BerandaHits
Selasa, 6 Jul 2020 09:59

Duh, Perusahaan dan Industri Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kota Semarang

Ilustrasi - Industri dan perusahaan menjadi klaster baru penularan covid-19 di Kota Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengemukakan kalau ada klaster baru di Kota Semarang, tepatnya di sektor industri dan perusahaan. Katanya, hal ini disebabkan karena pelaksanaan protokol kesehatan belum diterapkan secara maksimal.<br>

Inibaru.id - Jumlah klaster kasus covid-19 di Kota Semarang terus bertambah. Kali ini muncul klaster baru lagi, yakni di industri dan perusahaan. Bahkan, untuk klaster perusahaan jumlah pasien positifnya mencapai angka ratusan.

Fakta ini disampaikan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) pada Minggu (5/7/2020). Dari sekian banyak pasien positif, sebagian besar masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pada klaster industri dan perusahaan tersebut, Hendi mengungkapkan kalau Dinas Kesehatan sudah melakukan tracking. Baik itu hingga ke anak perusahaan maupun sampai ke keluarga para karyawan.

“Intinya kami mengejar tracing supaya tidak ada penularan di Semarang karena ketidaktahuan. Kami ingin sedetail-detailnya terungkap,” jelas pria yang akrab disapa Hendi itu.

Ada 3 perusahaan yang menjadi klaster baru. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Kabar tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Kepala DKK Kota Semarang dr Abdul Hakam. Dalam seminggu terakhir, pihaknya menemukan klaster baru yang jumlahnya lebih besar.

Klaster baru yang dimaksud oleh Hakam adalah dari tiga perusahaan besar yang berbeda. Namun, dia menolak untuk menjelaskan dengan lebih rinci perusahaan atau industri apa yang dimaksud.

“Ada 3 perusahaan tapi besar banget, jumlahnya yang baru ketahuan di perusahaan A itu hampir 47, itu sudah swab semua. Di perusahaan B ada sekitar 24. Terus yang C, ini yang baru (ketahuan) hampir lebih dari 100-an,” ujarnya.

Dr Hakam menyimpulkan kalau penularan di klaster baru ini terjadi saat isoma. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Hakam menyimpulkan, kemungkinan besar penyebab terjadinya penularan virus corona itu saat para karyawan berkumpul bersama di waktu istirahat. Permasalahannya, besar kemungkinan saat jam istirahat tersebut protokol kesehatan nggak diberlakukan secara ketat.

Kemunculan klaster baru ini selanjutnya akan dibahas oleh Hakam bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang.

“Kita mengupayakan tentunya bersama Disnaker kota atau mungkin juga sama provinsi, supaya (protokol kesehatan) dilakukan secara benar. Baik itu saat istirahat makan bersama atau melakukan produksi misalnya,” tegas Hakam.

Klaster baru tadi turut menambah angka kasus Covid-19 di Kota Semarang. Bedasarkan laman siagacorona.semarangkota.go.id sampai Minggu (5/7), terdapat 1.651 orang positif covid-19. Rinciannya, 706 orang masih dirawat, 780 orang sembuh dan 156 orang meninggal dunia.

Sungguh kabar buruk bagi Kota Semarang ya, Millens. Kamu harus semakin cermat dalam menjaga protokol kesehatan agar nggak ikut ikutan tertular virus corona! (IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: