BerandaHits
Selasa, 5 Jan 2026 17:56

Duh, Bulan Terancam Jadi 'Kuburan' Satelit Mati! Begini Penjelasan Para Ahli

Bulan berpotensi menjadi kuburan massal satelit. (AFP)

Lagi ramai rencana eksplorasi besar-besaran ke Bulan, para ilmuwan justru ingatkan risiko "kuburan antariksa". Karena nggak punya atmosfer buat membakar satelit mati, permukaan Bulan terancam jadi tempat rongsokan logam yang bisa merusak situs bersejarah hingga instrumen ilmiah. Wah, bakal ada solusi "pemakaman terpadu" nggak ya?

Inibaru.id – Selama ribuan tahun, Bulan selalu jadi pemandangan indah nan romantis kalau kita lagi menatap langit malam. Tapi, dalam beberapa dekade ke depan, "wajah" Bulan terancam nggak secantik dulu lagi. Para ilmuwan baru saja mengeluarkan peringatan kalau satelit alami Bumi ini berisiko berubah jadi lokasi pembuangan sampah atau kuburan wahana antariksa. Kok bisa?

Hal ini dipicu oleh ambisi besar badan antariksa dunia dan perusahaan swasta yang lagi rajin-rajinnya merencanakan misi ke sana. Katanya sih, dalam 20 tahun ke depan bakal ada lebih dari 400 misi ke Bulan, mulai dari bangun pangkalan, menambang sumber daya, sampai pasang internet di sana!

Nggak Bisa Dibakar kayak di Bumi

Selama ini, satelit yang kehabisan bahan bakar bakal ditabrakkan ke lapisan atmosfor agar hancur. (Ist via Rmol)

Nah, masalahnya begini, Gez. Di Bumi, kalau satelit sudah habis masa pakainya atau kehabisan bahan bakar, mereka biasanya diarahkan untuk "nyebur" ke atmosfer biar terbakar habis. Tapi di Bulan? Bulan kan nggak punya atmosfer.

Alhasil, pilihannya cuma satu: satelit-satelit yang sudah mati itu harus diarahkan untuk menabrak permukaan Bulan sampai hancur berkeping-keping. "Satelit-satelit ini harus dijatuhkan secara keras, sehingga berisiko Bulan jadi lokasi pembuangan sampah," kata Dr. Fionagh Thomson, peneliti dari University of Durham.

Kekhawatiran para ilmuwan bukan cuma soal serpihan logam yang berserakan, tapi soal "keselamatan" situs-situs penting di Bulan. Bayangkan kalau satelit jatuh secara acak dan nggak sengaja menabrak jejak kaki astronot misi Apollo yang bersejarah itu. Nyesek banget, kan?

Belum lagi kecepatan jatuhnya yang luar biasa yaitu sekitar 1,2 mil per detik! Tabrakan sekeras itu bisa bikin getaran hebat yang merusak instrumen ilmiah sensitif, bikin kawah baru sepanjang puluhan meter, sampai memicu badai debu yang bisa ngerusak teleskop.

Taman Pemakaman Khusus Satelit Jadi Solusi

Tenang, para ahli nggak tinggal diam kok. Sekarang lembaga internasional lagi sibuk menyusun aturan "pensiun" buat para satelit lunar ini. Salah satu ide yang paling masuk akal adalah membuat Zona Kuburan Antariksa.

Jadi, nanti ada wilayah khusus di Bulan yang memang "dijatah" sebagai tempat jatuhnya satelit-satelit tua. Wilayah ini pastinya dicari yang jauh dari lokasi riset penting atau situs bersejarah.

Menariknya lagi, tabrakan yang sengaja diarahkan ini bisa jadi ajang penelitian juga. Gelombang getaran dari jatuhnya satelit itu bisa bantu ilmuwan mempelajari struktur dalam Bulan tanpa harus bawa alat berat dari Bumi.

Hm, meski permukaan Bulan luas banget, sudah seharusnya kita tetap harus punya aturan main biar tetangga terdekat Bumi ini nggak berubah jadi tumpukan rongsokan. Kita semua pasti pengin kan eksplorasi luar angkasa maju terus, tapi Bulan tetap terjaga kelestariannya.

Gimana menurutmu, setuju nggak kalau ada "taman makam pahlawan satelit" di Bulan? (Siti Zumrokhatun/E05)


Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Belajar Langsung dari Mbah Atemo, Belasan Anak Muda Lestarikan Mainan Tradisional Berbahan Kertas Bekas

6 Jul 2026

Mengenal Bunga Edelweiss Jawa, Si "Bunga Abadi" yang Justru Terancam Punah

6 Jul 2026

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: