BerandaHits
Selasa, 27 Jan 2025 09:29

Indonesia Uji Coba Sistem 4 Hari Kerja, Adakah Negara yang Telah Menerapkannya?

Kebijakan empat hari kerja dalam seminggu dinilai meningkatkan kreativitas pekerja. (Pixabay/Quân Lê Quốc)

Sudah diterapkan di Kementerian BUMN, kebijakan empat hari kerja dalam seminggu bisa menjadi angin segar bagi pekerja untuk mencapai work-life balance. Adakah negara yang telah menerapkan kebijakan serupa?

Inibaru.id – Kementerian BUMN mulai menerapkan sistem kerja empat hari seminggu dalam sepekan terakhir. Program Compressed Work Schedule (CWS) ini diterapkan setelah uji coba yang dilakukan sejak pertengahan tahun lalu dianggap berhasil.

Rencananya, sistem kerja yang memungkinkan karyawan mendapatkan tiga hari libur dalam sepekan tersebut rencananya akan diterapkan di seluruh perusahan pelat merah. Namun, untuk saat ini baru Kementerian BUMN yang mengadopsinya.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata pada Jumat (24/1/2025) lalu. Menurutnya, sistem itu akan terus dievaluasi sebelum benar-benar diterapkan di semua perusahaan BUMN.

“Ini sifatnya fasilitas untuk pegawai apabila waktu kerja mereka sudah memenuhi syarat,” terang Tedi di Kementerian BUMN. “(Bisa) empat hari kerja jika waktunya sudah 40 jam seminggu. Silakan diambil, tapi perlu approval begitu."

Alasan Menerapkan 4 Hari Kerja

Kebijakan 4 hari kerja muncul seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menerapkan work-life balance. (BNI)

Kebijakan sistem kerja empat hari seminggu memang terus mencuat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menerapkan work-life balance belakangan ini.

Dengan alasan untuk menjaga kewarasan, mengatur waktu yang seimbang antara bekerja dengan menjalani kehidupan pribadi terus menjadi kebijakan yang terus diuji coba. Ada yang patokannya tetap 40 jam kerja dalam seminggu, tapi ada pula yang benar-benar mengurangi jam kerja.

Konsep terakhir didukung sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa jam kerja yang lebih pendek nggak berarti produktivitas menurun. Sebaliknya, waktu kerja yang lebih singkat justru mendorong efisiensi dan kreativitas.

Pendekatan ini diyakini akan menyeimbangkan kebutuhan profesional dan pribadi dengan memberikan lebih banyak waktu bagi pekerja untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, atau mengembangkan diri.

Negara yang Menerapkan 4 Hari Kerja

Selain Indonesia, sekurangnya ada 6 negara yang telah menerapkan ide 4 hari kerja dalam seminggu. (Pixabay/Karolina Grabowska)

Sejumlah negara yang telah menerapkan empat hari kerja mengadopsi kebijakan yang berbeda-beda. Ada yang jam kerjanya benar-benar dikurangi, tapi banyak pula yang jumlah harinya saja yang dipadatkan.

Namun begitu, inti dari kebijakan ini rata-rata sama, yakni memberikan waktu lebih banyak bagi pekerja untuk rehat, berinteraksi dengan keluarga, dan mengembangkan diri. Selain Indonesia, sekurangnya sudah ada enam negara yang menawarkan kebijakan publik ini.

1. Inggris

Melibatkan puluhan perusahaan yang dimulai sejak Juni 2022, program empat hari kerja dalam seminggu di Inggris digadang-gadang sebagai percontohan terbesar di dunia. Program ini dinilai berhasil dan direncanakan akan menjadi kebijakan permanen.

Kebijakan yang diambil untuk mengetahui dampak pengurangan jam kerja terhadap produktivitas dan kesejahteraan karyawan, lingkungan, serta kesetaraan gender ini dinilai sukses oleh para pelakunya.

2. Belgia

Diyakini sebagai negara pertama di Eropa yang resmi mengadopsi sistem kerja empat hari dalam seminggu ini pada 2022, masyarakat Belgia memiliki hak untuk memilih memadatkan jam kerja normal lima hari menjadi empat hari saja. Tujuannya, untuk memberikan fleksibilitas pada pekerja dan perusahaan.

3. Jerman

Dimulai pada September 2023, sebuah uji coba kolaboratif antara 4 Day Week Global, Intraprenör, dan Universitas Münster dengan melibatkan 41 organisasi untuk menerapkan sistem empat hari kerja menunjukkan hasil signifikan.

Meski beberapa perusahaan memutuskan keluar karena kendala ekonomi atau operasional, Jerman berhasil menyelesaikan uji coba untuk meneliti produktivitas dan keseimbangan hidup para pekerja ini.

4. Portugal

Hasil positif terhadap program empat hari kerja di Eropa mulai diadopsi Portugal belum lama ini. Sebanyak 39 perusahaan swasta ikut serta dalam program yang didanai pemerintah tersebut, berkolaborasi dengan organisasi 4 Day Week Global.

5. UEA

Seluruh pegawai pemerintah di Uni Emirat Arab (UEA) telah diberi opsi untuk menerapkan empat hari kerja dalam seminggu sejak Juli 2023. Meski nggak berlaku untuk semua orang, 90 persen perkerja di negara tersebut bekerja di sektor pemerintah, sehingga sebagian besar penduduk dapat menikmati pengaturan kerja ini.

6. Australia

Sebanyak 20 perusahaan dilibatkan untuk memulai budaya empat hari kerja di Australia pada Agustus 2022. Selama enam bulan, para karyawan menjalani 80 persen dari jam kerja normal mereka, tapi tetap menerima gaji penuh.

Sebagai negara yang baru tahap uji coba, kebijakan Indonesia menerapkan empat hari kerja dalam seminggu perlu terus dievaluasi. Jangan sampai kebijakan ini melenceng jauh dari tujuan awal, yakni keseimbangan kehidupan pribadi dengan dunia kerja, ya! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: