BerandaHits
Senin, 7 Sep 2025 15:01

Gen-Z Stare; Tatapan Tanpa Ekspresi yang Sesungguhnya Punya Arti

Ilustrasi: Kebiasaan sebagian anak muda yang acap menunjukkan tatapan tanpa ekspresi saat berinteraksi langsung dikenal sebagai Gen-Z Stare. (Getty Images via Northeastern News)

Bukan bentuk ketidaksetujuan atau ketidakpedulian, Gen-Z Stare berupa tatapan kosong tanpa ekspresi yang acap ditunjukkan anak muda adalah realitas mereka yang besar di depan layar dan jarang bersemuka karena pandemi.

Inibaru.id - Andi mengaku pernah marah-marah di depan kasir sebuah minimarket lantaran melihat penjaga kasirnya tampak nggak melayani dengan sepenuh hati. Sebagai mantan sales, lelaki 40 tahun ini merasa bahwa orang yang berdiri di front desk nggak seharusnya bersikap seperti itu.

"Masih sangat muda, tapi tatapannya kosong, tidak ada ekspresi, bahkan jauh dari kata ramah. Tidak sopan. Kami orang marketing tahu bagaimana seharusnya dia layani pembeli. Marah besarlah kami di depan kasir!" sebut Andi dengan nada berapi-api, Kamis (4/9/2025).

Hal serupa juga pernah dialami Karunia Pratiwi. Sebagai seorang HRD di sebuah pabrik besar di Jawa Tengah, hampir tiap hari dia berhadapan dengan pelamar kerja. Yang menarik, tanpa perlu menyelisik profil si pelamar, dia mengaku bisa mengetahui usianya hanya dengan melihat sorot matanya.

"Kalau matanya nggak melihat saya saat berbicara, besar kemungkinan dia gen-Z," kelakar perempuan asal Pekalongan ini, Kamis (4/9). "Dulu, saya tolakin pelamar yang begini,. Namun, karena ternyata cukup banyak, ya sudah saya yang menurunkan standar."

Mengenal Gen-Z Stare

Para milenial seperti Andi dan Nia, sapaan akrab Karunia, acap mengolok-olok tatapan kosong atau tanpa ekspresi yang ditampilkan anak muda saat berinteraksi sosial langsung itu sebagai Gen-Z Stare atau "Tatapan Zilenial", karena umumnya dilakukan oleh generasi yang lahir pada 1997 hingga 2012 itu.

Sebagai generasi yang menekankan sikap santun saat berbicara dan menjadikan eye contact sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang penting, para milenial dan generasi di atasnya menganggap sikap mereka nggak sopan dan kasar. Ini pula yang acap dikeluhkan para orang tua terhadap anak mereka.

Gen-z stare sempat viral dan dibahas dengan serius di Tiktok. Para orang tua mempersepsikan tatapan ini sebagai tanda ketidaktertarikan atau perilaku kurang sopan. Sebaliknya, generasi yang lebih muda memandang nggak ada yang salah dengan cara berinteraksi yang seperti itu.

Di ranah pribadi atau dialog dua orang, perbedaan pandangan itu mungkin mudah diluruskan. Namun, menjadi runyam jika gen-z stare terjadi di ranah yang mengutamakan pelayanan seperti front office, teller bank, penjaga kasir, atau customer service.

Kenapa Gen-Z Stare Muncul?

Ilustrasi: Gen-Z Stare nggak muncul karena disengaja. (Remosince1988)

Sekali lagi, perlu diketahui bahwa "gen-z stare" merupakan ekspresi wajah yang menunjukkan tatapan kosong tanpa ekspresi saat berinteraksi langsung dengan orang lain. Hal ini nggak muncul karena disengaja. lo! Dari segi ilmu psikologi, kondisi ini muncul karena gen-z sepenuhnya hidup pada era digital.

Mereka yang besar di tengah pandemi Covid-19 terbiasa berinteraksi di depan layar alih-alih bertatap muka. Akademisi Kristen Lee menilai, pergeseran ini memengaruhi keterampilan komunikasi langsung mereka. Maka, tatapan kosong yang mereka tampilkan saat berintaraksi langsung ini bukanlah bentuk ketidaktertatikan.

"Respons seperti tatapan kosong dan tanpa ekspresi ini acap muncul sebagai refleks, bukan disengagement, apalagi bentuk ketidak tertarikan," tuturnya, dikutip dari Northeastern Global News belum lama ini.

Hal ini didukung oleh pendapat neuropsikolog klinis Dr Judy Ho yang mengatakan bahwa pandemi yang membatasi interaksi langsung membuat kepekaan sosial gen-z saat bersemuka begitu kecil. Ketiadaan latihan berinteraksi itu kemudian kian memperbesar rasa canggung, yang diekspresikan dengan tatapan kosong.

Sementara itu, dikutip dari Parents, Dr Hafeez mengatakan bahwa tatapan ini mungkin digunakan sebagai “pasif protes” terhadap small talk atau pertanyaan yang klise atau repetitif. Lebih dari itu, di kalangan gen-z juga muncul tren yang mencitrakan bahwa seseorang kian autentik saat nggak ekspresif di medsos, yang pada akhirnya juga terbawa ke dunia nyata.

Berpotensi Memunculkan Konflik

Situasi ini mungkin lazim di kalangan gen-z, tapi menjadi runyam dan berpotensi memunculkan konflik saat berurusan dengan generasi yang lebih tua seperti milenial atau gen-x yang menginterpretasikan gen-z stare sebagai ketidaksopanan atau kemalasan bersosialisasi.

Misinterpretasi ini bisa menimbulkan ketegangan, terutama dalam hubungan profesional. Agar konflik nggak terjadi, stereotip generasional ini sebaiknya nggak diteruskan dan diubah menjadi empati. Perlu diketahui bahwa gen-z mengalami realitas sosial yang berat dan mendapatkan tekanan digital yang lebih besar.

Sejumlah pakar menyebutkan, saat menghadapi tatapan kosong ini, para milenial dan generasi di atasnya sebaiknya nggak langsung mengambil kesimpulan negatif. Tunjukkan empati, beri ruang, dan jika perlu beri tahulah dengan cara yang lembut.

Alih-alih mengabaikan tatapan kosong tanpa ekspresi ini sebagai "gawan lahir" hingga merendahkan ekspektasi komunikasi serendah-rendahnya, generasi yang lebih tua seharusnya mampu menjadi jembatan untuk mereka, agar stereotipe gen-z stare perlahan terkikis dengan sendirinya. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: