

“Ada 17 bandara internasional yang ditetapkan jadi bandara domestik. Tapi pada prinsipnya bandara-bandara ini masih bisa melayani penerbangan luar negeri untuk kepentingan tertentu secara temporer atau sementara,” jelas Adita sebagaimana dilansir dari Bisnis, Sabtu (27/4/2024).

Oleh karena itu, Bandara Adi Soemarmo Solo tetap dipakai sebagai Embarkasi dan Debarkasi Haji 1445 H untuk Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Pelaksanaan penerbangan haji tahun 2024 dipastikan tetap melalui Bandara Adi Soemarmo,” terang General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Erick Rofiq Nurdin sebagaimana dilansir dari Antara, Minggu (28/4/2024).

Keputusan yang Tepat?

Sejumlah pihak justru mendukung keputusan penurunan status bandara internasional di banyak bandara. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Meski keputusan Kemenhub untuk memangkas jumlah bandara internasional di Indonesia sampai separuh ini cukup kontroversial, banyak pakar yang justru menyebut keputusan ini sebagai hal yang tepat. Salah satunya adalah pengamat penerbangan Alvin Lie.

“Meski jumlahnya banyak, bandara-bandara internasional ini hanya memfasilitasi orang Indonesia yang mau ke luar negeri, tapi kurang menarik minat wisatawan asing. Secara ekonomi nggak menguntungkan Indonesia,” ucapnya sebagaimana dilansir dari Bbc, (4/2/2023).

Hal serupa juga diungkap Indonesia Nation Air Carriers Association (INACA). Menurut ketuanya, penurunan jumlah bandara internasional bisa berdampak positif bagi penerbangan Indonesia, tepatnya dalam hal mengembalikan pola penerbangan Tanah Air dari yang sekarang berupa point to point kembali ke pola hub and spoke.

“Dengan kembali ke pola ini, bandara di kota kecil bakal lebih hidup karena jadi penyangga alias spoke bagi bandara di kota yang lebih besar (sub hub), bandara sub hub lalu bakal jadi penyangga bandara hub yang menghubungkan penerbangan ke luar negeri. Jadi semua bandara dapat hidup, konektivitas penerbangan terbangun, dan akhirnya terjadi pemerataan pembangunan,” ungkap Ketua INACA Denon Prawiraatmadja sebagaimana dinukil dari Bisnis, Minggu (28/4).

Jika pola penerbangan ini sudah terbentuk, pada akhirnya pelayanan penumpang transportasi penerbangan bakal meningkat.

Semoga saja apa yang diungkap para pakar penerbangan ini bakal terwujud ya, Millens. Jadi, meskipun kini banyak bandara internasional yang turun kasta statusnya jadi bandara domestik, dampak bagi dunia penerbangan Indonesia justru jadi lebih baik. Setuju? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: