BerandaHits
Jumat, 26 Feb 2026 11:00

Eksis Sejak 1955, Percetakan Menara Kudus Terus Konsisten Produksi Al-Quran Fisik

Pekerja Percetakan Menara Kudus melakukan pengecekan pada lembaran kitab suci yang baru saja dicetak. (Suaranahdliyin)

Coba cek deh Alquran yang ada di rumahmu, pasti ada yang dicetak oleh Percetakan Menara Kudus. Nah, berikut adalah cerita dari percetakan tersebut.

Inibaru.id - Di tengah gempuran era digital, ketika kitab suci bisa diakses lewat gawai dalam hitungan detik, ada satu nama di Kudus yang tetap setia menjaga tradisi cetak-mencetak kitab fisik sejak 1955. Dialah Percetakan Menara Kudus, percetakan tertua di Kabupaten Kudus yang sampai hari ini masih berdetak dengan ritme mesin cetaknya.

Bermula dari rumah sederhana milik pendirinya, H Zaenuri Noor, di Jalan Kiai Telingsing, usaha ini awalnya hanya mencetak kitab-kitab pelajaran untuk pondok pesantren dan madrasah. Gudang rumah dijadikan tempat produksi. Belum ada pesanan percetakan Alqur’an dalam skala besar. Semua berjalan perlahan, tapi pasti.

“Awalnya, percetakan dilakukan di gudang rumah H Zaenuri Noor. Saat itu hanya mencetak kitab-kitab saja,” ungkap manajer personalia dari tempat tersebut, Alexander Yusuf sebagaimana dinukil dari Beritajejakfakta, Rabu (25/2/2026).

Memasuki 1960-an, percetakan ini mulai memperluas sayap ke kawasan Menara Kudus. Dari situlah namanya makin dikenal. Tahun 1970 menjadi tonggak penting percetakan ini karena mulai mencetak Alquran. Sejak saat itu, produksi terus berkembang hingga akhirnya seluruh aktivitas dipusatkan di Desa Bakalankrapyak pada 1984.

Perjalanan panjang lebih dari tujuh dekade tentu bukan tanpa tantangan. Di masa awal, relasi dengan para kiai menjadi kunci terus berjalannya pesanan kitab fisik. Untungnya, kebutuhan kitab-kitab dan Alquran untuk pembelajaran juga tinggi. Dari situlah hubungan saling percaya terbangun.

Pekerja Percetakan Menara Kudus melakukan pengemasan. (Saminnews)

Kini, percetakan ini sudah dikelola oleh generasi ketiga. Meski zaman berubah, satu hal yang dipertahankan adalah ketelitian. Setiap huruf hijaiyah dikoreksi berjam-jam sebelum kitab diproduksi massal. Bahkan ada kebiasaan unik yang terus dipertahankan, yaitu karyawan yang menangani Alquran diwajibkan berwudu sebelum bekerja. Kalau batal, ya harus wudu lagi.

Soal produk, pilihannya beragam. Ada Alquran Pojok Menara, Alquran Al Hafidz, Alquran Bombai, hingga kitab-kitab klasik seperti Fathul Qorib, Fathul Muin, dan tafsir legendaris Al-Ibris karya KH Bisri Mustofa. Kitab terakhir ini bahkan sudah terjual hingga ratusan ribu eksemplar dan menjadi rujukan pengajian di banyak tempat.

Menariknya, Percetakan Menara Kudus kini juga melayani cetak Alquran custom, bahkan satuan. Mulai dari desain sampul, jenis khat, hingga kebutuhan khusus lainnya bisa disesuaikan. Di tengah konsumen yang makin kritis dan ingin tampil beda, layanan ini jelas jadi angin segar.

Meski banyak percetakan Alquran bermunculan, mereka tetap percaya pada kualitas dan harga terjangkau. Prinsipnya sederhana: kitab dan Alquran harus bisa diakses santri dan pelajar.

O ya, pesanan percetakan biasanya melonjak saat Ramadan dan tahun ajaran baru pesantren. Ini jadi bukti bahwa kitab fisik masih punya tempat tersendiri. Di saat layar sentuh makin dominan, lembaran kertas yang dicetak dengan teliti tetap punya ruh yang berbeda.

Lebih dari sekadar bisnis, Percetakan Menara Kudus adalah bagian dari denyut sejarah Kota Kretek. Ia bukan hanya mencetak tinta di atas kertas, tapi juga menjaga tradisi, adab, dan warisan keilmuan agar tetap hidup lintas generasi. Keren banget ya, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: